IPA SMP KELAS VII
Menganalisis karakteristik khas setiap kerajaan makhluk hidup.
Menjelaskan peranan makhluk hidup dalam kehidupan manusia
Peserta didik dapat memahami, merangkum, dan memvisualisasikan konsep 5 kingdom makhluk hidup melalui peta konsep sederhana.
Peserta didik dapat menganalisis perbedaan tingkatan takson tertinggi dan terendah serta menyebutkan contoh makhluk hidup di sekitar.
Peserta didik dapat menarik simpulan tentang manfaat klasifikasi dalam membantu makhluk hidup bertahan hidup di lingkungannya.
Peserta didik dapat mengevaluasi penguasaan materi klasifikasi 5 kingdom secara mandiri.
Peserta didik dapat merefleksi hasil belajar dengan membuat pertanyaan baru sebagai bentuk rasa ingin tahu.
Peserta didik dapat menjelaskan hasil belajarnya dengan bahasa sendiri secara lisan dan percaya diri di depan kelas.
✅Mari membaca dan membuat peta konsep (Interpretasi)
Bacalah penjelasan di bawah ini dengan baik. Pahami materi klasifikasi 5 kingdom.Setelah itu, buatlah peta konsep sederhana pada buku catatan berisi kata-kata penting atau gambar kecil yang menurutmu mewakili isi materi.
Pernahkah kamu memperhatikan lingkungan sekitar di taman, di kolam, atau bahkan di dapur rumahmu? Ada berbagai makhluk hidup dengan bentuk, warna, dan cara hidup yang berbeda-beda. Misalnya, lumut yang tumbuh di dinding lembap, semut yang berjalan beriringan, atau ganggang hijau di permukaan air kolam. Semua itu adalah bagian dari keanekaragaman hayati. Untuk memahami keberagaman tersebut, para ilmuwan melakukan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri tertentu. Kegiatan ini disebut klasifikasi makhluk hidup. simak materi berikut untuk mempelajari lebih lanjut.
Urutan Takson Makhluk Hidup
Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup adalah ilmu taksonomi. Hasil dari klasifikasi makhluk hidup adalah terbentuknya kelompok-kelompok makhluk hidup yang memiliki banyak persamaan disebut dengan takson. Urutan tingkatan takson mulai dari yang tertinggi ke tingkat yang terendah, yaitu kingdom (kerajaan) atau regnum (dunia), phylum (filum) atau divisio (divisi), classis (kelas), ordo (bangsa), familia (famili/suku), genus (marga), species (spesies/ jenis). Semakin tinggi tingkatan takson maka semakin banyak anggota takson, tetapi semakin sedikit persamaan antar anggota takson tersebut. Sebaliknya, semakin rendah tingkatan takson maka semakin sedikit anggota takson, tetapi semakin banyak persamaan antar anggota takson tersebut (Pangsuma & Hidayat, 2023).
Kingdom (bagi hewan) dan regnum (bagi tumbuhan) merupakan tingkatan takson tertinggi dengan jumlah anggota takson terbesar. Organisme di dunia dikelompokkan menjadi beberapa kingdom (kerajaan), yaitu kingdom Monera (organisme tanpa membran inti sel), kingdom Protista (organisme yang memiliki jaringan sederhana), kingdom Fungi (jamur), kingdom Plantae (tumbuhan) dan kingdom Animalia (hewan)
Filum (bagi hewan) dan divisi (bagi tumbuhan) merupakan tingkatan takson di bawah kingdom. Misalnya, Kingdom Plantae terdiri atas tiga divisi yaitu Bryophyta (lumut), Pteridophyta (paku) dan Spermatophyta (tumbuhan berbiji). Khusus untuk divisi tumbuhan, nama divisi selalu menggunakan akhiran -phyta.
Anggota takson pada setiap filum atau divisi dikelompokkan lagi berdasarkan persamaan ciri tertentu menjadi takson kelas. Nama kelas pada tumbuhan diberi akhiran -opsida. Misalnya, tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) memiliki dua kelas, yaitu Magnoliopsida (dikotil) dan Liliopsida (monokotil).
Anggota takson pada setiap kelas dibagi menjadi beberapa ordo (bangsa) berdasarkan persamaan ciri yang lebih spesifik. Nama ordo pada tumbuhan biasanya menggunakan akhiran -ales. Sebagai contoh, Magnoliopsida (dikotil) memiliki ordo Solanales, Cucurbitales dan Malvales
Anggota takson pada setiap ordo dikelompokkan lagi menjadi beberapa familia berdasarkan persamaan ciri yang lebih spesifik lagi. Nama akhiran takson familia pada tumbuhan menggunakan akhiran -aceae misalnya Cucurbitaceae, Asteraceae dan Poaceae. Adapun pada hewan, takson familia memiliki akhiran -idae misalnya Felidae, Canidae dan Homonidae.
Anggota takson setiap familia dikelompokkan lagi menjadi beberapa genus berdasarkan persamaan ciri yang lebih khusus. Kaidah penulisan nama genus yaitu huruf pertama ditulis kapital dan dicetak miring atau digaris bawah. Sebagai contoh jagung (Zea) dan padi (Oryza).
Spesies adalah takson yang paling rendah dan paling banyak memiliki persamaan. Suatu organisme dikatakan satu spesies dengan organisme lainnya jika dikawinkan dapat menghasilkan keturunan yang fertil. Tata nama penulisan spesies menggunakan aturan binomial nomenclature. Penulisan nama spesies terdiri atas dua kata latin, kata pertama menunjukkan nama spesifiknya, dicetak miring atau digaris bawah terpisah. Sebagai contoh penulisan yang benar untuk bunga mawar adalah Rosa sinensis atau Rosa sinensis. Pada organisme satu spesies terkadang masih ditemukan perbedaan ciri yang sangat jelas, sangat khusus atau bervariasi sehingga disebut varietas. Penulisan varietas dicetak miring atau garis bawah terpisah. Misalnya Zea mays var tunicata atau Zea mays var tunicata. Jika pada bidang pertanian, varietas disebut dengan kultivar dan penulisannya cukup diberi tanda petik, misalnya Zea mays ‘tunicata’.
✅ Mari Menganalisis! (Analisis)
Sekarang ayo lihat sekelilingmu! Bandingkan tingkatan takson tertinggi dan terendah. Tuliskan perbedaan utamanya dan berikan contoh makhluk hidup di sekitarmu untuk masing-masing tingkatan.
✅Saatnya Menyimpulkan! (Inferensi)
Setelah membaca semua ciri makhluk hidup di atas, simpulkan dengan singkat bagaimana semua ciri tersebut saling berkaitan agar makhluk hidup dapat bertahan hidup di lingkungannya. Tulis kesimpulanmu secara singkat!!
Cobalah melakukan pengamatan di rumah. Simpanlah air kelapa dalam wadah terbuka selama beberapa hari. Setelah beberapa waktu, kamu mungkin akan melihat perubahan warna, bau, atau rasa. Proses ini terjadi karena adanya aktivitas mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, yaitu bakteri. Bakteri termasuk dalam kingdom Monera.
Kingdom Monera terdiri atas organisme yang bersifat prokariotik, yaitu tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini memiliki ukuran mikroskopis dan sebagian besar bersel tunggal (uniseluler). Bentuknya pun bervariasi, ada yang bulat, batang, spiral, atau koma (Safitri, 2021). Ciri umum Monera meliputi:
Prokariotik
Tidak memiliki organel sel kompleks
Umumnya uniseluler
Memiliki dinding sel
DNA berbentuk sirkuler
Hidup kosmopolit (dapat hidup di berbagai lingkungan)
Berkembang biak secara vegetatif (membelah diri)
Contoh organisme monera adalah bakteri dan alga biru (Cyanobacteria). Alga biru mampu melakukan fotosintesis karena memiliki pigmen tertentu, bahkan dapat mengikat nitrogen bebas dari udara melalui struktur khusus yang disebut heterokista. Sementara itu, bakteri memiliki kemampuan untuk melakukan pertukaran materi genetik melalui proses paraseksual. Monera memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, baik sebagai pengurai, penghasil makanan, maupun penyebab penyakit (Safitri, 2021).
Gambar 1. Struktur bakteri dan struktur alga biru
Sumber: Inabuy, 2021
Kingdom Protista terdiri atas organisme eukariotik sederhana yang belum memiliki diferensiasi jaringan yang jelas. Ukuran tubuhnya bervariasi, ada yang mikroskopis hingga yang dapat dilihat dengan mata. Protista mencakup organisme yang menyerupai hewan, tumbuhan, dan jamur (Inabuy, 2021).
Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Organisme ini bergerak aktif dan biasanya hidup bebas di lingkungan berair. Berdasarkan alat geraknya, Protozoa dibagi menjadi empat kelompok:
Rhizopoda: bergerak dengan kaki semu (pseudopodia), contohnya Amoeba proteus dan Entamoeba coli.
Flagellata: bergerak dengan bulu cambuk (flagel), contohnya Trypanosoma dan Euglena.
Ciliata: bergerak dengan bulu getar (silia), contohnya Paramecium dan Didinium.
Sporozoa: tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit, contohnya Plasmodium (penyebab malaria).
Gambar 2. Protista mirip hewan
Sumber: Inabuy, 2021
2. Protista Mirip Tumbuhan
Organisme ini memiliki klorofil dan mampu melakukan fotosintesis. Protista mirip tumbuhan berperan sebagai produsen di ekosistem air. Protista mirip tumbuhan (alga/ ganggang), bentuknya menyerupai tumbuhan, namun tidak memiliki organ akar, batang dan daun. Ukuran Protista mirip tumbuhan mulai dari yang ukurannya mikroskopis sampai dengan yang terlihat jelas dengan mata. Contoh Protista mirip tumbuhan yaitu golongan rumput laut seperti Gracilaria, Gelidium, Euchema, dan Spirogyra.
Gambar 3. Protista mirip tumbuhan
Sumber: Inabuy, 2021
3. Protista Mirip Jamur
Protista ini hidup sebagai pengurai dan memiliki dinding sel. Mereka bersifat heterotrof dan menyerap zat makanan dari lingkungan. Contohnya adalah jamur lendir dan jamur air, seperti Saprolegnia dan Phytophthora infestans, penyebab busuk pada tanaman kentang.
Gambar 4. Protista mirip jamur
Sumber: Inabuy, 2021
Pernahkah kamu melihat tempe, pada permukaan tempe terdapat seperti benang halus berwarna putih? Itu adalah jamur. Walaupun sekilas mirip tumbuhan, jamur tidak termasuk ke dalam kingdom Plantae karena tidak memiliki klorofil dan tidak dapat melakukan fotosintesis. Jamur merupakan organisme eukariotik yang memiliki dinding sel dari kitin, bukan selulosa seperti tumbuhan. Struktur tubuh jamur ada yang uniseluler, namun sebagian besar multiseluler dan membentuk benang-benang yang disebut hifa, yang membentuk jaringan miselium. Jamur berkembang biak dengan spora, baik secara seksual maupun aseksual. Peran jamur dalam ekosistem sangat penting, terutama sebagai dekomposer yang menguraikan zat organik menjadi anorganik. Beberapa jamur juga bermanfaat bagi manusia, seperti dalam pembuatan makanan (contoh: Saccharomyces cerevisiae untuk roti dan tape), obat-obatan (contoh: Penicillium notatum untuk antibiotik), serta industri lainnya. Namun, ada juga jamur yang bersifat parasit dan menyebabkan penyakit (Syakirin, 2023).
Gambar 5. Pycnoporus sanguineus
Sumber: Pribadi
Gambar 6. Armillaria tabescens
Sumber: Pribadi
Gambar 7. Phellinus linteus
Sumber: Pribadi
Gambar 8. Rhizopus oryzae
Sumber: Pribadi
Tumbuhan termasuk dalam kingdom plantae, yaitu organisme eukariotik, memiliki dinding sel dari selulosa, dan mampu melakukan fotosintesis karena memiliki kloroplas. Tubuh tumbuhan umumnya terdiri atas akar, batang, dan daun yang membentuk jaringan khusus. Karena kemampuannya memproduksi makanan sendiri, tumbuhan dikenal sebagai produsen dalam ekosistem (Turohmah, 2021). Cobalah amati halaman sekolah atau rumahmu. Kamu akan menemukan beragam jenis tumbuhan, mulai dari rumput, pohon, hingga tanaman hias. Tumbuhan berkembang biak dengan spora atau biji. Berdasarkan cara reproduksinya, tumbuhan dibedakan menjadi:
Tumbuhan berspora: contohnya lumut dan paku.
Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae): contohnya pinus dan melinjo.
Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae): dibagi lagi menjadi:
Monokotil: bijinya berkeping satu (contoh: jagung, padi)
Dikotil: bijinya berkeping dua (contoh: mangga, kacang tanah).
Tumbuhan sangat penting dalam kehidupan karena menyediakan oksigen
dan menjadi sumber utama makanan bagi makhluk hidup lainnya.
Sumber: Pribadi
Sumber: Pribadi
Sumber: Pribadi
Sumber: Pribadi
Sumber: Pribadi
Kingdom Animalia mencakup makhluk hidup yang eukariotik, multiseluler, tidak memiliki dinding sel, dan bersifat heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain) (Safitri, 2021). Sebagian besar hewan dapat bergerak aktif, walaupun ada pula yang menetap seumur hidupnya, seperti spons laut (Porifera).
Ukuran hewan sangat bervariasi, dari yang mikroskopis seperti kutu air hingga hewan besar seperti paus biru. Struktur tubuh hewan juga beragam. Hewan dikelompokkan menjadi dua golongan besar, yaitu:
Invertebrata (tidak bertulang belakang): misalnya cacing, serangga, ubur-ubur, dan gurita.
Vertebrata (bertulang belakang): misalnya ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia.
Hewan berperan penting dalam rantai makanan, sebagai konsumen, serta berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan manusia dalam berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, dan kesehatan.
Gambar 14. Cacing (Lumbricus terrestris)
Sumber: Pribadi
Gambar 15. Kupu-kupu (Danaus chrysippus )
Sumber: Pribadi
Gambar 16. Kelabang (Scolopendra subspinipes)
Sumber: Pribadi
Gambar 17. Kalajengking (Heterometrus spinifer)
Sumber: Pribadi
Gambar 18. Kucing (Felis catus)
Sumber: Pribadi
Gambar 19. Iguana (Iguana iguana)
Sumber: Pribadi
Gambar 20. Perkutut (Geopelia striata)
Sumber: Pribadi
Gambar 21. Ikan (Channa pulchra)
Sumber: Pribadi
Gambar 22. Katak (Pyxicephalus adspersus)
Sumber: Pribadi
✅Waktunya Mengevaluasi! (Evaluasi)
Sekarang, silakan mengerjakan kuis berikut untuk melihat pemahamanmu pada materi ini. Sebelum memulai, berdoalah terlebih dahulu agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Kerjakan dengan sungguh-sungguh dan jujur, ya. Semangat mengerjakan, kalian pasti dapat melakukannya dengan baik!
✅Atur Diri Yuk! (Regulasi)
Tulis satu hal yang masih membuatmu penasaran dari materi ini. Buat satu pertanyaan yang akan kamu tanyakan kepada guru atau temanmu di kelas nanti. Setelah itu, kerjakan LKPD yang sudah disiapkan! Tuliskan jawabanmu di LKPD. Isilah dengan rapi dan lengkap sebagai bukti bahwa kamu sudah memahami materi ini dengan baik.
✅ Ceritakan Penjelasanmu! (Penjelasan)
Presentasikan hasil LKPD-mu di depan kelas. Jelaskan dengan bahasamu sendiri secara singkat dan mudah dimengerti!
🧠 Rangkuman Singkat
Pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri tertentu disebut klasifikasi, menghasilkan kelompok yang disebut takson, dari tingkatan tertinggi (kingdom) hingga terendah (spesies).
🔎 Urutan takson dari tertinggi ke terendah:
Kingdom → Filum/Divisi → Kelas → Ordo → Famili → Genus → Spesies
🌿 5 Kingdom makhluk hidup:
Monera: organisme mikroskopis prokariotik seperti bakteri dan alga biru.
Protista: eukariotik sederhana mirip hewan (protozoa), tumbuhan (alga), dan jamur.
Fungi (jamur): tidak berklorofil, bersifat pengurai, seperti jamur tempe dan Penicillium.
Plantae (tumbuhan): eukariotik, berklorofil, produsen di ekosistem (misal: lumut, paku, jagung).
Animalia (hewan): eukariotik, multiseluler, heterotrof (misal: burung, ikan, manusia).
🔤 Penamaan Ilmiah: Menggunakan sistem binomial nomenclature yang terdiri dari dua kata latin:
Kata pertama (Genus): huruf besar
Kata kedua (Spesies): huruf kecil
Contoh: Hibiscus rosa-sinensis (bunga sepatu)
🌱🐛🍄
Untuk menambah informasi dan ilmu, jangan lupa lihat video ini yaa
Sumber: Katulistiwa Studio