Tujuan Pembelajaran
3.2. Menerapkan prosedur pengoperasian kamera video4.2. Mengoperasikan kamera video sesuai prosedurKonsep kamera pertama kali diperkenalkan oleh penemu arab yaitu Ibnu Haitham pada (945-1040) ia menemukan sebuah konsep kamera obscura. Dimana cahaya yang masuk pada lensa dibiaskan menjadi sebuah gambar.
Prinsip yang digunakan dalam sebuah kamera adalah prinsip optik dan pemantulan cahaya.
Dengan prinsip tersebut kamera berkembang terus hingga pada tahun 1857, Pelat Kering Collidion merupakan hasil penemuan dari Desire Van Monckhoven.
Empat belas tahun kemudian, kamera pelat kering ini dimodifikasi oleh Richard Leach Maddox yang mampu menciptakan pelat basah dengan kualitas serta kecepatan gambarnya lebih baik. Peran tripod dan alat bantu kamera lainnya tidak terlalu dibutuhkan dalam mengambil gambar.
Kamera TLR
merupakan kepanjangan dari twin-lens reflex, Dimana dalam satu kamera terdapat dua buah lensa. Lensa pertama digunakan sebagai viewfinder dan berikutnya adalah sebagai pengambil gambar objek. Biasanya dua lensa TLR ini memiliki panjang lensa yang sama.
Kamera ini menggunakan prinsip negatif film jadi masih berupa kamera analog*
KODAK dan Teknologi Film negatif
Pada tahun 90-an pasti familiar dengan kamera yang menggunakan roll film? Lalu bisa juga dicetak menjadi foto yang bisa dilihat sewaktu-waktu.
Kamera analog mengenal beberapa jenis pita seluloid. 16mm, 35mm, dan 65mm. jenis 35mm merupakan jenis yang paling populer.
Pita tersebut memiliki tugas untuk menangkap cahaya yang telah diambil dari kamera dan membentuknya menjadi negatif film. Kenapa dibilang negatif film? karena memang warna yang muncul pada pita seluloid itu warnanya terinversi atau terbalik. Hitam jadi putih, putih jadi hitam. Untuk merubahnya butuh proses pencahayaan dan pencucian dengan cairan kimia.
Bagi beberapa perekam masih dengan menggunakan pita seluloid yang berada di dalam kaset.
Penggunaan kaset sangat terbatas walaupun bisa diputar ulang dan ditiban. Tetapi semakin lama pola berulang itu dilakukan maka akan membuat pita kaset menjadi scratch. Tidak ada ketentuan mengenai berapa kali kaset bisa ditiban atau pada rekaman keberapa dia akan scratch.
Proses pemindahan data dari kaset menuju komputer memiliki alat tambahan yaitu firewire yang dicolokkan pada motherboard komputer kita. Kemudian dihubungkan dengan camcorder atau handycam untuk proses pemindahan data.
Era digital adalah era komputasi dimana pemindahan data tidak membutuhkan perantara perangkat lain. Semua sudah terkonversi dalam ukuran byte. Jika dahulu proses perekaman dengan tape atau VHS bergantung pada durasi rekaman, sekarang media penyimpanan sudah memiliki ukuran byte.
Perangkat perekaman juga tidak hanya dengan camcorder atau Handy cam saja, tetapi kamera DSLR dan kamera Mirrorless.
Kamera DSLR dan Mirrorless telah memiliki sensor gambar dengan tingkat kepekaan cahaya yang memiliki satuan ISO
Sebelum menggunakan kamera kita harus mengetahui tentang bagaimana sih cara pengoperasian dan perawatan kamera. Dalam mengoperaasikan kamera kita harus:
Mengetahui lokasi shooting indoor/outdoor
Mengetahui waktunya siang atau malam serta cuacanya
Memeriksa kelengkapan
Memeriksa daya atau baterai dari peralatan
Memeriksa ruang penyimpanan perangkat
Mempelajari menu dan pengaturan kamera tersebut
Mengatur/menyamakan white balance
Mengatur/menyamakan warna atau tone
Dalam produksi perhatikan terik matahari, suhu kamera, baterai, dan kapasitas kaset atau memori.
Setelah selesai bersihkan alat dengan lap lensa dan kamera
Letakkan kembali di tas dengan kondisi baterai di lepas
Konsep fotografi dan videografi adalah konversi cahaya. Terdapat 3 elemen penting pada sebuah pengaturan pengambilan gambar yang disebut dengan triangle exposure. Yang ada didalamnya yaitu, Shutter speed, Diafragma/Apperture, dan ISO.
Skema triangle exposure bisa dilihat pada gambar disamping
Shutter speed adalah tentang seberapa cepat cahaya masuk dari luar kedalam kamera.
Semakin cepat maka akan semakin kecil angka perbandingannya. 1/100 lebih besar daripada 1/2000. Semakin kecil shutter maka akan semakin cepat sensor kamera menutup untuk mengambil cahaya, semakin cepat gambar bisa diambil seperti infografis disamping/bawah ini. Tetapi cahaya yang masuk akan semakin sedikit yang artinya gambar juga akan semakin gelap.
Shutter yang semakin kecil lebih cocok ntuk diambil di tempat dengan jumlah cahaya yang besar dan mempu mengambil gambar secara cepat. Jika jumlah cahaya kecil tapi gerakan cepat, maka gambar akan menjadi blur.
Diafragma atau apperture adalah seberapa besar titik fokus yang diambil oleh kamera dan seberapa jauh kamera dengan titik fokus tersebut.
Semakin kecil diafragma, maka akan semakin kecil titik fokusnya dan gambar juga akan lebih halus serta terang. Sementara semakin besar diafragma, maka akan semakin besar titik fokus, namun gambar akan lebih dalam titik fokusnya apalagi dalam jarak benda yang lebih sempit.
Dengan apperture kecil maka kita suka mendengar istilah bokeh. Itu terjadi karena sumber cahaya yang tidak fokus terekam oleh kamera.
Dalam proses produksi teknik pengambilan gambar merupakan hal yang mendasar untuk menjelaskan apa yang terjadi pada visual yang kita tunjukkan. Bahasa visual ini diterjemahkan oleh seorang sutradara bekerja sama dengan Director of Photography (DoP). Seorang DoP merupakan orang yang sangat memahami bagaimana seluk beluk visual yang akan ditampilkan. Dari mulai pengambilan gambar, tata cahaya, siapa operator kamera, serta penempatan kamera. Semua detail tersebut diberikan oleh seorang DoP.
DoP yang baik tidak hanya harus menguasi penggunaan kamera, tetapi juga harus mengetahui seluruh kebutuhan teknis untuk produksi pada bagiannya. DoP bukanlah kameraman, tetapi ia harus mengetahui bagaimana seorang kameraman bekerja.
Dalam setiap pengambilan gambar semua memiliki maksud dan tujuan maka dari itu disini ada materi yang menjelaskan tentang bagaimana makna gambar tersebut.