Langkah-langkah Recover Data From Switchgear Melalui WSOS5
Coonect laptop ke RTU menggunakan software WSOS5
Expand menu Calibration
Pilih Calibration (Jika switchgear status atau switchgear data status invalid makan pilihan Recover Data From Switchgear dapat di klik)
Pilih save data to file untuk backup, simpan file .cal pada direktori laptop
Klik Recover Data From Switchgear
Masukan serial number switchgear
Klik Write Data to SCEM
Selesai
Operator Menu - Operator Control - Detection
Jika SSO tidak berhasil trip & setting sudah benar / sesuai, maka perlu di cek parameter berikut ini:
Pastikan baterai dalam kondisi prima, SOC dan SOH dalam keadaan Good and Pass (>70%)
Cek Detection di RTU atau dapat melalui software WSOS, pastikan dalam posisi ON
Cek setting inrush restrain, pastikan posisi OFF, karena pada beberapa kasus fungsi inrus ini justru malah mem-block fungsi SSO
Jika dilihat dalam event, maka SSO sudah pickup, tetapi karena 3 (tiga) poin diatas SSO menjadi gagal bekerja
Permasalahan:
Terjadi pada RTU Cooper FXD2000 dengan Firmware version 1.00.18 kebawah
Sesaat setelah setting SSO (Sectionalizer) diaktifkan maka akan terjai trip anomali, dengan indikasi yang pernah muncul adalah undervoltage atau RSTG
Solusi:
Upgrade firmware version ke 1.00.23
Setelah dilakukan upgarde firmware, maka tidak terjadi lagi anomali trip pada SSO dan arus gangguan yang terbaca SCADA sudah sesuai dengan real di RTU
Kontra indikasi:
RTU dengan firmware version 1.00.13 kebawah tidak dapat diupgrade ke 1.00.23
Setelah dilakukan upgrade pada poin 1, RTU menjadi error
Techpro Panel RTU : 0000 | Software R-Manager : 1234
PTCC Panel RTU : CAPM | Software WSOS : capm, AAAA, 000000, wsos
ADVC Panel RTU : AAAA | Software WSOS : capm, AAAA, 000000, wsos
Sintra Panel RTU : 0000 | Software FTU-Man : ftuman
MJK Panel RTU : 0000 | Software FTU-Man : ftuman
Joongwon RTU : 0000 | Software FTU-Man : ftuman
Cooper FXD2000 : 33333333 | Software Launch : Admin | Software Settings : 33333333
Neopis : 0000 | Software CAMia : 0000
ENTEC : | Software ETIMS : entecene
Posisi switchgear harus close dan berbeban minimal 10 A
Lepaskan socket JP5 atau terminal menuju ke motor (MS) yang terpasang pada board dan tertutup plat alumunium. Terminal JP5 ini memiliki 4 pin (urutan kiri ke kanan : 4 3 2 1). Pin 4-3 dijumper dan pin 2-1 dijumper.
Turunkan nilai setting Phase dibawah beban sehingga Led Fault Indicator fasa R, S dan T menyala
Ukur tegangan DC pada terminal JP5 di pin 4 dengan pin 3 atau pin 2 dengan pin 1
Lepaskan socket tegangan (Voltage Input) yang terdapat pada bagian belakang RTU sehingga tegangan 3 fasa pada RTU menjadi 0 kV
Lepaskan socket arus (Current Input) yang terdapat pada bagian belakang RTU sehingga arus 3 fasa pada RTU menjadi 0 A
Jika SSO berhasil bekerja, maka tegangan pada terminal JP5 akan berubah dari 0 VDC menjadi 27 VDC
Function Group 1
- Phase Fault Setting Group 1
- Phase Fault Pickup Current : 250 A
- Phase Operation Time : 0.05 sec
- Phase Reset Time : 0.1 sec
- Phase Inrush Restraint : NO
- Ground Fault Setting Group 1
- Ground Fault Pickup Current : 15 A
- Ground Operation Time : 0.05 sec
- Ground Reset Time : 0.1 sec
- Ground Inrush Restraint : NO
- SEF Setting Group 1
- SEF> Fault Func (OFF/ON) : NO
- SEF>> Fault Func (NO/ALARM/TRIP) : NO
- Inrush Setting Group 1
- 2nd Inrush Func ON/OFF : NO
System Configuration
- Wiring : 3P4W
- Hz : 50Hz
- Rated Voltage : 11.5 kV
- CT Ratio : 1000
- NCT Ratio : 1000
- Average Value Interval : 15
- FI RESET Selection : MANUAL
- Voltage Display Standard : L-L
- Phase Position : ABC
- Phase Rotation : 0-240-120
- Source Side (ABC/RST) : ABC
- Energy Log Duty (Month/Week) : Week
- Closing Delay(0~300s) : 0
- Check V for FI : YES
- Reclaim time for FI : 2
- Important Key Delay : 0
- Voltage Sensor Fail Checking Delay : 0
- Current Cutting Level : 0.1
- Voltage Cutting Level : 25
Perlu diketahui :
Untuk mengaktifkan fungsi SSO sampai trip, RTU harus dalam mode remote dan RTU dan tangki harus tersambung
Untuk melakukan skema simulasi, pilih Menu CONFIGURATION>Simulation Value. Berikut besaran parameter yang bisa digunakan untuk menyimulasikan adanya gangguan :
Ia1 / Ia2 : 100 A / 500 A pada derajat 0
Ib1 / Ib2 : 100 A / 500 A pada derajat 240
Ic1 / Ic2 : 100 A / 500 A pada derajat 120
Va1=Vr2 : 11 kV / pada derajat 0
Vb1=Vs2 : 11 kV / pada derajat 240
Vc1=Vt2 : 11 kV / pada derajat 120
Hz1=Hz2 : 50 [Hz]
RunTime1,2 : 10 s
Status1,2 : CLOSE
Trigger1,2 : CLOSE, OPEN
Setting arus fasa dan ground pada menu function
Setting delay time pada menu system configuration
Lepaskan kabel dari connector JP5 di sisi kiri Interface Board
Lihat gambar : https://drive.google.com/file/d/1X2XGwJYHgozm_ByU4X5V54dRo6CYPAbL/view?usp=sharing
Siapkan pengukuran tegangan dengan voltmeter di JP5 dengan polaritas - + - + berurut dari atas ke bawah
Pastikan lampu SOURCE dan LOAD menyala. Jika tidak sesuaikan tegangan dengan trimpot panel bagian bawah RTU
Lihat gambar : https://drive.google.com/file/d/1X9ej37_PjvyCEnoNBzZq_l8KNJKXRI0J/view?usp=sharing
Atur agar Phase Fault atau Ground Fault berada di posisi fault, pastikan fault terbaca dengan melihat lampu indikasi di depan RTU (Lampu harus ON)
Lihat gambar : https://drive.google.com/file/d/1XAPlK0MX1nquvdnMWAuaTsS4Af0WU-8z/view?usp=sharing
Cabut connector arus dan tegangan (Urutan pelepasan tidak masalah)
Lihat gambar : https://drive.google.com/file/d/1XBJKNBgRQDQ3j405bYT7yRkpmbL5qfjl/view?usp=sharing
Perhatikan nilai pada volt meter. Jika keluar tegangan 27 VDC maka fungsi SSO sudah bekerja (Tegangan ini akan bertahan 4 detik)
Lepaskan kabel dari connector JP5 di sisi kiri Interface Board
Lihat gambar : https://drive.google.com/file/d/1X2XGwJYHgozm_ByU4X5V54dRo6CYPAbL/view?usp=sharing
Siapkan pengukuran tegangan dengan voltmeter di JP5 dengan polaritas - + - + berurut dari atas ke bawah
Pastikan lampu SOURCE dan LOAD menyala. Jika tidak sesuaikan tegangan dengan trimpot panel bagian bawah RTU
Lihat gambar : https://drive.google.com/file/d/1X9ej37_PjvyCEnoNBzZq_l8KNJKXRI0J/view?usp=sharing
Atur agar Phase Fault atau Ground Fault berada di posisi fault, pastikan fault terbaca dengan melihat lampu indikasi di depan RTU (Lampu harus ON)
Lihat gambar : https://drive.google.com/file/d/1XAPlK0MX1nquvdnMWAuaTsS4Af0WU-8z/view?usp=sharing
Cabut connector arus dan tegangan (Urutan pelepasan tidak masalah)
Lihat gambar : https://drive.google.com/file/d/1XBJKNBgRQDQ3j405bYT7yRkpmbL5qfjl/view?usp=sharing
Perhatikan nilai pada volt meter. Jika keluar tegangan 27 VDC maka fungsi SSO sudah bekerja (Tegangan ini akan bertahan 4 detik)
https://drive.google.com/drive/folders/1gMj2s7Vfx2JpeKc1Ds9gR_OgzlSL-f6A?usp=sharing
IK dan Firmware file ada pada tautan diatas
Permasalahan:
Terjadi pada RTU dengan firmware version 1.1.8.0 kebawah
SSO akan trip ketika ada gangguan transmisi, gangguan di penyulang lain, gangguan di bukan percabangannya dan tidak ada gangguan sama sekali
Indikasi yang muncul berbeda dengan indikasi di pangkalnya, lebih sering muncul RSTG dengan arus mencapai 2-3 kA dan ground mencapai 300 A
Solusi:
Upgrade firmware minimal ke versi 1.1.8.10 atau minimal ke versi 1.1.8.9
Posisi switchgear harus close dan berbeban minimal 10 A
Lepaskan terminal Control yang terdapat pada bagian belakang RTU
Turunkan nilai Phase dibawah beban sehingga menjadi overload (Led Fault Indicator belum menyala sebelum trip)
Ukur tegangan DC pada terminal Control pin nomor 1 dan 2 atau 3 dan 4
Lepaskan terminal tegangan (Voltage Input) sehingga tegangan 3 fasa pada RTU menjadi 0 kV
Led Fault Indicator fasa R, S dan T akan menyala apabila SSO sudah bekerja
Jika tegangan pada terminak control berubah dari 0V VDC menjadi 27 VDC maka SSO berhasil bekerja.
SERECLOSERS:JJC:32826