Berdasarkan penelitian, etnis Filistin (era Alkitab Perjanjian Lama) berasal dari kepulauan di sekitar benua Eropa. Etnis ini sendiri pada saat era Yesus (abad pertama Masehi) sepertinya sudah punah. Kemungkinan besar etnis Filistin punah bersama dengan 10 suku Israel yang dibuang pada era Asyur dan Babilonia. Pada era Yesus, suku yang tersisa tinggal Yehuda, Benyamin, dan Lewi.
Istilah Palestina sendiri adalah salah kaprah penjajah Romawi menyebut daerah Kanaan dan sekitarnya. Sedangkan warga Palestina modern terdiri dari etnis Arab (Muslim dan Kristen--keturunan asli murid-murid Yesus) dan Yahudi (orang Yahudi yang tinggal di wilayah Gunung Gerizim atau Orang Samaria).
Secara alamiah etnis-etnis non-Arab di wilayah timur tengah disebut sebagai arab terutama oleh orang-orang eropa--untuk membedakan dengan etnis yahudi. Padahal banyak etnis di wilayah itu, misal persia (iran), etnis mesir, druze (di palestina), maronit (libanon). Beberapa etnis tidak suka dikatakan mereka adalah orang arab.
Tapi, di kalangan orang Arab sendiri, banyak juga yang pengikut Kristus. Seperti pernah saya jelaskan, nenek moyang mereka bisa jadi adalah murid-murid Kristus (lihat Kisah Para Rasul 2, peristiwa turunnya Roh Kudus dan pertobatan banyak etnis; terjadi di Yerusalem) dengan etnis mayoritas Yahudi, Arab, Persia dll. Tapi anak turun mereka, lama kelamaan disamaratakan sebagai Arab Kristen.