Di Kabupaten Kediri terdapat beberapa kesenian Jaranan yang dapat dinikmati diantaranya Jaranan Senterewe, Jaranan Pegon, Jaranan Dor, dan Jaranan Jowo. Jaranan Jowo merupakan salah satu kesenian Jaranan yang mengandung unsur magis dalam tariannya. Dimana pada puncaknya penari akan mengalami (kesurupan) dan melakukan aksi berbahaya yang terkadang di luar akal manusia.Sedangkan Jaranan Dor, Jaranan Pegon, dan Jaranan Senterewe lebih mengedepan kan kreatifitas gerak dengan iringan musik yang dinamis. Jaranan Senterewe merupakan jaranan yang digemari, karena dalam penampilannya selalu disertai hiburan lagu-lagu yang bernada diatonis. Seluruh kesenian jaranandi Kabupaten Kediri berada di bawah naungan Paguyuban Seni Jaranan Kabupaten Kediri.Kesenian Jaranan biasanya banyak di gelar pada bulan syuro dan pada saat bersih desa atau yg sering di sebut (Bersih deso).Kesenian jaranan di gemari oleh banyak masyarakat dari kalangan dewasa hingga anak-anak.pertunjukan jaranan di juga di mainkan oleh anak-anak.Jaranan merupakan kesenian khas dan sangat populer di Kabupaten Kediri, penarinya menung gang kuda yang terbuat dari anyaman bambu, dan diiringi musik gamelan, beberapa penari lain menggunakan bentuk caplokan dan celeng. Dalam Kesenian Jaranan ini terdapat sebuah atraksi yang banyak digemari oleh penonton, salah satu diantaranya adalah ketika pemain jaranan sedang mengalami kesurupandan menampilkan atraksi yang tidak bisa dinalar oleh akal manusia.
BERIKUT ADALAH KEBUDAYAAN KABUPATEN KEDIRI
Seni Jaranan ialah jenis kesenian Kuda Lumping mulai muncul sejak abad ke 10 Hijriah di wengker atau Ponorogo saat ini, Tepatnya pada tahun 1041 atau bersamaan dengan kerajaan Kahuripan dibagi menjadi 2 yaitu bagian timur Kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan dan sebelah Barat Kerajaan Panjalu atau Kediri dengan Ibu kota Dhahapura.
Larung Sesaji adalah tradisi wujud syukur atas nikmat Tuhan berupa rezeki, keselamatan serta hasil alam yang melimpah, hasil bumi maupun laut. Larung sesaji dimaknai pula sebagai tindakan religi dengan paham animisme dan dinamisme dimana mitos dan megic lekat dalam budaya Jawa.
Malam satu Suro yang sangat lekat dengan budaya Jawa, biasanya terdapat ritual tradisi iring-iringan rombongan masyarakat atau kirab. Beberapa daerah di Jawa merupakan tempat berlangsungnya perayaan malam satu Suro. Di Solo, misalnya perayaan malam satu Suro terdapat hewan khas yang disebut kebo (kerbau) bule.