Atom karbon (C) memiliki 4 elektron valensi. Hal ini memungkinkan atom C dapat membentuk pasangan elektron bersama dengan atom lain untuk membentuk ikatan kovalen dan mencapai kestabilan (kaidah oktet).
Oleh karena itu, atom C dapat membentuk 4 ikatan dengan atom lainnya sehingga kemungkinan senyawa yang terbentuk juga sangat banyak.
Ikatan antar atom carbon dapat membentuk :
ikatan tunggal , ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga
rantai karbon terbuka (alisiklik) dan rantai karbon tertutup (siklik)
rantai karbon tak bercabang dan rantai karbon bercabang
Saat ini ada lebih dari 2 juta senyawa karbon Penyebab jumlah yang begitu banyak adalah karena adanya kekhasan atom Carbon. Atom karbon memiliki ciri yang khas yaitu :
Atom C memiliki 4 elektron valensi (Gol IV A) sehingga dapat membentuk 4 ikatan kovalen.
Atom C dapat membentuk rantai karbon lurus maupun bercabang.
Atom C dapat membentuk rantai C terbuka (alifatik) maupun rantai tertutup (siklik).
Atom C dapat membentuk ikatan tunggal (ikatan jenuh), rangkap 2 (gol alkena) dan rangkap 3 (gol alkuna).
Jenis Atom C dalam senyawa HidroKarbon
Berdasarkan jumlah atom C yang diikat secara langsung, maka atom C dibedakan menjadi :
1. Atom C Primer, yaitu jika mengikat 1 atom C lain
2. Atom C Sekunder, yaitu jika mengikat 2 atom C lain
3. Atom C Tersier, yaitu jika mengikat 3 atom C lain
4. Atom C Kuartener, yaitu jika mengikat 4 atom C lain
Atom C dapat dapat membentuk rantai karbon alifatik, alisiklik dan aromatik