Latar Belakang Pendudukan:
1. Kekosongan Kekuasaan setelah Perang Napoleon: Setelah pendudukan Prancis yang dipimpin Napoleon, Belanda memanfaatkan kekosongan kekuasaan di Indonesia untuk kembali menguasai wilayah ini.
2. Kepentingan Ekonomi: Indonesia memiliki banyak sumber daya alam, seperti rempah-rempah dan komoditas lainnya, yang sangat menguntungkan bagi Belanda. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai sumber utama pendapatan ekonomi mereka.
3. Pengaruh dan Keamanan Wilayah: Bagi Belanda, Indonesia merupakan wilayah strategis di Asia Tenggara. Dengan menguasai Indonesia, mereka bisa memperkuat posisi mereka dalam menghadapi kekuatan Eropa lainnya, seperti Inggris.
Strategi yang Digunakan:
1. Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel): Belanda memberlakukan sistem ini di mana rakyat dipaksa menanam komoditas tertentu untuk diserahkan kepada pemerintah Belanda. Meskipun memberi keuntungan besar bagi Belanda, sistem ini sangat merugikan dan menindas rakyat Indonesia.
2. Penggunaan Militer dan Pembentukan Birokrasi Kolonial: Untuk menguasai dan mempertahankan wilayah, Belanda menggunakan kekuatan militer dan membentuk sistem pemerintahan yang sepenuhnya dikendalikan oleh pejabat-pejabat Belanda.
3. Aliansi dengan Sultan dan Penguasa Lokal: Belanda sering kali bekerja sama dengan penguasa lokal di berbagai wilayah untuk memperluas pengaruh mereka. Namun, di beberapa tempat seperti Aceh, perlawanan terus berlanjut meskipun Belanda berusaha bekerja sama dengan penguasa setempat.
4. Penindasan Perlawanan: Belanda tidak segan-segan menggunakan kekuatan militer untuk menumpas pemberontakan, seperti yang terjadi dalam Perang Aceh (1873-1904). Mereka juga memanfaatkan ketegangan sosial dan politik untuk mengurangi kekuatan perlawanan.
Buku Sejarah Kelas 11 Semester 2
www.kompas.com/stori/read/2021/04/05/134026579/pengembalian-hindia-belanda-dari-inggris-1816