Apersepsi 1
perhatikan gambar dibawah ini:
Sumber gambar :
http://thinktrial.blogspot.com/2014/06/kualitas-kertas-koran.html
http://kaltim.tribunnews.com
https://www.pasarlelang.net/galih-nangka/jual-kayu-nangka
Jika kita membakar kertas, karet dan kayu maka akan didapat hasil pembakaran yang berwarna hitam yang dinamakan arang. Zat apakah itu ? Itulah karbon, unsur yang mudah di kenali dari warnanya yang hitam pekat dan merupakan unsur ketiga terbanyak di alam.
Karbon merupakan unsur yang dapat membentuk jutaan senyawa.
Senyawa karbon yang dipakai sebagai bahan bakar diantaranya bensin, solar dan kerosin.
Senyawaan dari unsur karbon yang lain diantaranya PVC, karet, styrofoam,
Apersepsi 2
perhatikan gambar dibawah ini:
Sumber Gambar:
https://tokohinspiratif.id/styrofoam-aman-untuk-kesehatan-tapi/
https://tokoplas.com/blog/plastic/mengapa-plastik-merupakan-material-kemasan-terbaik/c2615b1a-8de1-11eb-8467-7cd30ae46b32
https://www.jualo.com/bahan-bangunan/iklan-pipa-aw-10-in-6-meter
Pertanyaan yang dapat dimunculkan diantaranya:
Senyawa apa yang terkandung dalam styrofoam, botol plastik dan pipa PVC
Berasal dari mana senyawa penyusun styrofoam, botol plastik dan pipa PVC
Mengapa senyawa penyusun styrofoam , plsatik dan PVC banyak jenisnya
Unsur apa yang terbanyak dari senyawa penyusun styrofoam, botol plastik dan pipa PVC
Mengapa unsur tersebut (unsur karbon) dapat membentuk jutaan senyawa yang berbeda
Senyawa penyusun styrofoam, botol plastik dan pipa PVC adalah senyawa karbon.
Dari senyawa karbon dapat untuk membuat berbagai bahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan manusia diantaranya plastik, karet, kertas, styrofoam dan pipa PVC.
Senyawa karbon jumlahnya sangat banyak bahkan jutaan hal ini disebabkan karena ikatan antar atom karbon dapat membentuk rantai karbon bercabang , rantai karbon tak bercabang, rantai karbon siklis , ikatan tunggal maupun ikatan rangkap.
Kalisifikasi senyawa Hidrokarbon sebagai berikut:
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hidrokarbon merupakan suatu senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan unsur hidrogen (H) [1]. Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.
Sebagai contoh, metana (gas rawa) merupakan hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Sedangkan etana merupakan hidrokarbon (lebih terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6 dan propana merupakan hidroarbon yang memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya dengan rumus strauktur CnH2·n+2 (dimana n merupakan banyaknya atom karbon/hidrogen).
Hidrokarbon dapat dikelompokkan berdasarkan tatanama senyawa organik sebagai berikut:
Hidrokarbon jenuh/tersaturasi (alkana) yang merupakan hidrokarbon yang paling sederhana. Hidrokarbon ini seluruhnya terdiri dari ikatan tunggal dan terikat dengan atom hidrogen. Rumus umum untuk hidrokarbon tersaturasi adalah CnH2n+2.[2] Hidrokarbon jenuh merupakan komposisi utama pada bahan bakar fosil dan ditemukan dalam bentuk rantai lurus maupun bercabang. Hidrokarbon dengan rumus molekul sama tetapi rumus strukturnya berbeda dinamakan isomer struktur.[3]
Model tiruan dari molekul metana, CH4. Metana merupakan salah satu contoh hidrokarbon yang masuk dalam kategori alkana, hanya mempunyai 1 jenis ikatan saja.
2. Hidrokarbon tak jenuh/tak tersaturasi adalah hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap, baik rangkap dua maupun rangkap tiga. Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua disebut dengan alkena, dengan rumus umum CnH2n. Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap tiga disebut alkuna, dengan rumus umum CnH2n-2
3. Sikloalkana adalah hidrokarbon yang mengandung satu atau lebih cincin karbon. Rumus umum untuk hidrokarbon jenuh dengan 1 cincin adalah CnH2n.
4. Hidrokarbon aromatik, juga dikenal dengan arena, adalah hidrokarbon yang paling tidak mempunyai satu cincin aromatik.
Hidrokarbon dapat berbentuk gas (contohnya metana dan propana), cairan (contohnya heksana dan benzena), lilin atau padatan dengan titik didih rendah (contohnya paraffin wax dan naftalena) atau polimer (contohnya polietilena, polipropilena dan polistirena).
Karena struktur molekulnya berbeda, maka rumus empiris antara hidrokarbon pun juga berbeda: jumlah hidrokarbon yang diikat pada alkena dan alkuna pasti lebih sedikit karena atom karbonnya berikatan rangkap.
Kemampuan hidrokarbon untuk berikatan dengan dirinya sendiri disebut dengan katenasi, dan menyebabkan hidrokarbon bisa membentuk senyawa-senyawa yang lebih kompleks, seperti sikloheksana atau arena seperti benzena. Kemampuan ini didapat karena karakteristik ikatan di antara atom karbon bersifat non-polar.
Sesuai dengan teori ikatan valensi, atom karbon harus memenuhi aturan "4-hidrogen" yang menyatakan jumlah atom maksimum yang dapat berikatan dengan karbon, karena karbon mempunyai 4 elektron valensi. Dilihat dari elektron valensi ini, maka karbon mempunyai 4 elektron yang bisa membentuk ikatan kovalen atau ikatan dativ.
Hidrokarbon bersifat hidrofobik dan termasuk dalam lipid.
Beberapa hidrokarbon tersedia melimpah di tata surya. Danau berisi metana dan etana cair telah ditemukan pada Titan, satelit alam terbesar Saturnus, seperti dinyatakan oleh Misi Cassini-Huygens
Sumber Bacaan lain :
http://p2k.unkris.ac.id/id3/3065-2962/Hidrokarbon_23341_p2k-unkris.html
Dalam bidang kimia, hidrokarbon merupakan suatu senyawa yang terdiri dari unsur atom karbon (C) dan atom hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sbg pengertian dari hidrokarbon alifatik.
Sbg contoh, metana (gas rawa) merupakan hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Etana merupakan hidrokarbon (lebih terperinci, suatu alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan suatu ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dst (CnH2·n+2).