Buku "Children of Abraham: An Introduction to Judaism for Muslims" adalah karya oleh Daniel A. Madigan. Buku ini ditujukan untuk menjembatani pemahaman antara dua tradisi agama besar: Islam dan Yudaisme. Buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang Yudaisme bagi pembaca Muslim. Di dalam buku ini ditunjukkan kesamaan serta perbedaan antara dua agama ini, serta memperdalam hubungan antara kedua komunitas yang memiliki akar sejarah dan spiritual yang sama.
Madigan mengadopsi pendekatan yang komprehensif dan objektif. Dia menjelaskan Yudaisme dengan cara yang jelas dan mudah dipahami, menggunakan bahasa yang tidak terlalu teknis untuk memastikan pembaca dari latar belakang yang berbeda bisa memahami isi buku. Buku ini umumnya diterima dengan baik karena pendekatannya yang diplomatis dan informatif. Namun, beberapa kritik mungkin mencatat bahwa buku ini bisa jadi terlalu sederhana dalam hal beberapa aspek kompleks dari Yudaisme, tergantung pada kedalaman pemahaman yang diharapkan oleh pembaca.
Secara keseluruhan, "Children of Abraham" adalah buku yang berusaha membangun jembatan antara dua tradisi agama besar dengan memberikan penjelasan yang jelas dan berguna tentang Yudaisme dari sudut pandang Muslim.
Pemateri: Andhika Sandy Adinata
Moderator: Moh. Ainur Rofiq
Tempat dan tanggal: Basement FU-Senin, 10 Juni 2024
Kelahiran buku ini, diawali dengan keresahan penulis mengenai tingkah laku muslim pada zaman sekarang yang cenderung tidak memakai akalnya dalam beragama, bahkan penulis pun menyindir penyebab adanya muslim yang tidak kritis karena banyaknya tokoh agama yang tidak pakar dalam agama tetapi berbicara agama dan materinya pun dibungkus dengan percintaan.
Pemateri: Bukhari Muslim
Moderator: Samsul Hadi
Tempat dan tanggal: Basement FU-Senin, 03 Juni 2024
Antara hadis nabi dengan ulama adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, maka yang terjadi pada perbedaan paham akan ulama yang benar-benar menjaga kesucian hadis hendaklah jangan dianggap sebagai sarana untuk memecah belah umat ini. Perbedaan itu rahmat dan perpecahan merupakan malapetaka bagi agama Islam.
Pemateri: Muhamad Gymnastiar
Moderator: Wildan Abdillah
Tempat dan tanggal: Basement FU-Senin, 27 Mei 2024
Al-Qur'an adalah petunjuk bagi manusia, maka sudah sepantasnya Qur'an itu relevan dengan kehidupan manusia dari masa ke masa. Pemateri berasumsi bahwa Allah Swt. saja tidak pernah gagal dalam mengelola tatanan alam semesta, apalagi dibandingkan dengan tatanan sosial, hukum Allah tidak akan pernah gagal. Maka dari itu, pemateri mengatakan "jadikanlah al-Qur'an sebagai maps dalam berkehidupan sosial agar kehidupanmu tertata dan tidak berantakan".
Pemateri: Albar Muntashar
Moderator: Abydzar Aldifary
Tempat dan tanggal: Basement FU-Senin, 20 Mei 2024
Tafsir fii Zhilal al-Qur'an adalah karya tafsir Sayyid Qutb yang ditulis dalam dua periode, sebelum dan sesudah penjara. Metode penafsirannya meliputi tahlili, pendapat mufassir, dan perbandingan dengan pemikiran lainnya. Tafsir ini mengikuti struktur tartib mushafi, membahas asbabun nuzul, munasabah ayat, dan makna kosa kata secara gramatikal. Fokus tafsirnya adalah adab dan sosial kemasyarakatan (al adabi wal ijtima'i), yang juga mengacu pada latar belakang Sayyid Qutb yang memperjuangkan Islam dengan gerakan revolusi melawan pemerintahan Presiden Gamal Abdul Nasser di Mesir.
Pemateri: Rowdotussilmi Harahap
Moderator: Fahmi Syukut
Tempat dan tanggal: Basement FU-Senin, 13 Mei 2024
Tasawuf dalam istilah bahasa berasal dari kata shuf yang artinya bulu domba, yang melambangkan kesederhanaan, sehingga tasawuf itu dalam kesehariannya selalu sederhana. Lalu, mengapa tasawuf itu dianggap sesat? Tasawuf itu tidak sesat, hanya saja pemahaman masyarakat yang memandangnya dengan kekosongan, bagi para tasawuf setiap orang memiliki jalan yang berbeda dalam mendekatkan diri kepada Tuhannya.
Pemateri: Sayyidul Umam Mubarak
Moderator: Rosih al Faruq
Tempat dan tanggal: Basement FU-Senin, 06 Mei 2024
Method of doubt adalah salah satu metode berfilsafat yang digunakan oleh rasionalisme yaitu dicetuskan oleh Rene Descartes, seperti apa teorinya? Teorinya adalah jika ingin mencapai kebenaran maka ragukanlah semuanya sampai tidak ada lagi keraguan. Pemateri pun menambahkan, jika kita beragama dengan rasionalitas kita, maka kita harus berani menguji kebenarannya.
Pemateri: Abydzar Aldifary
Moderator: Latifa Az-Zahra
Tempat dan tanggal: Basement FU-Senin, 29 April 2024