Keceriaan bersama belajar Bahasa Indonesia menggunakan gawai berbasis web di kelas XI PH 3, Syahrul dkk. (04.12.'25)
Tak pernah berhenti mengembangkan diri, belajar menggunakan web untuk meningkatkan proses pembelajaran. Penggunaan IT sebagai upaya meluaskan ruang belajar, membuka akses informasi dari mana saja sebagai sumber belajar, dan memecah jarak. (02.12.'25)
"Jangan pernah berhenti belajar." Bersama mahasiswa pascasarjana MTP Universitas Jambi angkatan 2024 mengikuti seminar proposal "Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Teaching Factory Jurusan Perhotelan untuk Siswa SMK"(18.09.'25)
“Dari ruang kecil di Merangin aku tumbuh bersama mereka, para pelajar ini belajar berdiri sendiri lewat monolog. Suara mereka tumbuh, keberanian mereka menyala. Terima kasih Balai Bahasa Provinsi Jambi dan Dewan Kesenian Merangin yang percaya bahwa kata-kata bisa mengubah masa depan.” (08.08.'25)
Dipercaya sebagai pemateri "Menulis Puisi dan Deklamasi Puisi Berbahasa Melayu Jambi" bersama para maestro dan guru utama kota Jambi menjadi kebanggan dan suatu kehormatan. Semoga lestari bahasa Melayu Jambi, bahasa Ibu yang membuat kami menjadi bagian dari kebudayan bertumbuhnya literasi. (12.06.'25)
Menjadi bagian dari film Indonesiana "Mantagi: Air dan Manusia" sebagai Coaching talent kembali mengulang peristiwa ketika diberi kesempatan dalam garapan film "Trif n Vlog #pulangkampung". Upaya tak pernah berhenti mengembangkan diri dan belajar. Terima kasih kepada lingkungan yang sudah memberi aku napas untuk bertumbuh di luar kesempatan memerankan tokoh guru di dunia yang bernama pendidikan.(10.04.'25)
Menggagas kegiatan berbagi pengetahuan teknologi bersama teman-teman pascasarjana MTP Universitas Jambi angkatan 2024 merupakan bagian tidak "berenang sendiri di kolam pengetahuan" Semoga Allah Yang Maha Pemilik Ilmu terus menjadikan kami pewaris pengetahuan sebagai bagian dari ibadan dan beramal. Sehat semua para cendikian pengetahuan. "Kalianlah pahlawan penuh penuh tanda jasa di yang ditempatkan di surga." (26.01.'25)
Mendirikan dan mengembangkan Anjungan Puisi sebagai ruang belajar alternatif dan pusat pengembangan budaya dan kesenian sebagai bagian dari upaya mengembangkan visi dan misi pembelajaran sebagai tempat pengejawantahan bakat seni sebagai "juara hidup" yang pantas diberi kehormatan juga. Sesungguhnya siswa berbakat seni sering tidak mendapat keadilan dalam pembelajaran konvensional. Mereka anak tiri dari pembelajaran yang dianggap lebih penting. (28.04.'25)