Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Panduan Pencegahan Stunting: Intervensi Gizi Spesifik dan Gizi Sensitif. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat, Kemenkes RI.
Winarno, F. G. (2008). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
World Health Organization. (2020). Reducing Stunting in Children: Equity Considerations for Achieving the Global Nutrition Targets 2025. Geneva: WHO Press.
Suhardjo. (2003). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahmawati, D., & Ningsih, S. (2022). “Inovasi Produk Pangan Bergizi untuk Pencegahan Stunting di Kalangan Remaja.” Jurnal Gizi dan Pangan Sehat Indonesia, 7(2), 45–52.
Daftar Pustaka
1. Stunting
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (sejak kehamilan hingga usia dua tahun). Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya dan dapat mengalami gangguan perkembangan kognitif, motorik, serta sistem kekebalan tubuh.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2021), penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pola makan bergizi seimbang. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa remaja, dengan menjaga pola makan sehat dan mencukupi kebutuhan zat gizi penting seperti zat besi, protein, dan vitamin. Dengan pemenuhan gizi yang cukup, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berlangsung optimal sehingga risiko stunting dapat diminimalkan.
2. Zat Besi (Fe)
Zat besi merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang berdampak pada menurunnya konsentrasi, kelelahan, dan terganggunya perkembangan otak serta pertumbuhan anak.
Menurut Winarno (2008), kebutuhan zat besi harus dipenuhi melalui makanan sehari-hari seperti daging, hati, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan bahan pangan olahan yang diperkaya zat besi. Pada remaja, terutama perempuan, asupan zat besi sangat penting untuk mencegah anemia yang dapat berdampak pada kesehatan diri dan calon keturunannya di masa depan. Dengan demikian, konsumsi makanan yang mengandung zat besi menjadi salah satu langkah efektif dalam mencegah stunting secara berkelanjutan.
3. Armor Cookies
Armor Cookies merupakan produk inovatif berupa kue kering (cookies) yang dibuat dengan tambahan bahan-bahan kaya zat besi seperti oat, kacang almond, cokelat, dan susu. Produk ini dirancang tidak hanya sebagai camilan yang enak dan menarik bagi anak-anak dan remaja, tetapi juga sebagai sarana edukasi tentang pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting.
Konsep pembuatan Armor Cookies sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui pengembangan produk pangan lokal yang bergizi dan mudah diterima oleh semua kalangan. Dengan cita rasa yang disukai serta kandungan zat besi di dalamnya, Armor Cookies diharapkan dapat menjadi alternatif camilan sehat yang membantu memenuhi kebutuhan gizi harian serta mendukung upaya pencegahan stunting sejak usia remaja hingga dewasa.