Sumber: Philip Thurston
Raksasa lembut lautan yang memakan plankton — damai, indah, dan penting bagi keseimbangan ekosistem laut.
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Ordo: Orectolobiformes
Famili: Rhincodontidae
Genus: Rhincodon
Spesies: Rhincodon typus
Hiu paus adalah ikan terbesar di dunia, dapat tumbuh hingga 20 meter. Tubuhnya ditandai pola titik-titik putih dan garis horizontal-vertikal seperti checkerboard di atas kulit berwarna abu-abu kebiruan hingga kecokelatan.
Ciri khas lainnya:
Kepala lebar dan datar.
Mulut besar di ujung moncong.
Tiga ridges menonjol di sisi tubuh.
Sirip punggung pertama jauh lebih besar dari sirip kedua.
Meski ukurannya masif, hiu paus sangat jinak, sering berenang dekat permukaan, dan tidak berbahaya bagi manusia.
Hiu paus adalah filter feeder dan memakan; plankton, telur ikan, krustasea kecil, ikan kecil berkelompok, sesekali cumi atau tuna. Mereka menggunakan suction feeding, menghisap air kuat-kuat lalu menyaring mangsanya lewat 20 filtering pads di tenggorokan — mampu menyaring 20 kg plankton per hari. Saat makan, mereka bisa tegak vertikal di permukaan, menggerakkan kepala kanan-kiri seperti “vacuum”, dan sesekali coughing untuk membersihkan penyaring.
Hiu paus bersifat ovovivipar: telur menetas di dalam tubuh induk.
Ditemukan satu induk berisi 300 embrio, bukti bahwa mereka melahirkan hidup.
Anakan lahir dengan ukuran sekitar 55–64 cm.
Diduga induk melahirkan saat berada di perairan kaya makanan (misalnya Kuroshio Current).
Ikan terbesar di dunia, namun jinak dan tidak berbahaya.
Setiap hiu paus memiliki pola titik yang unik, seperti sidik jari manusia.
Mata kecil, tapi sangat mengandalkan penciuman untuk mencari plankton.
Dapat berenang hingga ribuan kilometer, bahkan lintas samudra.
Anak hiu paus pernah dipelihara di akuarium: bisa bertahan 17 hari tanpa makan berkat cadangan energi besar
Hiu paus hidup di perairan tropis & hangat seluruh dunia, kecuali Mediterania. Tersebar di:
Atlantik: dari New York hingga Brasil, serta Afrika Barat
India – Indo-Pasifik: termasuk Laut Merah dan Teluk Arab
Pasifik: Jepang–Australia, Hawaii, California–Chile
Castro et al. (2007). Molecular Ecology.
Colman (1997). Journal of Fish Biology.
Compagno et al. (2005). Field Guide to Sharks of the World.
Gunn et al. (1999). Marine Biology.
Martin (2007). Fisheries Research.
Motta et al. (2010). Zoology.
Rowat & Brooks (2012). Journal of Fish Biology.
Sequeira et al. (2013). Journal of Fish Biology.
Tyminski et al. (2015). PLOS ONE.