Pada tanggal 17–23 Desember 2024, Badan Eksekutif Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (BE IMPS) KOOPERTI UNHAS periode 2024-2025 sukses menggelar Pekan Olahraga (POLAR) Se-Kabupaten Soppeng. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antar komunitas sekaligus menggali potensi olahraga di daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK Sederajat dari seluruh wilayah Soppeng. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antar masyarakat Soppeng.
Penutupan acara pada 23 Desember berlangsung meriah dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang. POLAR 2024 membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif untuk menyatukan masyarakat sekaligus menciptakan momen berharga yang penuh kebersamaan.
Divisi Kesekretariatan Badan Eksekutif Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (BE IMPS) KOOPERTI UNHAS periode 2024-2025 telah mengadakan kegiatan Coaching Kesekretariatan pada tanggal 8 Desember 2024, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam pengelolaan administrasi organisasi. Kegiatan ini dirancang khusus untuk anggota internal organisasi serta mahasiswa yang tertarik memperdalam ilmu kesekretariatan.
Dalam coaching ini, peserta dibekali dengan berbagai keterampilan mendasar dan lanjutan yang esensial untuk mendukung kinerja organisasi, seperti penyusunan surat-menyurat resmi, pembuatan laporan, pengelolaan arsip, hingga protokol administrasi lainnya. Selain itu, materi yang disampaikan juga mencakup pentingnya menjaga integritas data organisasi serta penerapan tata kelola administrasi yang efektif dan efisien.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen BE IMPS KOOPERTI UNHAS dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap mendukung keberlanjutan organisasi. Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami pentingnya peran kesekretariatan, tetapi juga mampu menerapkan ilmu tersebut dalam lingkungan organisasi maupun di masa depan.
Univeristas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 yang diselenggarakan pada 14-19 Oktober 2024 di Universitas Airlangga, Surabaya. Salah satu peserta dari Kabupaten Soppeng atas nama A. Muh. Aditya Anugra dan tim berhasil meraih Juara 1 Presentasi dalam kategori Program Kreativitas Mahasiswa Karya Karsa Cipta (PKM K-4).
A. Muh. Aditya Anugra, yang berasal dari Kabupaten Soppeng, tidak hanya dikenal atas prestasinya di bidang akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Saat ini, ia merupakan salah satu anggota Badan Eksekutif Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (BE IMPS) KOOPERTI UNHAS periode 2024-2025.
Keberhasilan tim ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi dalam mengembangkan ide kreatif dan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kemenangan ini juga menunjukkan kualitas mahasiswa Unhas dalam bersaing di tingkat nasional.
PIMNAS, sebagai ajang kompetisi ilmiah tertinggi bagi mahasiswa di Indonesia, menjadi wadah penting untuk menampilkan inovasi terbaik mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi. Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi tim pemenang, tetapi juga bagi Unhas yang terus mengukuhkan diri sebagai universitas unggulan dalam mencetak generasi muda yang kompetitif dan inovatif.
Selamat kepada A. Muh. Aditya Anugra dan tim atas pencapaiannya! Semoga prestasi ini menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk berkarya dan berinovasi di masa depan.
Villa Yuliana merupakan bangunan tua peninggalan Belanda yang dibangun 1905. Dalam bangunan tersebut, terdapat empat kamar masing-masing dua dilantai dasar dan dua dilantai dua. Dibagian utamanya dilengkapi dua ruang yang kini kembali beralih fungsi menjadi Meseum. Dalam Meseum ini, pengunjung bisa melihat-lihat beragam koleksi benda-benda kuno peninggalan abad 15 hingga 18. Berupa mangkok, piring, baki cepuk, guci-guci botol eropa, koleksi uang belanda dan vas bunga eropa abad 18. Bukan hanya itu, di museum yang diberi nama Museum Latemmamala ini, pengunjung juga bisa melihat beragam jenis fosil gajah purba seperti gigi rahang atas, rahang bawah dan fragmen fort kura-kura raksasa (geochelonca atlas) dan beberapa jenis keramik guci besar-kecil. Uniknya, lokasi Villa ini terletak di pusat kota Kabupaten Soppeng, sehingga Villa Yuliana mudah untuk dijangkau. Lokasinya terletak di puncak paling tinggi ibu kota, hal itu membuat warga sekitar biasa juga menyebut Villa Yuliana sebagai Mess Tinggi. Jaraknya 192 km dari kota Makassar atau 4-5 jam dari kota Makassar.
Dalam catatan sejarah, Villa Yuliana dibangun oleh Pemerintahan Belanda. Nama Yuliana (Juliana) merupakan nama dari Putri Mahkota Kerajaan Belanda, Juliana. Villa ini sengaja dibangun untuk dijadikan tempat peristirahatan Ratu Belanda yang berkuasa masa itu, Ratu Wilhelmina. Namun, hingga masa kemerdekaan Ratu Wihelmina tak kunjung datang ke Villa Yuliana. Alasannnya, stabilitas politik masa itu yang tidak memungkinkan, yakni arus pemberontakan yang bergejolak di Nusantara. Bangunan Villa Yuliana yang memiliki usia cukup tua, menyisakan banyak cerita misteri menyeramkan. Mulai dari suara mistis hingga penampakan menyeramkan, serta cerita berbau mistis lainnya. Menurut penuturan warga sekitar, Villa ini pernah digunakan pegawai Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran sebagai tempat penginapan. Tapi, banyak pegawai yang tidak tahan menginap digedung ini, karena sering mendengar suara suara aneh, seperti suara anak anak menangis, atau tertawa. Bukan hanya itu, terkadang juga para penghuni villa ini 'dikerjai' oleh penguni alam tak kasat mata villa ini. "Pegawai itu ceritanya sering mengalami hal aneh, meskipun tidur dilantai dua, tapi saat bangun sudah berada di lantai satu. Terkadang juga sebaliknya, atau bahkan pada saat terbangun sudah berpindah tempat di luar ruangan villa," ujar Yono, salah satu warga sekitar Villa Yuliana. Selain itu, ungkap Yono, konon villa ini terdapat ruang bawah tanah. Masyarakat setempat menyebut disitulah pusat hal mistis dari keberadan villa itu. Cerita seram Villa ini sudah bertahun-tahun menyebar hingga luar Sulawesi. Hingga pernah sekali waktu villa ini sempat di jadikan tempat uji nyali dalam program televisi Uka-Uka.
Penanaman Perdana Pengembangan Komoditas Kedelai di Denfarm Fakultas Pertanian Unhas
Komunitas Mahasiswa Bertani Unhas telah melakukan penanaman perdana kedelai pada tanggal 17 Oktober 2021 di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini dimulai pada pukul 8.00 WITA dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Baharuddin, M.Sc untuk melakukan penanaman perdana kedelai. Selain itu, hadir juga Ir. Mahsyur Saifuddin selaku pembimbing program pengembangan kedelai kerjasama dengan Kementerian Pertanian.
Program ini merupakan kerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi kedelai nasional. Komunitas Mahasiswa Bertani diberi amanah untuk mengelola Demonstrasi Farming (Denfarm) seluas 5 Hektar untuk penanaman kedelai dengan varietas biosoy. Program ini telah berlangsung sekitar sebulan dan diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Bertani. Lokasi pengembangan kedelai ini berada di Desa Moncongloe, Kabupaten Maros yang jaraknya sekitar 8 km dari Kampus Unhas Tamalanrea atau sekitar 30 menit waktu tempuh.
Prof. Bahar selaku Dekan Fakultas Pertanian diberikan kesempatan untuk menanam benih kedelai pertama. Beliau juga dengan antusias menjelaskan kepada mahasiswa mengenai cara penanaman kedelai mulai dari tahap persiapan benih dengan memasukkan benih ke dalam ember yang telah diisi mikroba untuk memisahkan benih yang berpotensi tumbuh dengan yang tidak sekaligus meningkatkan daya tumbuh kedelai setelah ditanam. Para mahasiswa juga yang hadir sangat antusias, sebelum pukul 8.00 mereka sudah berada di lokasi. Meskipun terik matahari tapi tidak menyurutkan semangat mereka yang dengan telaten menanam benih kedelai ke setiap lubang yang telah dibuat. “Bertani itu keren, melalui program ini kami senang bisa ikut andil dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi kedelai dan semoga Komunitas Mahasiswa Bertani bisa terus berkembang.” Ungkap koordinator pengembangan kedelai bernama Muh Arsyad Bur.
“Komunitas Mahasiswa Bertani Unhas adalah wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat untuk bertani sekaligus menjadi ruang pembelajaran di luar ruang kelas yang memungkinkan teman-teman mahasiswa bisa merasakan langsung bertani mulai dari pengolahan lahan sampai panen nantinya.” Tukas Arham selaku founder dari Komunitas Mahasiswa Bertani sekaligus pendamping pengembangan komoditas kedelai di Denfarm Fakultas Pertanian saat dihubungi karena tidak berkesempatan hadir pada penanaman perdana.
Rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian dapat dilihat dari jumlah petani muda yang sangat sedikit dibandingkan dengan petani yang telah lanjut usia. Berdasarkan data Survei Antar Sensus Pertanian pada Tahun 2018 menunjukkan jumlah petani didominasi oleh petani berumur 50 tahun ke atas. Sementara untuk petani dengan rentan umur 20-an sangat sedikit, hanya sekitar 10 persen. Oleh karena itu, perlu ditemukan solusi untuk meningkatkan minat generasi muda salah satunya dengan membentuk Komunitas Mahasiswa Bertani yang fokus membina mahasiswa yang punya minat terhadap pertanian.
“Harapan kami melalui komunitas bisa meningkatkan minat generasi muda khususnya mahasiswa untuk bertani sekaligus memupuk skill dan mentalitas mahasiswa untuk bertani sebelum mereka meninggalkan kampus. Setelah mereka lulus, seyogyanya anggota komunitas bisa membawa ide-ide segar dan pengalaman yang didapatkan di komunitas ke masyarakat dan menjadi agen katalis percepatan pembangunan pertanian di daerahnya masing-masing.” Lanjut Arham.
Ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap pertanian masih ada, hanya perlu dipupuk dan dibekali keterampilan-keterampilan terutama penggunaan teknologi yang lebih muktahir. “Kami sangat senang karena pihak kampus sangat mendukung kegiatan kami,terutama Prof Bahar selaku Dekan Fakultas Pertanian sangat mendukung kegiatan kami dan senantiasa memberikan masukan-masukan untuk pengembangan komunitas”. Kata Arham di akhir sesi wawancara.
“Ya, ini sangat menarik. Komunitas Mahasiswa Bertani Unhas bisa menjadi spirit baru bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa penerus pertanian masih ada dan akan terus berlipat ganda. Mahasiswa hari ini bukan hanya harus turun ke jalan menyuarakan aspirasi rakyat, tapi juga harus turun ke lahan untuk berbaur langsung dengan rakyat khususnya petani. Saya sangat senang dengan adanya komunitas dan ke depannya kami bisa bekerjasama dalam pengembangan komoditas-komoditas unggulan seperti porang bersama teman-teman mahasiswa.” Tambah Muh. Ilmi Ikhsan Sabur yang merupakan salah satu anggota Komunitas Mahasiswa Bertani sekaligus COO dari Vestanesia yang merupakan salah satu startup yang fokus terhadap pemberdayaan petani di Kawasan Timur Indonesia.
IMPS KOOPERTI UNHAS SALURKAN DONASI KEPADA KORBAN KEBAKARAN DI KAMPONG AWO
Insiden kebakaran yang terjadi di Kampong awo, Kelurahaan Jennae, Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng menghanguskan dua rumah yang terjadi pada hari kamis, 13 Januari 2022.
Maka dari itu IMPS KOOPERTI UNHAS mengadakan open donasi . Hari ini IMPS UNHAS menyalurkan donasi dan diberikan langsung oleh Hamaluddin ( Ketua BE IMPS UNHAS ) bersama anggota IMPS UNHAS lainnya kepada korban kebakarann di Kampong awo ( 23/01/2022).
Rosmania salah satu korban dari bencana kebakaran ini mengatakan awal dari kebakaran diduga akibat terjadinya korsleting ( hubungan arus pendek ) yang terjadi di rumah sebelah dan menyebabkan api merambat kerumahnya dan menghanguskan kedua rumah tersebut.
Lanjutnya Rosmania ( Korban bencana kebakaran ) mengatakan saat di temui “ Mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat dan adik-adik IMPS KOOPERTI UNHAS yang telah memberikan bantuan dan atas kunjungannya ” Ujarnya
Ketua BE IMPS UNHAS Yakni Hamaluddin menambahkan “ saya juga ucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan donasi walaupun tidak seberapa setidaknya dapat membantu meringankan beban korban untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari”.
Semoga dengan adanya donasi ini dapat meringankan beban dari korban bencana kebakaran di Kampong awo.
Didirikan pada tanggal 22 oktober 2005, Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng Universitas Hasanuddin (IMPS-UNHAS) merupakan wadah penyaluran aspirasi dan potensi mahasiswa dan pelajar dari Kabupaten Soppeng yang bertanggung jawab secara sosial dan moral terhadap pembangunan daerah dan masyarakat Kabupaten Soppeng. IMPS-UNHAS menyadari betul akan adanya berbagai potensi yang dimiliki oleh putra-putri daerah Soppeng dalam berbagai bidang, baik itu dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan olahraga. Potensi mana yang jika diarahkan dengan baik akan memberikan manfaat yang sangat besar sebagai sumbangsih riil mereka terhadap pembangunan dan pencitraan positif daerah Soppeng.
IMPS UNHAS yang anggotanya terdiri dari berbagai latar belakang disiplin ilmu merupakan lembaga produktif dalam melahirkan instrumen koseptual dan tenaga terdidik dan sangat diyakini pada berbagai bidang dan lapisan masyarakat, maupun untuk menjadi motor penggerak perubahan dan kemajuan ke arah yang lebih baik.
Berbagai program berbasis pengabdian masyarakat telah kami laksanakan selama 7 tahun ini .Tryout akbar SMA /sederajat se kab.soppeng, bakti sosial dan kesehatan,seminar pendidikan, self development camp merupakan beberapa program yang telah menjadi agenda tahunan dari organisasi IMPS UNHAS.Dan semua itu tentunya tidak lepas dari peran segenap anggota organisasi yang berpikiran maju, kreatif, serta tentunya berani menjawab segala tantangan.
Musibah Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Labessi Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng beberapa minggu lalu mengundang banyak kepedulian dari masyarakat dan organisasi kemahasiswaan.
Salah satunya datang dari Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS) KOOPERTI UNHAS, sebagai wujud kepedulian dan rasa empati kepada masyarakat yang mengalami musibah kebakaran. Hari ini Menyalurkan bantuan donasi dan diberikan langsung oleh ketua pengurus imps unhas kepada ibu sunarti korban kebakaran di Labessi.(3/10/2020).
Ketua umum imps unhas Yusran Darmansa mengatakan saat di konfirmasi " Bahwa ini adalah bentuk rasa empati kami yang mendalam kepada korban musibah kebakaran " Ujarnya. Dan bukan hanya ini saja, tetapi masih banyak yang kami bantu " Tambahnya.
Semoga dengan adanya donasi dari kami lanjut yusran dapat meringankan beban saudara kita yang terkena musibah kebakaran, sehingga aktivitasnya bisa kembali normal”
Sebelumnya, pengurus Imps unhas melakukan penggalangan dana atau open donasi dan hari ini mereka menyalurkan langsung kepada korban kebakaran"pungkasnya. (Ical)
ASAL MULA NAMA SOPPENG
Asal mula nama Soppeng sampai saat ini para pakar dan budayawan belum ada kesepakatan bahkan dalam sastra Bugis tertua I LA GALIGO telah tertulis nama Kerajaan Soppeng yang berbunyi:
“IYYANAE SURE PUADA ADAENGNGI TANAE RI SOPPENG, NAWALAINNA SEWO-GATTARRENG, NONI MABBANUA TAUWE RI SOPPENG, NAIYYA TAU SEWOE IYANARO RI YASENG TAU SOPPENG RIAJA, IYYA TAU GATTARENGNGE IYANARO RIASENG TAU SOPPENG RILAU"
Berdasarkan naskah lontara tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penduduk tanah Soppeng mulanya datang dari dua tempat yaitu sewo dan Gattareng.
PENGANGKATAN DATU PERTAMA KERAJAAN SOPPENG
Didalam lontara tertulis bahwa jauh sebelum terbentuknya Kerajaan Soppeng telah ada kekuasaan yang mengatur jalannya Pemerintahan yang berdasarkan kesepakatan 60 Pemuka Masyarakat, hal ini dilihat dari jumlah Arung, Sullewatang, Paddanreng, dan Pabbicara yang mempunyai daerah kekuasaan sendiri yang dikoordini olih LILI-LILI. Namun suatu waktu terjadi suatu musim kemarau disana sini timbul huru-hara, kekacauan sehingga kemiskinan dan kemelaratan terjadi dimana-mana olehnya itu 60 Pemuka Masyarakat bersepakat untuk mengangkat seorang junjungan yang dapat mengatasi semua masalah tersebut. Tampil Arung Bila mengambil inisiatif mengadakan musyawarah besar yang dihadiri 30 orang matoa dari Soppeng Riaja dan 30 orang Matoa dari Soppeng Rilau, sementara musyawarah berlangsung, seekor burung kakak tua terbang mengganggu diantara para hadirin dan Arung Bila memerintahkan untuk menghalau burung tersebut dan mengikuti kemana mereka terbang. Burung Kakak Tua tersebut akhirnya sampai di Sekkanyili dan ditempat inilah ditemukan seorang berpakaian indah sementara duduk diatas batu, yang bergelar Manurungnge Ri Sekkanyili atau LATEMMAMALA sebagai pemimpin yang diikuti dengan IKRAR, ikrar tersebut terjadi antara LATEMMAMALA dengan rakyat Soppeng. Demikianlah komitmen yang lahir antara Latemmamala dengan rakyat Soppeng, dan saat itulah Latemmamala menerima pengangkatan dengan Gelar DATU SOPPENG, sekaligus sebagai awal terbentuknya Kerajaan Soppeng, dengan mengangkat Sumpah di atas Batu yang di beri nama “LAMUNG PATUE” sambil memegang segenggam padi dengan mengucapkan kalimat yang artinya
“isi padi tak akan masuk melalui kerongkongan saya bila berlaku curang dalam melakukan Pemerintahan selaku Datu Soppeng ”
PERUMUSAN HARI JADI SOPPENG
Soppeng yang memiliki sejarah cemerlang dimasa lalu, dengan memperhatikan berbagai masukan agar penempatan Hari Jadi Soppeng, diadakan seminar karena kurang tepat bila dihitung dari saat dimulainya Pelaksanaan Undang-undang Darurat Nomor 04 Tahun 1957, sebab jauh sebelumnya didalam lontara, Soppeng telah mengenal sistem Pemerintahan yang Demokrasi dibawah kepemimpinan Raja dan Datu. Maka dilaksanakanlah Seminar Sehari pada Tanggal 11 Maret 2000, yang dihadiri oleh para pakar, Budayawan, Seniman, Ahli Sejarah, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, Generasi Muda dan LSM, dimana disepakati bahwa hari Jadi Soppeng dimulai sejak Pemerintahan TO MANURUNGNGE RI SEKKANYILI atau LATEMMAMALA tahun 1261, berdasarkan perhitungan dengan menggunakan BACKWARD CONTING, dan mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Soppeng untuk dibahas dalam Rapat Paripurna dan mengesahkan untuk dijadikan salam suatu Peraturan Daerah tentang Hari Jadi Soppeng.
PENETAPAN HARI JADI SOPPENG
Dari hasil rapat Paripurna Dewan perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Soppeng, Tanggal 12 Maret 2001 telah menetapkan dan mengesahkan suatu Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng, Nomor 09 Tahun 2001, Tanggal 12 Maret 2001, bahwa Hari Jadi Soppeng Jatuh pada Tanggal 23 Maret 1261. Ringkasan arti dari pemakaian Hari jadi Soppeng yakni angka 2 dan angka 3, karena angka tersebut mempunyai makna sejarah dan filosofi sebagai berikut :
1. Angka 2 menunjukkan :
Dua ke Datuan yakni Soppeng Rilau dan Soppeng Riaja
Dua Tomanurung yaitu : TOMANURUNG RI SEKKANYILI DAN TO MANURUNG RI GORIE.
Dua Cakkelle/Burung Kakaktua yang memperebutkan setangkai padi, yang merupakan petunjuk para matoa yang bermusyawarah mengatasi krisi kelaparan, akhirnya menemukan Tomanurungnge RI SEKKANYILI
Dua Pegangan hidup yaitu kejujuran dan keadilan.
Dua hal yang tidak bisa dihindari yaitu nasib dan takdir.
Dua tanranna namaraja tanaE - Seorang pemimpin harus jujur dan pintar – Masyarakat hidup aman, tentram dan damai.
2. Angka 3 menunjukkan :
Adanya perjanjian 3 kerajaan yaitu : Bone, Soppeng dan Wajo yang dikenal dengan Tellu PoccoE.
Taring Tellu Menunjukkan tempat bertumpu yang sangat kuat dan stabil.
TELLU RIALA SAPPO, yaitu TAUE RIDEWATAE, TAUE RI WATAKKALE, TAUE RI PADATTA RUPA TAU.
TELLU EWANGENNA LEMPUE, yaitu kejujuran, kebenaran dan keteguhan.
3. Angka Dua Tellu bermakna
Dua Tellu bermakna antara lain murah reski.
Dua temmasarang, artinya Allah dan hambanya tidak pernah berpisah. -Tellu temmalaiseng, artinya Allah Malaikat dan hamba selalu bersama-sama.
Tellu Dua Macciranreng, Tellu- Tellu Tea Pettu bermakna berpintal dua sangat rapu, berpintal tiga tidak akan putus.
Mattulu Parajo Dua Siranreng teppettu sirangreng. - Marutte Parajo, Mattulu Tellu Tempettu Silariang, bermakna tidak saling membohongi, nanti akan putus jika putus bersama.
4. dipilihnya bulan tiga atau maret Karena
Bulan Terbentuknya Kabupaten Soppeng
Bulan Pelaksanaan Seminar hari Jadi Soppeng.
5. selain itu angka dua atau tiga juga bermakna : - jika angka 2 + 3 = 5 yang berarti :
makna kata dalam huruf karawi lambing Daerah yaitu ADE, RAPANG, WARI, BICARA, SARA ’
Rukun Islam
Pancasila - jika angka 2 X 3 = 6 yang bermakna : Rukun Islam
6. dipilihnya tahun 1261 adalah menggunakan BACKWARD COUNTING, yaitu pemerintahan Datu Soppeng pertama TAU MANURUNGNGE RI SEKKANYILI atau LATEMMAMALA pada tahun 1261. sehingga dengan demikian hari jadi Soppeng ditetapkan pada tanggal 23 Maret 1261.
PENUTUP : Demikianlah sekaligus sejarah singkat Hari jadi soppeng, untuk diperingati setiap Tahun oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama seluruh masyarakat untuk bersama-sama dalam melaksanakan kegiatan dan mengisi Pembangunan, sekaligus kita bangga sebagai warga Masyarakat Soppeng dalam suatu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: soppengkab.go.id
Desa Umpungeng merupakan desa terpencil yang berada sekitar 100 km utara kota Makassar. Desa ini berlokasi 10 km arah Barat Daya dari Ibu Kota Kabupaten Soppeng. Di desa Umpungeng ini, kita bisa menemukan sebuah tempat yang disebut sebagai “Posi’na tanae”. Sebuah istilah yang dalam bahasa Bugis yang berarti pusat tanah. Yang menarik adalah, meskipun berada dalam lokasi yang terpencil, pelantikan Bupati Soppeng terakhir, H. Andi Kaswadi Razak pada 2016 lalu justru diadakan di tempat ini.
Wilayah “Posi’na tanae” ini sendiri merupakan tanah lapang berbentuk lingkaran yang dibatasi oleh bebatuan besar. Di tengah-tengah tanah lapang ini, terdapat sebuah lubang yang ditutupi oleh batu. Konon, lubang inilah yang menjadi titik tengah dari negara Indonesia. Bahkan, masyarakat setempat percaya bahwa lubang ini sangat dalam dan tidak memiliki dasar sama sekali sehingga penduduk pun sengaja menutupnya dengan batu besar.
Lubang ini dibatasi oleh pagar berukuran kecil sehingga pengunjung pun bisa dengan mudah melihat seperti apa lubang yang sudah ditutupi tersebut. Fakta unik lain, wilayah dengan tanah lapang ini sangat aneh karena hanya di tempat itulah rerumputan bisa tumbuh dengan kondisi yang sangat baik. Karena alasan inilah para pengunjung diminta untuk menginjak tanah lapang tersebut dengan berhati-hati.
Desa Umpungeng sayangnya masih sangat sulit untuk diakses dengan angkutan umum. Bahkan, kita juga harus berhati-hati saat memakai kendaraan roda dua atau roda empat karena jalanannya yang masih curam dan tidak rata.
Setelah Beredar Di Berita Tentang Seorang Warga Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja,Kabupaten Soppeng ,Seorang ibu bernama Hasna yang keadaannya memperihatinkan, lumpuh selama 17 tahun dan hidup berdua bersama suaminya yang setia merawatnya selama dia lumpuh. Kondisi Ibu Hasna baru diketahui saat di liput di media sosial. Ini kemudian mengundang perhatian dari kalangan Mahasiswa Khususnya Organisasi Daerah Kabupaten Soppeng IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng) yang sampai saat ini eksis di kalangan Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat baik di dalam Sulawesi-Selatan maupun luar Sulawesi-Selatan.
Mereka tergabung dalam Tiga Delegasi Organisasi Kemahasiswaan yakni IMPS Kooperti Unhas, IMPS RAYON Liliriaja dan IMPS Kooperti UNM, ketiga delegasi inilah kemudian megadakan penggalangan dana dan Open Donasi Untuk Ibu Hasna .
Ketua Ketua Delegasi IMPS ini turut serta dalam penyaluran donasi di antaranya Yusran Darmansa Ketua IMPS Kooperti Unhas, Resky Fandy Ketua IMPS RAYON Liliriaja,serta Indra Mario Ketua IMPS Kooperti UNM, bantuan ini kemudian di serahkan langsung kepada ibu Hasna Jum'at,(11/12)
Reski fandy mengatakan bantuan kami dari mahasiswa tidak seberapa tetapi semoga ini bisa membantu meringankan beban ibu dan keluarga" Ujar Reski
Hal senada juga di sampaikan oleh Yusran Darmansa ketua IMPS Unhas
"Bahwa kegiatan kami ini murni dari inisiasi kami sebagai mahasiswa yang peduli akan masyarakat soppeng. semoga dapat bermanfaat banyak bagi ibu hasna, kemarin kemarin pemerintah dan masyarakat disibukkan oleh kontestasi politik. Kini pesta demokrasi telah usai harapan kami semoga pemerintah daerah dapat menjangkau semua warganya khususnya yang mengalami kesulitan." Ucap Yusran Di tempat yang sama Indra Mario juga menambahkan "Kegiatan kami ini adalah bagian dari tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian, di Soppeng banyak organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan semoga kedepannya lembaga-lembaga tersebut kita bisa saling bersinergi untuk bagaimana mengawal permasalahan sosial yang ada di daerah tercinta kita ini"
Rombongan Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) yang di pimpin Wakil Rektor I Prof.Dr.Ir. Muh. Restu, MP Berkunjung di lokasi yang akan dijadikan tempat perkuliahan di seputaran Waduk Ompo, Sabtu ( 26/12/2020).
Pada Kunjungan tersebut Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, MP Mengatakan
"Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menjajaki potensi untuk mengembangkan pendidikan tinggi di Kabupaten Soppeng" Ujar Prof.Muh.Restu.
kita ketahui bersama bahwa Soppeng merupakan daerah yang strategis berada pada tempat yang bisa diakses oleh berbagai Kabupaten yang ada di wilayah sekitarnya dan juga kita kenal bahwa Kabupaten Soppeng memiliki sumber daya manusia yang unggul " Tutup Prof Muh.Restu.
Sementara Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Menjelaskan
Bahwa Setelah rombongan dari UNHAS meninjau lokasi ini, maka kemungkinan juga akan bertambah beberapa jurusan " Ujar Kaswadi.
Untuk saat ini yang pasti sudah ada dua jurusan yakni Agribisnis Peternakan dan Pertanian dan akan di tambah jurusan peternakan dan perikanan" Tambahnya.
Semoga ini merupakan petunjuk Allah SWT demi mencerdaskan negeri kita, semoga dapat semakin berkembang serta ada beberapa program yang bisa kami fasilitasi di Bumi Latemmamala ini."
sumber : https://www.kabarsatu.id/2020/12/unhas-akan-tambah-jurusan-di-soppeng.html
Rumah Adat Sao Mario juga dikenal dengan sebutan rumah 100 tiang atau 'bola seratus' dalam bahasa Bugis. Bangunan tradisional ini sekarang berfungsi sebagai museum dengan berbagai koleksi barang antik, baik dari dalam maupun luar negeri.
Berdiri di atas tanah seluas dua hektar, tempat wisata ini dibangun pada akhir tahun 1989. Pendirinya adalah Profesor Andi Mustari, dikenal juga sebagai salah satu orang Bugis yang sukses di tanah rantau.
Lokasi Rumah Adat Sao Mario ini terletak di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota dan berdekatan dengan obyek wisata pemandian air panas Lejja.
Pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar lima ribu rupiah untuk weekday. Sementara untuk kunjungan akhir pekan, harganya naik dua kali lipat menjadi 10 ribu rupiah.
Fasilitas di kawasan wisata ini sudah terbilang lengkap. Terdapat area parkir luas, toilet, warung penjual makanan, dan penginapan dengan harga variatif sesuai fasilitas. Selain itu ada sejumlah petugas yang siap menjelaskan sejarah berdirinya Rumah Adat Sao Mario pada pengunjung.
Tempat Belajar Budaya Pengunjung Rumah Adat Sao Mario tidak hanya bisa melihat bangunan khas Suku bugis, tapi juga berbagai jenis rumah adat khas suku lainnya di Indonesia. Selain Rumah Adat Toraja, ada juga bangunan tradisional ala Minangkabau, Mandar dan Batak.
Rumah Adat Sao Mario menyimpan beragam barang antik, mulai dari kursi, meja, tempat tidur, peralatan perang, dan berbagai jenis batu permata berharga. Bangunan tradisional ini memiliki panjang 40 meter dan lebar 14 meter.
Bagaimana, tertarik untuk mengenal budaya suku Bugis lebih dekat? Langsung ajak teman dan keluarga berwisata ke Rumah Adat Sao Mario Soppeng. Dijamin takkan rugi atau kecewa.
sumber : https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-4044759/rumah-adat-sao-mario-yang-unik-di-sulawesi-selatan
Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS) Kooperti Unhas Menggelar Pembukaaan desa binaan,yang di gelar Di Desa Sering Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng Kamis, (7/1/2021).
Pembukaan Desa Binaan ini merupakan bentuk Program kerja dari IMPS UNHAS dengan mengangkat tema " Masseddi Ri Gau ,Rewe Mappadeceng Ri Wanua Latemmamala."
Dalam pembukaan ini ada beberapa item program kerja yang di paparkan diantaranya program kesehatan, kewirausahaan (ekonomi kreatif),pendidikan dan hukum.dan Program ini merupakan Program kerja yang berkelanjutan.
Hadir dalam Kegiatan tersebut Bupati Soppeng yang diwakili oleh staf ahli bidang hukum Suriasni,M.Pd
Dalam Sambutannya Suriasni Mengatakan "program mahasiswa seperti ini sangat bagus untuk membantu pengembangan desa,semoga melalui program mahasiswa ini bisa membawa perubahan di soppeng terkhusus di desa sering, dan kami minta untuk SKPD untuk tetap mendukung dan mensupport program mahasiswa ini terkhusus kepada pemerintahan desa sering”.Ujar Suriasni
Hal senada yang disampaikan Kepala desa sering muhammad Tang
"Selaku Pemerintah desa kami sangat berterima kasih Kepada Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS) Kooperti UNHAS yang mau membantu Masyarakat kami dan program seperti inilah yang sangat kami butuhkan" Ujar Muh.Tang.
Sementara Yusran Darmansa selaku ketua IMPS Kooperti UNHAs mengatakan
“Semoga program kami ini di support dan di dukung oleh pemerintah daerah, dalam menjalankan program ini kami Dari IMPS Kooperti UNHAS dengan tulus membantu masyarakat.
"Kalau perubahan itu bisa lakukan dengan turun di jalan .Kalau kami sebaliknya berbuat untuk masyarakat di kerja tidak di cerita. aksi tampa action sama halnya kritik tampa solusi, jika kontribusi langsung yang kita berikan itulah yang mampu membuat perubahan "
Sumber :https://www.kabarsatu.id/2021/01/imps-kooperti-unhas-memiliki-desa-binaan.html
Ikatan Mahasiswa Pelajaran Soppeng (IMPS) kembali mengadakan aksi sosial yang di peruntukan untuk saudara-saudara yang terkena dampak musibah bencana alam di Majene dan Mamuju Sulawesi Barat,
Aksi sosial IMPS kali ini terbentuk dalam aliansi delegasi IMPS yang tergabung 11 delegasi IMPS di antaranya IMPS UNM, UIN AM, UNHAS, UMI, UNISMUH, PPNP, UIM, Liliriaja, Lilirilau, Marioriwawo, Lalabata dan IMPS Asrama V,
Aksi tersebut berlangsung di beberapa titik di Watansoppeng di antaranya bundaran 72 kota Soppeng, depan masjid raya Soppeng, dan lampu merah perempatan Malaka
Aliansi delegasi IMPS juga membuka donasi untuk seluruh masyarakat melalui no.rek, BNI 1117230403 a.n Muhammad Arifin Syam kontak WA 081243156723, dan no.rek, BRI 011801036343506 a.n Hamaluddin Konta seluler 081344665960 dan donasi bisa di salurkan langsung di Posko penerimaan bantuan aliansi delegasi IMPS, Wisma dan Cafe Satrya, jln kesatria No. 68, Botto, Watansoppeng,
Salah satu ketua delegasi IMPS menyampaikan ini sekliagus sebegai wadah untuk seluruh masyarakat untuk mempermudah melakukan ibadah-ibadah dengan menyalurkan bantuannya membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah di Sulbar,
Aksi sosial ini rencana kami akan berlangsung selama 5 hari kedepan dan hasil dari aksi ini insyaallah akan kami salurkan langsung ke korban yang terdampak"
Sumber : https://www.wartasulsel.id/2021/01/peduli-bencana-alam-di-sulbarini-aksi.html