Kalimat persuasif yaitu kalimat yang digunakan buat meyakinkan, mengajak, merayu, atau membujuk seseorang supaya mau melakukan perbuatan atau aktivitas yang disampaikan. Kalimat persuasif sebenarnya adalah kalimat perintah, namun bukan perintah yang lugas dan kasar, melainkan mengungkapkan dengan cara lain (dengan cara lebih halus dan sopan) untuk melakukan sesuatu.
Ciri utama dalam kalimat persuasif yaitu adanya unsur ajakan. Maksud ajakan di sini adalah penggunaan kata-kata atau perbuatan untuk mengajak, atau undangan. Selain itu ajakan bisa berarti anjuran, imbauan, dan semisalnya dengan tujuan untuk melakukan sesuatu.
Oleh sebab itu, dalam kalimat persuasi ditemukan kata-kata ajakan seperti harus, hendaknya, sebaiknya, usahakanlah, jangan, hindarilah, dan sejenisnya. Meskipun demikian, tidak jarang pula sebuah teks persuasif menyampaikan ajakannya secara tersirat atau tidak langsung. Dalam pidato, kalimat persuasif umumnya ditandai dengan penggunaan kata mari dan ayo.
Kalimat persuasif bersifat ajakan.
Kalimat persuasif sama dengan kalimat perintah sehingga menggunakan tanda seru (!). Dalam pidato, kalimat persuasif jarang menggunakan tanda seru.
Menggunakan kata-kata yang mengajak, seperti marilah, yuk, ayolah, dan lain-lain.
Kalimat persuasif biasanya ditulis dengan menarik, bahkan berirama agar orang-orang mudah mengingatnya.
Mudah untuk dipahami.
Kalimat persuasif sering diikuti dengan bukti atau fakta dan data, untuk meyakinkan pemirsa.
Memiliki fungsi utama buat membujuk dan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
Memengaruhi khalayak, sehingga mereka menjadi peduli dan mengikuti ajakan yang disampaikan.
Sebagai kalimat perintah yang digunakan untuk memberikan perintah secara langsung kepada seseorang.
Bisa digunakan untuk membentuk suatu paragraf persuasif, yang memiliki tujuan hampir sama dengan kalimat persuasif.