Pasar Krempyeng atau Pasar Sundul, yang berdiri kokoh sejak tahun 1970, merupakan jantung ekonomi Desa Sundul, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Pasar ini tak hanya menjadi tempat bertemunya pembeli dan penjual, tetapi juga menjadi saksi bisu perkembangan ekonomi desa selama lebih dari setengah abad.
Alasan mengapa pasar ini dinamai pasar Krempyeng adalah karena pasar ini hanya buka dari jam 6 pagi sampai 9 pagi, alhasil diberilah nama Krempyeng yang diambil dari kata "sak krempyengan" yang memiliki arti cepat bubar atau cepat selesai.
Di pasar ini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam kebutuhan, mulai dari makanan pokok seperti beras, sayur, dan buah, hingga lauk pauk seperti ayam, ikan laut, dan telur. Tak ketinggalan, jajanan pasar dan mainan anak-anak pun tersedia di sini. Para pedagang kaki lima pun turut meramaikan suasana pasar dengan aneka gerobaknya yang menjajakan berbagai macam makanan dan minuman.
Pasar Sundul tak hanya melayani kebutuhan masyarakat Desa Sundul, tetapi juga menjadi tujuan belanja bagi masyarakat dari desa-desa sekitar. Hal ini menjadikan pasar ini sebagai salah satu pusat ekonomi penting di wilayah tersebut.
Meskipun telah menjadi ikon ekonomi desa, Pasar Sundul masih menghadapi beberapa kendala. Salah satu kendala utama adalah minimnya fasilitas bagi para pedagang. Pasar ini masih belum memiliki sistem listrik yang memadai, di mana listrik hanya tersedia pada jam 6-9 pagi setiap hari. Hal ini tentu saja menyulitkan para pedagang, terutama yang berjualan makanan dan minuman.
Kendala lain yang dihadapi adalah sistem penggunaan lahan dan bangunan pasar. Para pedagang mendapatkan hak pakai lahan dan bangunan pasar melalui administrasi desa. Namun, sistem ini belum sepenuhnya tertata dengan baik, sehingga masih terdapat beberapa pedagang yang belum memiliki hak pakai yang jelas.
Harga barang-barang di Pasar Sundul pun mengalami fluktuasi, mengikuti musim dan kondisi pasar. Hal ini tentu saja dapat memberatkan para pembeli, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala, Pasar Sundul tetaplah menjadi tulang punggung ekonomi Desa Sundul. Para pedagang dan pembeli di pasar ini memiliki harapan besar agar pasar ini dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik lagi. Salah satu harapan terbesar mereka adalah terealisasinya pembangunan pasar yang baru. Pemerintah desa telah memiliki rencana untuk membangun pasar baru, namun terkendala oleh kekurangan dana.
Mari kita doakan bersama agar harapan para pedagang dan pembeli di Pasar Sundul dapat segera terwujud. Dengan pembangunan pasar yang baru, diharapkan Pasar Sundul dapat menjadi semakin ramai dan menjadi pusat ekonomi yang lebih maju dan sejahtera.
Terdapat beberapa fakta menarik mengenai Pasar Sundul, yaitu pasar ini telah berpindah tempat sebanyak 3 kali selama sejarahnya. Selain itu, pada awalnya Pasar Sundul terletak di perempatan desa, kemudian pindah ke belakang Masjid Baiturrahman, dan terakhir pindah ke tanah bengkok di selatan desa. Pasar Sundul mendapatkan pasokan barang dagangan dari berbagai daerah, seperti Porti, Mardiun, dan Gorang-gareng.