Hallo Smanteners, mari awali paginya dengan menghitung reaksi kimia berikut yaa..
Soal 1
Pembuatan besi kasar digunakan bahan utama besi dan paduannya adalah besi kasar, yang dihasilkan dalam tanur tinggi. Bijih besi yang dicampur dengan kokas dan batu gamping, dilebur dalam tanur tinggi. Jenis bijih besi yang lazim dipakai adalah : hematit, magnetit, siderit, dan himosit. Hematit (Fe2O3) adalah bijih besi yang paling banyak digunakan, karena kadar besinya tinggi dan kotorannya paling sedikit.
Hematite - Fe2O3 - 70 % Fe dan Siderite - FeCO3 - 48 % Fe
Pemurnian Besi adalah menghilangkan kandungan oksigen dalam bijih besi.
Salah satunya dengan cara tradisional, blomery, pada proses ini bijih besi dibakar dengan charcoal, dimana banyak mengandung carbon sehingga terjadi pengikatan oksigen, pembakaran tersebut menghasilkan karbondioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO) yang terlepas ke udara, sehingga besi murni didapat dan dikeluarkan dari dapur,kekurangnya tidak semua besi dapat melebur sehingga terbentuk spoge, spoge berisi besi dan silica.
Pada proses pengolahan bijih besi, reaksi antara padatan besi(III) oksida dengan gas karbon monoksida yang menghasilkan lelehan besi dan gas karbon dioksida.
Soal 2
Kimia dalam Karya Seni Alam: Stalaktit dan Stalagmit
Stalaktit dan stalagmit merupakan salah satu keindahan yang ada di gua. Keduanya mencerminkan kekayaan alam yang mempesona.
sumber: ilmugeografi.com/ilmu-bumi/perbedaan-stalaktit-dan-stalagmit
Stalaktit merupakan batuan kapur yang tumbuh dari bagian atas gua dan menuju ke bagian dasar gua, sementara stalagmit sebaliknya. Proses pembentukan stalaktit dan stalagmit berlangsung ribuan tahun. Lamanya proses disebabkan kelarutan CaCO3 dalam air yang sangat rendah yaitu,
CaCO3(s) → Ca2+(aq) + CO32–(aq) Ksp = 3 x 10-9
Kelarutan senyawa kalsium bikarbonat jauh lebih besar dibandingkan senyawa karbonatnya. Pembentukan stalaktit dan stalagmit berhubungan erat dengan larutnya batu kapur (CaCO3) dalam air hujan yang mengandung CO2 menurut persamaan kimia:
CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(aq) → Ca2+(aq) + 2HCO3–(aq) K = 2,4 x 10–5
Penjelasan larutnya CaCO3 dalam air hujan adalah hubungan antara hasil kali kelarutan untuk CaCO3 dan dua persamaan ionisasi CO2 dalam H2O:
CO2(aq) + 2H2O(l) → HCO3–(aq) + H3O+(aq) ; Ka1 = 4 x 10-7
HCO3–(aq) + 2H2O(l) → CO32– + H3O+(aq); Ka2 =5 x10-11
Soal 3
REAKSI KIMIA
Reaksi kimia bisa terjadi di mana saja bahkan di sekeliling kita dan kapan saja. Tidak hanya di laboratorium saja, sebuah materi yang berinteraksi dalam membentuk produk baru disebut reaksi kimia. Seperti saat sedang memasak atau membersihkan halaman rumah juga termasuk aktivitas yang dapat menimbulkan reaksi kimia. Reaksi kimia adalah suatu proses di mana satu atau lebih zat dirubah menjadi zat yang berbeda dan menghasilkan produk yang baru.
Ada juga reaksi atau proses kimia yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari terkait hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip kimia hijau misalnya pembakaran tidak sempurna, perkaratan atau korosi pada logam, dan mencuci dengan deterjen. Oleh karena itu kita dituntut untuk bisa bersikap dan bertindak secara bijaksana.
Mari jawab 3 pertanyaan refleksi dari masing masing teks diatas dalam google form ini: