Hampir semua orang pernah mengalami cegukan. Kadang hanya berlangsung beberapa menit, tetapi ada juga yang bertahan lebih lama. Meski terdengar sepele, banyak orang belum mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan cegukan.
Cegukan adalah kontraksi atau kejang yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak disadari pada diafragma, yaitu otot utama yang membantu proses pernapasan.
Ketika diafragma berkontraksi secara mendadak, paru-paru akan menarik udara dengan cepat. Pada saat yang bersamaan, pita suara menutup secara refleks sehingga menghasilkan bunyi khas "hik" yang kita kenal sebagai cegukan.
Secara normal, diafragma bekerja naik dan turun secara teratur saat kita bernapas.
Saat menarik napas:
Diafragma berkontraksi.
Paru-paru mengembang.
Udara masuk ke dalam paru-paru.
Namun ketika terjadi cegukan:
Diafragma berkontraksi secara tiba-tiba tanpa kendali.
Udara masuk dengan cepat.
Pita suara langsung menutup.
Muncullah suara "hik".
Dengan kata lain, suara cegukan sebenarnya berasal dari penutupan pita suara yang terjadi setelah kontraksi mendadak pada diafragma.
Sebagian besar cegukan tidak berbahaya dan dapat dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, seperti:
Makan terlalu cepat.
Makan dalam porsi yang terlalu banyak.
Minum minuman bersoda.
Minum alkohol.
Mengonsumsi makanan yang terlalu pedas.
Menelan udara saat makan atau tertawa.
Perubahan suhu makanan atau minuman yang drastis.
Stres atau emosi yang berlebihan.
Semua faktor tersebut dapat merangsang diafragma atau saraf yang mengaturnya sehingga memicu cegukan.
Sebagian besar cegukan akan hilang sendiri dalam beberapa menit.
Namun, cegukan perlu mendapat perhatian medis apabila:
Berlangsung lebih dari 48 jam.
Sangat sering kambuh.
Mengganggu makan atau tidur.
Disertai kelemahan tubuh, muntah, nyeri dada, atau gangguan bicara.
Pada kondisi tertentu, cegukan yang berlangsung lama dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem saraf, penyakit saluran cerna, gangguan metabolik, maupun efek samping obat-obatan.
Beberapa cara sederhana yang dapat dicoba antara lain:
Menahan napas selama beberapa detik.
Minum air secara perlahan.
Bernapas menggunakan kantong kertas (dengan hati-hati dan tidak dilakukan bila memiliki gangguan pernapasan).
Menarik lutut ke arah dada.
Menelan sedikit gula pasir (berdasarkan beberapa penelitian kecil dapat membantu pada sebagian orang).
Metode-metode tersebut diduga bekerja dengan mengubah pola aktivitas saraf yang mengendalikan diafragma sehingga refleks cegukan dapat berhenti.
Cegukan merupakan refleks yang terjadi akibat kontraksi tiba-tiba pada diafragma, diikuti penutupan pita suara yang menghasilkan bunyi "hik". Pada umumnya cegukan tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, apabila berlangsung lebih dari 48 jam atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Guyton & Hall. Textbook of Medical Physiology, 15th Edition.
StatPearls. Singultus (Hiccups).
Merck Manual Professional Edition. Hiccups.
UpToDate. Evaluation and Treatment of Hiccups.
❌ Mitos: Cegukan terjadi karena ada orang yang sedang membicarakan kita.
✅ Fakta: Cegukan terjadi karena kontraksi mendadak pada diafragma yang menyebabkan pita suara menutup secara refleks. Tidak ada bukti ilmiah bahwa cegukan berkaitan dengan seseorang yang sedang membicarakan kita.
Kalau ini untuk website EvolMedic, gue juga menyarankan menambahkan ilustrasi sederhana proses cegukan (diafragma → udara masuk → pita suara menutup → bunyi "hik"), karena pembaca biasanya jauh lebih cepat memahami mekanismenya lewat visual daripada hanya membaca teks.