Dalam memenuhi kebutuhan, manusia membutuhkan pengorbanan ekonomi berupa uang. Uang merupakan benda yang memiliki satuan hitung dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk melakukan transaksi dan berlaku di suatu wilayah. Untuk mendapatkan uang manusia melakukan pekerjaan dan setiap pekerjaan memberikan hasil uang (pendapatan) yang beragam. Kebutuhan yang tidak terbatas mengakibatkan masalah keuangan dalam masyarakat. Pendapatan yang didapatkan kadang lebih kecil dibandingkan kebutuhan dan keinginan yang dimiliki sehingga masyarakat memilih cara cepat untuk mendapatkan uang yaitu dengan pinjaman. Namun, tanpa disadari pinjaman yang terus menerus dilakukan tanpa adanya tambahan penghasilan mengakibatkan masalah keuangan bagi seseorang. Seringkali seseorang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangannya. Apa yang dimaksud dengan uang, pendapatan, tabungan dan investasi? Bagaimana cara merencanakan, melaksanakan dan melakukan pengelolaan terhadap keuangan agar tujuan hidup tercapai? Sebelum membahas mengenai pengelolaan keuangan, kita akan belajar mengenai konsep uang, pendapatan, tabungan, investasi serta literasi keuangan.
1. Uang
Sebelum uang digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, masyarakat menerapkan sistem barter. Barter merupakan pertukaran antar barang untuk memenuhi kebutuhan. Namun, seringkali pertukaran barang yang dibutuhkan ini tidak menemui titik temu karena perbedaan keinginan seseorang terhadap barang yang ditukar dengan barang lain. Selain itu dalam sistem barter sulit ditentukan nilai untuk standar pertukaran. Berdasarkan permasalahan tersebut munculah uang sebagai alat pembayaran yang sah dan dapat diterima secara umum. Di Indonesia berdasarkan lembaga pembuatnya, uang dibedakan menjadi dua yaitu uang kartal dan uang giral. Uang kartal yaitu uang logam dan kertas yang diterbitkan oleh pemerintah. Sedangkan uang giral merupakan deposito atau simpanan di bank yang dapat diambil melalui cek, giro, atau surat perintah pembayaran lain yang sah.
2. Pendapatan
Manusia membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Melakukan suatu pekerjaan atau menyediakan faktor produksi merupakan langkah yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan pendapatan berupa uang. Pendapatan merupakan hasil (dalam satuan uang) yang diperoleh individu atau perusahaan atas kegiatan yang dilakukan. Pendapatan setiap orang berbeda tergantung jenis pekerjaan yang dilakukan. Pendapatan yang didapat sebaiknya dikelola dengan baik sesuai prioritas kebutuhannya. Jumlah pendapatan yang diperoleh tidak menentukan cukup tidaknya pendapatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan seseorang. Seseorang dengan pendapatan besar belum tentu dapat memenuhi semua kebutuhannya karena pengelolaan yang kurang baik. Sebaliknya, pendapatan yang kecil dapat memenuhi kebutuhan seseorang selama mampu mengelolanya dengan baik. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi adalah besar kecilnya pendapatan. Seseorang dengan pendapatan yang sedikit akan menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk membeli makanan sedangkan semakin besar pendapatan seseorang maka persentase pendapatan yang digunakan untuk kegiatan konsumsi semakin kecil dan mengalihkannya dalam bentuk tabungan. Hubungan antara pendapatan dan perilaku konsumsi ini dikenal sebagai Hukum Engel.
Hukum Engel menyatakan bahwa:
“Semakin kecil pendapatan, semakin besar bagian pendapatan itu ditujukan untuk konsumsi. Begitu pula sebaliknya, semakin besar pendapatan, semakin besar bagian pendapatan itu ditujukan untuk tabungan”.
Pendapatan seseorang dapat digunakan untuk melakukan konsumsi maupun disimpan dalam bentuk tabungan. Sehingga besarnya pendapatan akan sama dengan besarnya konsumsi ditambah dengan tabungan.
Keyness menyatakan bahwa : “Setiap pertambahan pendapatan akan menyebabkan per tambahan konsumsi dan pertambahan tabungan”, atau dapat ditulis dengan:
ΔY = ΔC + ΔS
keterangan:
∆Y : pertambahan pendapatan
∆C : pertambahan konsumsi
∆S : pertambahan tabungan
3. Tabungan
Tabungan merupakan simpanan yang berasal dari pendapatan, berupa uang yang belum atau tidak digunakan untuk keperluan sehari-hari atau kepentingan lain. Saat ini masyarakat lebih sering menabung di bank. Tren menabung di rumah mulai berganti karena lebih berisiko terhadap pencurian maupun bencana alam. Menabung di bank dipilih karena lebih aman terlebih lagi sudah banyak bank yang terdaftar pada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
LPS berfungsi sebagai penjamin keamanan tabungan nasabah hingga 2 milyar. Ada beberapa manfaat seseorang menabung yaitu:
a. Melatih gaya hidup hemat
b. Uang tersedia untuk hal mendesak
c. Meminimalkan hutang
4. Investasi
Apakah tabungan dan investasi adalah hal yang sama? Tabungan dan investasi sering kali dianggap sama oleh masyarakat. Tabungan dan investasi merupakan dua hal yang berbeda. Jika tabungan bertujuan untuk menyimpan uang yang tidak digunakan sementara investasi bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah yang dimiliki. Seseorang, yang melakukan investasi berharap mendapatkan imbalan berupa laba, deviden ataupun bunga dari hasil investasinya. Ada beberapa instrumen investasi yang dapat dipilih seperti saham, obligasi dan reksadana. Namun, perlu diingat bahwa memilih intrumen investasi juga perlu beberapa pertimbangan karena banyak investasi bodong yang merugikan masyarakat. Ada beberapa tawaran investasi yang perlu dihindari oleh masyarakat yaitu:
a. Imbalan hasil investasi terlalu tinggi dengan waktu yang singkat
b. Sedikit informasi atau bahkan tidak ada mengenai perusahaan investasi yang dipilih
c. Investor seringkali diminta mencari orang lain untuk bergabung
d. Tidak jelas jenis usaha yang dijalankan
e. Biasanya dipromosikan oleh tokoh masyarakat atau artis untuk memikat investor
Investasi dapat ditempuh dengan modal kecil, investasi tersebut berupa reksadana dan investasi emas. Reksadana adalah salah satu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian diinvestasikan kembali dalam bentuk portofolio efek oleh Manajer investasi. Dengan berinvestasi pada reksadana berarti kita menitipkan uang untuk diinvestasikan kembali dalam bentuk portofolio efek. Investasi dengan reksadana tidak memerlukan dana yang besar, bahkan mulai dari Rp10.000 kita dapat mulai berinvestasi. Selain reksadana, investasi dengan dana yang kecil dapat dilakukan dengan membeli emas. Karena nilai emas cenderung selalu naik, invetasi emas menjadi salah satu alternatif investasi yang mudah. Investasi emas dapat dimulai dari 1 gram bahkan sekarang tersedia minigold yang berukuran 0.05 gram, 0,1 gram, 0,25 gram dan 0,5 gram. Sebagai contoh, Lili membeli emas seberat 1 gram pada tanggal 1 Juli 2018 dengan harga Rp701.000. Kemudian pada tanggal 11 Oktober 2020 Lili menjual emasnya tersebut sesuai dengan harga pasaran sebesar Rp1.007.000. Berdasarkan contoh tersebut investasi emas yang dilakukan Lili menghasilkan keuntungan sebesar Rp306.000.
5. Literasi Keuangan
Setiap hari manusia melakukan keputusan keuangan dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Keputusan keuangan merupakan hal yang dilakukan oleh setiap individu baik dalam hal pembelian, penjualan, tabungan, investasi ataupun kegiatan lain yang berhubungan dengan keuangan. Prinsip dasar keuangan tradisional adalah perilaku rasional, yang artinya setiap manusia diasumsikan selalu rasional dalam peng ambilan keputusan dengan tujuan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Pembuatan keputusan salah satunya disebabkan oleh pengetahuan keuangan (literasi keuangan), literasi yang kurang akan mengakibatkan keputusan keuangan yang tidak terarah. Pengetahuan tentang literasi sangat penting pada masa sekarang karena pertumbuhan produk keuangan sangat cepat dan mudah diakses oleh semua orang di dunia.
Hasil survei nasional literasi keuangan nasional yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 38,03% . Angka tersebut tergolong rendah dan menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam membuat keputusan dan pengelolaan keuangan masih tergolong rendah. Hal ini akan berdampak pada keputusan keuangan yang diambil oleh masyarakat.
Masyarakat yang tidak memahami konsep tentang keuangan akan menghabiskan pendapatannya untuk transaksi dan melakukan pinjaman yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah uang yang disimpan. Mereka juga cenderung membayar bunga pinjaman yang tinggi. Prinsip dasar ekonomi yang digunakan sebagai dasar literasi keuangan diantaranya penganggaran, tabungan, investasi, pinjaman, asuransi, diversifikasi, dan membuat perbandingan.
Literasi keuangan menurut Organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan atau Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) didefinisikan sebagai gabungan antara kesadaran, pengetahuan, kemampuan, sikap dan perilaku yang dibutuhkan untuk menyusun keputusan keuangan dalam rangka mewujudkan individu yang sejahtera secara keuangan. Literasi keuangan menurut OJK merupakan serangkaian aktivitas atau proses untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) konsumen maupun masyarakat luas, kemampuan (competence) agar dapat mengelola keuangan secara lebih baik.
Kemampuan seseorang dalam memahami tentang literasi keuangan menurut OJK dibagi menjadi empat tingkatan yaitu:
1. Well literate, yaitu ketika seseorang mempunyai keterampilan untuk memanfaatkan layanan dan produk keuangan karena keyakinan dan pengetahuan yang dimiliki terhadap layanan dan produk keuangan tersebut.
2. Sufficient literate, yaitu ketika seseorang mempunyai keyakinan dan pengetahuan terhadap layanan dan produk keuangan.
3. Less literate, yaitu ketika seseorang kurang mempunyai pengetahuan mengenai lembaga jasa keuangan serta beberapa pengetahuan tentang produk lembaga serta jasa keuangan.
4. Illiterate, yaitu ketika seseorang tidak mempunyai keyakinan dan pengetahuan terhadap layanan dan produk keuangan serta tidak mempunyai keterampilan dalam memanfaatkan layanan dan produk keuangan.
Seseorang dengan literasi keuangan yang baik atau well literate akan lebih mudah melakukan pengelolaan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Mereka cenderung paham tentang bagaimana mengelola keuangan dan mencapai tujuan keuangannya.
Adapun manfaat memahami literasi keuangan bagi masyarakat adalah:
1) Mampu menyeleksi, memanfaatkan produk, layanan keuangan sesuai kebutuhan, kemampuan, dan melakukan perencanaan keuangan yang baik
2) Terhindar dari investasi yang tidak jelas
Sumber : M. Nursa’ban, dkk. Buku IPS Kelas 7 SMP , 2021
Selanjutnya kerjakan tugas berikut :