Tembok Barat (dahulu dikenal dengan nama Tembok Ratapan) adalah sisa dari reruntuhan tembok Bait Allah. Bait Allah pertama dibangun oleh Raja Salomo putra Raja Daud. Pada tahun 586 sM, Bait Allah ini dihancurkan oleh pasukan Babilonia dipimpin oleh Nebukadnezar. Semua penduduk Yerusalem dibuang ke Babel.
Pada 516 sM atau 70 tahun kemudian Raja Koresh (Cyrus) mengizinkan orang Yahudi untuk pulang ke Yerusalem dari pembuangan Babel. Dipimpin oleh Nehemia. Kemudian, dipimpin oleh Nabi Ezra, orang-orang Yahudi tersebut membangun kembali Bait Allah.
Raja Herodes yang memerintah wilayah ex-Kerajaan Israel, memperluas kawasan Bait Allah 10 kali lipat daripada Bait Allah yang dibangun Nabi Ezra dan memperindah Bait Allah Yerusalem. Pada masa itu, Bait Allah terkenal akan keindahannya (seperti komentar murid-murid Yesus yang tercatat di Lukas 21:5).
Pada tahun 70 Masehi, terjadi pemberontakan orang-orang Yahudi kepada pemerintah Romawi (yang menjajah wilayah Palestina waktu itu).
Jenderal Vespasianus dan anaknya, Jenderal Titus, membasmi seluruh Yerusalem dan menghancurkan Bait Allah.
Tembok Barat itulah sisanya.
Orang-orang Yahudi datang ke Tembok Barat untuk meratapi kehancuran Bait Allah 2.000 tahun lalu. Kemudian mereka menyelipkan kertas-kertas berisi doa dan harapan di sela-sela tembok.