https://www.blogger.com/blog/post/edit/2973569462107712601/1840474918810955503
Getaran Urat Nadiku
Setengah abad nadiku kuat mengikat
Melangkah penuh daya semangat
Rileks kiri dan kanan
Bahkan mutar bawah atas leluasa
Bicara penuh timbang kata
Dengar terngiang romansa sopan
Berbuat penuh bijaksana
Setiap langkah siaga seluruh penjuru
Jauh pandang menembus sukma
Damai di hati Indonesiaku
Tapi kini getar nadiku lemah
Suap makan pikir sejuta untuk esok masih hidup
Aktifku diputus sebelah
Ingat janji tak terbalaskan
Besar nyali tak berdaya
Surut langkah bibir masker
Bicara tak pedas terasa
Dengar sedih berselimut takut
Berbuat tangan diborgol undang undang
Pikir solusi tak mempang kuat kuasa
Melangkah dibatasi himbauan bernilai uang
Iming uang matikan getar urat nadiku
Sejuta harapan hikmah Corona
Eropa suarakan urat nadiku
Amerika suarakan urat nadiku
Asia suarakan urat nadiku
Indonesiaku Urat Nadiku tetap kuat denganmu
Karya Muh Hasyim
Setulus KuasaMu
Hari perhitungan tiba-tiba datang
Tuan di bawah kolom merannggak keluar
Teriak histeris diiringi tawa geli
Menyesali bekas bekas kata
Tangis dialiri sakit pilu
Kembali mohon sedetik buat betulkan kata
Telat di depan tak ada pilihan
Terima dua mata tangan setulus kuasamu
Terbayar untuk selamanya
Karya Muh Hasyim
Batas Ruang
Ruang ruang batas
Batasi langkahku
Batasi ayunku
Batasi pandangku
Batasi rasa yang bebas
Bebas melangkah
Bebas melihat
Bebas berasa
Rasa satu hari
Rasa dua hari
Tak terbayangkan rasa
Tak tertahankan rasa
Tak terhitung rasa dikurung
Dikurung dalam dalam
Dalam batas tak bertepi
Empat belas sama dua abad
Seabad sama seratus waktu dikurung
Bertanya pikirku apa salah
Salah di tanduk
Salah di kaki
Salah di nafsu
Bercampur adu
Mencari jalan menuju terang
Sayang belum temu
Temu terang bintang nan jauh
Karya Muh Hasyim
Kita Saat Ini
Selalu bangga dalam diam
Selalu senang dalam derita
Tertawa di atas sakit
Sakit lisan tak bermakna
Sakit pandang tak bermakna
Sakit dengar tak berilmu
Sakit tangan tak berguna
Sakit kinginan tak kenyang
Sakit langkah tak terarah
Karya Muh Hasyim
Tak terasa
Derai basahi lorong hidungku
Tak terasa tersedu sedu
Mulutku berucap sunyi
Ampunilah aku Pencitaku
Teringat seluruh ucap
Seluruh pandang
Seluruh dengar
Daya buat tanganku
Nafsu tak berhargaku
Langkahku tak terarah
Merintih memohon tak berdaya
Mampukan lisanku
Mampukan pandangku
Mampukan dengarku
Mampukan buatan tanganku
Mampukan langkahku
Mampukan semua
Tuk laksanakan seluruh perintahMu
Dan sulitkan tuk semua
Lisanku lihatku dengarku buatanku nafsuku langkahku
Tuk laksanakan seluruh larangMu
Aku jatuh lemas pada Mu
Engkau maha dengar dan maha terima taubat kabulkan doaku aamiin
Karya Muh Hasyim
Kukenang
Karya: Muh Hasyim
Dia bahagia di sisi-Nya bapak
Tabungan taman firdaus orang tuanya kelak
Bebonuk menyimpan sejuta kenangan
Romantisme bapak dan ibu
Juga kenangan kampus biru tak pernah hilang
dariku
Mahasiswa bapak waktu itu
Mengenang kami
lugu dan idealis
Untuk menata bumi bebonuk menjadi taman surga
Surga di atas batu putih impian
Namun hawa nafsu dunia telah merampas impian itu dari kita
Walau secuil harapan tetap di hati sampai kini
Roda selalu berputar bapak
Putus disambung sakit diobati sesal dahulu petik hasil di kemudian
Atambua 2 Juni 2020
Niatmu Setulus Salju
Karya: Muh Hasyim
Ketika aku dalam buaian rahasiamu
Hanya firasat alam akan terwujud kelak
Dari hati tembus awan putih tak berharap
Mendung esok hari terpikirkan dengan matang
Timbul dari kegelapan di belakang dapur yang penuh nafsu
Belakang dapur dari dinding putih berilmu yang membagimu
Menjadi pecahan yang rapuh tak berilmu
Tapi nasib hidup mati telah terdata
Lima puluh ribu tahun sebelum dunia tercipta
Aku kini berniat membereskan belakang dapur
Dan dari dinding putih yang berilmu
Bahkan dari jendela sipitku
Merapikan dengan usaha ilmu
Di atas landasan tanah di bawah anyaman lontar dan alang
Tutwuri mengembara di pelosok
Berarak anak dusun dari kampung
Menganyam tali silaturahmi anak pelosok
Kelak menggapai niatku tercapai di akanan
Menit terakhir rapuhkan niatku
Kelak aku harus terpaksa lihat jendela sipitku
menghias di setiap sudut pelosok
Dengan tertawa belakang dapur dari dinding putih berkata dia bisa
Aku gigit jari menyaksikannya?
Atambua Juni '20
Ada Sebelum Dunia Ada 2
Karya:Muh Hasyim
Dimana keyakinan hakikimu?
Pedoman sepuluh perintah-Nya
Jangan menyembah berhala jangan sujud pada yang menyerupai selain pada-Ku
Jangan sembarangan bersumpuh dengan nama-Ku
Bekerjalah selama enam hari tapi hari sabat dengarkan seruan-Ku
Hormati sayangilah kedua orang tuamu karena restu mereka restu dari-Ku
Jangan membunuh sesama dalam perencanaanmu karena engkau akan Ku-laknat dalam api abadi
Jangan berzina hiasi syahwatmu dengan menikahi
Buah cinta zina bahan bakar api abadi buah cinta nikah penghias taman firdaus balasan untuknya ridho-Ku
Jangan paksa ambil hak orang lain kelak Aku-paksamu masuk api abadi
Jangan menjadi saksi palsu membenarkan kebohongan
Kelak mulutmu tiada berkata pancaindramu bersaksi benar pada-Ku
Engkau Ku-perintahkan malaikat melempar ke api abadi
Jangan berselingkuh suami atau istri jika engkau langgar sengsara dunia akhirat balasan-Ku
Jangan berniat memiliki milik orang lain jika engkau langgar murka-Ku berat dunia akhirat bagimu
Atambua, 9 Juni '20
https://www.blogger.com/blog/post/edit/2973569462107712601/6317797752564486139
Ada Sebelum Dunia Ada 1
Karya: Muh Hasyim
Butuh keyakinan hakiki dari ada
Lima puluh ribu tahun sudah ada sebelum dunia ada
Hidup mati jodoh ada sejak itu
Ada pertama Adam kemudian Hawa
Tinggal di singgah sana baru belakangan ada
Dunia dikunfayakun dalam batas waktu
Hawa tergoda tergelincir nafsu
Sanksi keras jatuh tertimpa terbuang ke dunia
Sepuluh perintah-Nya ikut pedomani
Adam hawa dan cucu kelak di dunia
Dengan keras kerja sebagai ujian memuju nirwana abadi
Kamu hidup harus kelompok berdampingan
Ada bermacam suku tersebut jauh sebelum ada
Ada berwarna nada bahasa terdengar nyaring sebelum ada
Terdiam dalam tanah berupa bentuk sebelum ada
Bersama bermacam makhluk makan bernafas dari air dan udara sebelum ada
Api membakar nafsu manusia dari tanah pun sebelum ada
Awan berarak berbentuk gugusan pulau di langit sebelum ada
Ranting patah daun gugur pun sebelum ada
Seluruh jebakan indah menghiasi bumi menggoda nafsu ingin milikinya sebelum ada
Takkan habis dibilang sebelum ada
Dimana keyakinan hakikimu?
Atambua, 9 Juni '20
https://www.blogger.com/blog/post/edit/2973569462107712601/3647462787608614917
AKHIR ZAMAN 1
Karya: Muh Hasyim
Kata arah pada anak cucu sebelum jadi.
Siapa arahmu jawabmu!
Engkau arahku jawab tegas pada-Nya.
Hidup mati jodohmu pada-Ku!
Tapaki semua coba dengan-Ku di sana!
Kelak engkau temui coba di ujung pikir.
Bunda lahirkan raja di tengah lindung.
Besi terbang sekilat waktu menjangkau landasan.
Kayu besi berjalan beralas samudra menjangkau tepi.
Cobaan datang kelak tiada pilih siapa
Ajal menyapa siapa dengan ketentuan-Nya
Sakit menyapa siapa dengan ketentuan-Nya
Pagi siang malam berganti dengan ketentuan-Nya
Ombak beriak angin menghembus matahari menerpa dalam ketentuan-Nya
Sombongan yang mengikat diri itu ujian-Ku padamu
Kelak lelaki berwajah cantik balikan wanita ganteng
Kelak anak ingusan berpikir dewasa balikan pikir ingusan
Kelak tenagaku berubah ke tenaga super mesin
Tanda akhir zaman sudah di mata
Atambua, 10 Juni 2020