Pernahkah kamu mendengar orang berkata, "Jangan minum air dingin, nanti jantung kaget!" atau "Air es bisa menyebabkan serangan jantung." Kepercayaan seperti ini sudah lama beredar di masyarakat. Namun, apakah klaim tersebut benar secara medis?
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa minum air dingin pada orang sehat dapat menyebabkan serangan jantung atau merusak jantung secara langsung. Suhu minuman yang dingin memang dapat memberikan sensasi tertentu pada tubuh, tetapi itu bukan berarti berbahaya bagi jantung.
Ketika air yang sangat dingin melewati mulut, tenggorokan, dan kerongkongan, tubuh akan merasakan perubahan suhu secara tiba-tiba. Pada sebagian orang, hal ini dapat merangsang saraf vagus, yaitu salah satu saraf yang berperan mengatur detak jantung dan berbagai fungsi organ lainnya.
Akibatnya, beberapa orang mungkin merasakan:
Sensasi dada terasa dingin.
Merinding.
Detak jantung terasa sedikit berubah untuk sesaat.
Sakit kepala karena minuman dingin (brain freeze).
Sensasi tersebut biasanya hanya berlangsung singkat dan tidak berbahaya pada orang yang sehat.
Nyeri dada setelah mengonsumsi minuman dingin tidak selalu berasal dari jantung.
Beberapa penyebab yang lebih sering antara lain:
Kerongkongan yang mengalami kejang (esophageal spasm).
Penyakit asam lambung (GERD).
Sensitivitas terhadap suhu dingin.
Gangguan pada saluran pencernaan.
Karena letak kerongkongan berada dekat dengan jantung, rasa nyerinya kadang sulit dibedakan sehingga banyak orang mengira penyebabnya adalah gangguan jantung.
Pada orang yang sehat, jawabannya tidak.
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat, biasanya akibat pecahnya plak kolesterol yang kemudian membentuk bekuan darah. Faktor-faktor risiko yang berperan antara lain:
Tekanan darah tinggi.
Diabetes.
Kolesterol tinggi.
Merokok.
Obesitas.
Kurang aktivitas fisik.
Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Suhu minuman bukanlah penyebab utama terjadinya serangan jantung.
Pada sebagian kecil penderita penyakit jantung tertentu atau gangguan pembuluh darah koroner, paparan suhu yang sangat dingin dapat memicu penyempitan pembuluh darah atau meningkatkan beban kerja jantung untuk sementara. Namun, kondisi ini bukan berarti semua penderita penyakit jantung dilarang minum air dingin.
Jika seseorang memiliki penyakit jantung dan sering mengalami nyeri dada setelah mengonsumsi minuman dingin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
Bagi kebanyakan orang yang sehat, minum air dingin tidak berbahaya bagi jantung dan tidak menyebabkan serangan jantung. Sensasi "kaget" yang dirasakan sebagian orang hanyalah respons sementara tubuh terhadap perubahan suhu.
Yang jauh lebih penting untuk menjaga kesehatan jantung adalah menerapkan pola hidup sehat, seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, mengontrol tekanan darah, menjaga kadar kolesterol, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
American Heart Association. Heart Attack and Cardiac Arrest Overview.
European Society of Cardiology (ESC). Cardiovascular Disease Prevention Guidelines.
Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine, 12th Edition.
Guyton & Hall. Textbook of Medical Physiology, 15th Edition.
💡 Catatan untuk website EvolMedic: Di akhir artikel, lu bisa tambahkan kotak kecil seperti ini:
🩺 Fakta Singkat
Mitos: Minum air dingin menyebabkan serangan jantung.
Fakta: Pada orang sehat, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa minum air dingin dapat menyebabkan serangan jantung secara langsung. Yang lebih berpengaruh adalah faktor risiko seperti merokok, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Ini bikin pembaca langsung menangkap inti artikelnya dalam beberapa detik.