Berdirinya ICU RSPAD Gatot Soebroto
Didirikan pertama kali tahun 1975, bersama sama dengan berdirinya ruang pulih sadar pada bagian anestesi. Ruang pulih sadar ini selain untuk perawatan pasien paska operasi sebelum dikembalikan ke ruangan, dimanfaatkan pula sebagai ruang perawatan intensif dengan penanggung jawabnya adalah bagian anestesi dengan dokter jaga dan perawat-perawat anestesi.
Sejalan dengan perkembangan keadaan maka tahun itu juga (1975), didirikan suatu bagian Perawatan Intensif terpisah dari bagian anestesi yang bersifat serba guna, tidak untuk menampung pasien paska bedah saja, tetapi menampung pasien pasien gawat dari semua bagian rumah sakit.
Bagian Intensive Care ini dipimpin pertama kali oleh seorang anestesiolog yang menjadi penanggungjawab, di mana turut berperan sebagai konsultan adalah para dokter spesialis yang berada di semua bagian rumah sakit, yang akan memberi konsultasi jika sewaktu-waktu diperlukan.
Perawatnya adalah perawat tetap dari bagian Perawatan Intensif, yang beberapa diantaranya mempunyai klasifikasi Perawat mahir ICU, yang terbagi dalam 3 giliran jaga untuk dapat melayani selama 24 jam sehari.
Sebagai kepala bagian yaitu Kolonel dr. Ilyasyak M Ali,SpAn.
Mulai tahun 1979, maka bagian Intensive Care menjadi departemen baru, yaitu: “Departemen Perawatan Intensif”, atau ada yang menyebut dengan istilah populer yaitu Departemen Intensive Care Unit (Dep. I.C.U).
Pada mulanya ruang rawat ICU mempati 2 lantai, yaitu lantai dua dan tiga Gedung sebelah belakang gedung bedah, dan kemudian dalam rangka efisiensi tinggal satu yaitu di lantai 2 gedung ICU yang sekarang, dengan kapasitas tempat tidur 16 buah. Kemampuan perawatan ICU adalah setara dengan kemampuan ICU tertier, yaitu memerlukan dokter jaga khusus yang tinggal di ruang perawatan intensif serta merupakan dokter tetap ICU dan rasio antara perawat dan pasien 1:1.
Adapun kemampuan ICU meliputi:
a. Perawatan ICU meliputi:
- Perawatan intensif neonatus/ pediatrik
- Perawatan intensif pasien dewasa
- Perawatan pasien dengan penyakit jantung coroner
b. Perawatan ICU khusus, yaitu:
- Perawatan pasca operasi jantung terbuka.
- Perawatan Pasca Transplantasi ginjal
- Perawatan pasien pasca operasi otak
- Perawatan pasien dengan CAVH/D
- Perawatan pasien dengan luka bakar luas
Setiap dokter jaga selalu siap di tempat selama 24 jam, staf perawatan terdiri dari perawat-perawat tetap yang bertugas dalam 3 shift. Para perawat ini mendapat didikan dan Latihan untuk pemahiran intensif sambil bekerja. Kemudian perawat-perawat ini selanjutnya dididik formal dalam teori dan praktik untuk menjadi perawat mahir ICU. Demikian juga dengan dokter-dokter tetap ICU.
Kasus kasus yang dirawat di sini adalah pasien yang keadaannya gawat karena maut mengancam cepat, atau lebih dari 2 fungsi organ mengalami kegagalan, yang diperkirakan masih reversible yang kalua ditolong segera masih dapat diperbaiki.
Pasien pada umumnya memerlukan upaya bantuan kedokteran yang terus menerus dari menit kemenit secara cermat dan teliti, setidaknya merupakan observasi fungsi organ secara sering, berulang dengan sistem pemantuan khusus.
Yang perlu mendapat pengawasan adalah:
- Sistem syaraf pusat dan perifer.
- Sistem metabolism yang meliputi perubahan suhu badan.
- Perimbangan cairan dan elektrolit serta gangguan asam basa, perimbangan kalori serta perimbangan nitrogen atau protein.
- Sistem pernapasan.
- Sistem kardiovaskuler.
- Sistem gastro-instestinal
- Sistem Genito urinaria.
- Sistem hematologik termasuk koagulasi.
Pengawasan dan penanganan fungsi organ yang tanpa memandang penyebabnya adalah merupakan dasar Upaya kedokteran intensif untuk tujuan memperbaiki prognosis penderita dari waktu ke waktu dan perbaikan akan terlihat dalam pemantauan perbaikan fungsi-fungsi tadi dan selanjutnya pasien dapat ke ruangan.
Di samping berfungsi sebagai pelayanan untuk pasien-pasien kritis maka ICU juga berfungsi sebagai tempat Pendidikan perawat mahir ICU dari Mabes TNI-Hankam.
ICU juga sebagai tempat adaptasi bagi dokter-dokter umum baru yang yang akan ditempatkan di RSPAD Gatot Soebroto. Perlengkapan yang dipakai di Unit Perawatan Intensif ini disiapkan untuk dapat menyelenggarakan Upaya kedokteran secara intensif dan maksimal sampai dengan menggantikan jalannya atau fungsi sesuatu system organ secara artifisial (buatan) sementara waktu, misalnya dengan perangkat perlengkapan pernapasan buatan, ginjal buatan, pendenyut jantung buatan dan nutrisi buatan. Sesudah Letkol dr. Hasmoro memimpin Departemen ini, dari tahun 1979 s/d 1987 pindah menjadi Kepala Depertemen Anestesi, sedangkan Departemen Perawatan Intensif mulai tahun 1987 dipimpin oleh Mayor dr. Richard Paul sampai 1990, dan kemudian Letkol dr. Atidy Ulyana Mughni. Setelah dokter Atidy menjadi Kolonel dan akan menjabat sebagai Kepala Depertemen Anestesi, maka pada tahun 1993 kadep ICU diserahterimakan ke Letkol dr. H. Samri Naumar sampai bulan September tahun 2000, dilanjutkan oleh Kadep baru yaitu dr. Indung W.P.Sp.An. s/d bulan Juli tahun 2003. Selanjutnya, diserahkan kepada dr. Christian A.J. SpAn KIC sebagai pelaksana kadep sampai tahun 2005 dan sekarang sehubungan adanya perubahan struktur organisasi. Unit Watsif bergabung dengan anestesi menjadi satu bagian dengan nama instalasi anestesi dan reanimasi sehingga secara structural departemen watsif berubah menjadi sub instalasi watsif yang dikepalai oleh Kasub Instal Watsif sejak bulan Mei 2006 sampai sekarang.
Keterangan:
Kepala ICU:
1. Bagian Perawatan Intensif: Kolonel dr. Ilyasyak Ali, SpAn. 1975-1979
2. Departemen Perawatan Intensif: Letkol dr. Hasmoro SpAn. 1979 s/d 1983
3. Bagian Perawatan Intensif: Mayor dr. Richard Paul,SpAn. 1987-1990
4. Bagian Perawatan Intensif: Letkol dr. Atidy Ulvana Mughni, SpAn. 1990-1993
5. Bagian Perawatan Intensif: Letkol dr. H. Samri Naumar, SpAn.KIC,1993-2000
6. Bagian Perawatan Intensif: dr. H. Indung Wibi Priatno.SpAn. Sept 2000 s/d bulan juli tahun 2003
7. Bagian Perawatan Intensif: dr. Christian Albert Johanes, SpAn.KIC. 2003-2005
8. Kasub Instal Watsif: dr. Christian Albert Johanes, SpAn.KIC. 2005-2009
9. Kasub Instal Watsif: Letkol Ckm dr. Joko Waluyo, Sp.An . 2009-2013.
10. Kasub Instal Watsif: dr. Dis Bima Purwaamidjaja, SpAn.KIC.Mkes. 2013-Feb 2015
11. Kasub Instal Watsif: dr. Sri Sunarmiasih,SpAn.KIC. Feb 2015-Feb 2018
12.Kasub Instal Watsif: Letkol CKM dr. Basuki Racmad,SpAn.KIC.,M.Kes. Maret 2018 s/d Oktober 2018
13. Validasi orgas dari Kasub Instal Watsif instalasi Anestesi & Reanimasi menjadi Kasub Instal Watsif Oktober 2018-oktober 2020
14. Kepala Instal Watsif Kolonel CKM dr. Basuki Rachmad, SpAn. KIC., M.Kes. Oktober 2020 s/d sekarang
15. Kepala Instal Watsif Kolonel dr. Agus Waluyo, SpAn.KIC Oktober 2023 s/d sekarang