Gorontalo mempunyai kain khas yang dinamakan Kain Kawaro. Kain tenun tradisional khas Gorontalo ini sudah ada sejak tahun 1600-an. Kain Kawaro ini menyimpan sejarah yang panjang, pada saat pemerintahan Belanda di Indonesia, keberadaaan kain ini sempat dilarang. Seiring berjalannya waktu, Kain Karawo akhirnya bisa diproduksi secara bebas.
Kain Kawaro mulai dikenal oleh masyarakat luas sejak tahun 1960-an. Banyak peminat kain ini yang membeli langsung ke pengrajin atau memesannya lebih dahulu. Proses pembuatan kain ini cukup rumit dan lama. Satu kain bahkan harus dikerjakan oleh tiga orang dengan tugas yang berbeda. Tidak seperti batik yang dalam pembuatannya bisa menggunakan cap, kain karawo harus dikerjakan menggunakan tangan. Selain melibatkan banyak orang, pembuatan satu kain karawo bahkan membutuhkan waktu seminggu hingga berbulan-bulan untuk menyelesaikannya. Proses yang panjang itulah yang membuat kualitas dan harga dari kain ini cukup tinggi. Karena keindahan kain Kawaro ini sudah sering diekspor ke luar negeri.