Pertemuan 1
Pertemuan 1
TEKS ARGUMENTASI
Menurut Anton Moeliono
Anton Moeliono, seorang pakar bahasa yang sangat berpengaruh dalam pembakuan bahasa Indonesia, memandang teks argumentasi sebagai bentuk pemakaian bahasa yang bertujuan meyakinkan pembaca melalui penalaran yang logis dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Garis besar pemikiran Moeliono:
Bahasa dalam argumentasi harus tertata, karena logika dan struktur kalimat menentukan tingkat kekuatan argumen.
Argumen tidak boleh berdiri dari opini semata. Harus ada fakta, data, dan penjelasan yang mendukung.
Tujuan teks argumentasi menurutnya adalah mengajak pembaca melihat kebenaran secara rasional, bukan memaksa atau menekan.
Dengan kata lain, Moeliono menekankan bahwa argumentasi adalah kegiatan berbahasa yang memakai logika sebagai tulang punggung dan bahasa sebagai kendaraan.
Menurut J. S. Badudu
J. S. Badudu, ahli bahasa dan pendidik yang sangat dekat dengan dunia pembelajaran, menjelaskan bahwa teks argumentasi adalah karangan yang disusun untuk membuktikan suatu pendapat melalui alasan-alasan yang kuat.
Pokok pikirannya:
Argumentasi adalah upaya memengaruhi pembaca agar menerima pendapat penulis, tetapi dilakukan dengan cara yang santun dan rasional.
Badudu menekankan pentingnya bahasa yang jelas, tidak berbelit, dan mudah dipahami, agar pembaca dapat mengikuti alur penalaran tanpa tersesat.
Ia menilai bahwa argumentasi yang baik adalah yang menjawab keraguan pembaca melalui contoh, fakta, dan penjelasan yang relevan.
Dalam pandangan Badudu, argumentasi bukan hanya soal isi yang logis, tetapi juga cara penyampaian yang memudahkan pembaca melihat kebenaran yang diajukan.
Inti Persamaan Keduanya
Meski berasal dari perspektif berbeda, keduanya sepakat bahwa:
Teks argumentasi memerlukan penalaran logis.
Argumen harus ditopang oleh fakta atau bukti.
Bahasa yang dipakai harus jelas, runtut, dan bertanggung jawab.
Moeliono lebih menyoroti sisi keteraturan bahasa dan logika, sedangkan Badudu menekankan kejelasan penyampaian dan tujuan membuktikan pendapat.
Contoh Teks Argumentasi 1
Dalam dunia perhotelan, keterampilan komunikasi bukan sekadar kemampuan tambahan, tetapi menjadi salah satu syarat utama yang menentukan kualitas pelayanan kepada tamu. Setiap interaksi kecil, mulai dari sapaan di lobi hingga penjelasan fasilitas kamar, membutuhkan kemampuan berbicara dengan jelas, sopan, dan meyakinkan. Tanpa komunikasi yang baik, pelayanan hotel yang sebenarnya sudah terstandar dapat terasa kurang nyaman bagi tamu.
Fakta menunjukkan bahwa banyak keluhan tamu bukan disebabkan oleh fasilitas yang kurang, melainkan oleh kesalahpahaman dalam komunikasi. Kesalahan memberikan informasi, penggunaan bahasa yang kurang tepat, atau respon yang tidak ramah dapat memengaruhi citra hotel secara keseluruhan. Karena itu, keterampilan komunikasi menjadi dasar kerja yang harus dimiliki semua staf hotel, baik di front office, housekeeping, maupun food and beverage.
Selain itu, komunikasi yang baik dapat menciptakan kedekatan emosional antara staf dan tamu. Tamu yang merasa dihargai akan lebih mungkin merekomendasikan hotel tersebut, bahkan kembali berkunjung. Dengan kata lain, kemampuan berkomunikasi berperan langsung dalam meningkatkan loyalitas tamu dan keberlanjutan bisnis hotel.
Berdasarkan alasan-alasan tersebut, keterampilan komunikasi layak dianggap sebagai kompetensi inti dalam dunia perhotelan. Melalui latihan yang terus-menerus, penggunaan bahasa yang sopan, dan kemampuan mendengarkan dengan empati, seorang tenaga perhotelan dapat memberikan pelayanan yang bukan hanya profesional, tetapi juga bermakna bagi setiap tamu.
latihan Soal Esai