Penghapusan Sistem Sewa Tanah (1823): Van der Capellen mengeluarkan dekrit pada 6 Mei 1823 yang menghapuskan sistem sewa tanah oleh orang Eropa dan Tionghoa di wilayah kerajaan Jawa. Semua lahan yang disewa harus dikembalikan kepada pemilik asli selambat-lambatnya pada 31 Januari 1824. Kebijakan ini bertujuan melindungi hak kepemilikan petani Jawa, namun menimbulkan beban finansial karena mereka harus mengembalikan uang sewa kepada penyewa sebelumnya.
http://kompas.com/stori/read/2023/10/02/200000079/kebijakan-van-der-capellen?page=all&utm_
Penghapusan Kebijakan Ekstirpasi dan Monopoli Rempah-rempah (1824): Selama inspeksi ke Maluku dan Sulawesi pada tahun 1824, Van der Capellen menghapuskan monopoli rempah-rempah dan kebijakan ekstirpasi. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi ketidakadilan dan meredam perlawanan rakyat terhadap kebijakan kolonial.
http://kompas.com/stori/read/2023/10/02/200000079/kebijakan-van-der-capellen?page=all&utm_
Kebijakan di Bidang Pendidikan (1819): Pada 8 Maret 1819, Van der Capellen menerbitkan surat keputusan yang memerintahkan penelitian tentang pendidikan masyarakat Jawa. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan baca tulis masyarakat dan memperbaiki pelaksanaan undang-undang serta peraturan pemerintah terkait pendidikan.
http://kompas.com/stori/read/2023/10/02/200000079/kebijakan-van-der-capellen?page=all&utm_
Penunjukan Residen Yogyakarta (1823): Pada 3 Januari 1823, Van der Capellen menunjuk Jonkheer Anthonie Smissaert sebagai Residen Yogyakarta. Penunjukan ini kontroversial karena Smissaert dianggap kurang berpengalaman dalam urusan keraton Jawa, dan kebijakannya kemudian menjadi salah satu pemicu Perang Diponegoro (1825-1830).
http://kompas.com/stori/read/2023/10/02/200000079/kebijakan-van-der-capellen?page=all&utm_
Pembatasan Peran Pejabat Lokal dan Pengenaan Pajak untuk Pribumi: Van der Capellen mengurangi peran pejabat lokal dalam pemerintahan dan menetapkan pajak bagi penduduk pribumi. Kebijakan ini menimbulkan ketidakpuasan di kalangan rakyat karena meningkatkan beban ekonomi mereka.
https://www.donisetyawan.com/kebijakan-gubernur-jenderal-van-der-capellen/?utm_