Penangkapan Berlebih (Overfishing)
Hiu sering tertangkap secara sengaja maupun tidak sengaja (bycatch) dalam perikanan. Karena hiu tumbuh lambat dan jumlah anaknya sedikit, populasinya sangat sulit pulih ketika ditangkap terus-menerus. Faktanya:
• Indonesia termasuk negara penangkap hiu terbesar di dunia.
• Banyak hiu tertangkap karena nilainya tinggi, terutama sirip.
Perdagangan Sirip Hiu
Permintaan akan sup sirip hiu membuat banyak spesies hiu diburu. Praktik finning—memotong sirip lalu membuang tubuhnya kembali ke laut—masih terjadi di banyak tempat. Akibatnya, populasi hiu menurun drastis, terutama spesies besar seperti hiu martil, hiu macan, dan hiu oceanic whitetip.
Hilangnya Habitat
Mangrove, terumbu karang, dan padang lamun adalah tempat penting bagi hiu muda. Kerusakan wilayah pesisir membuat anak hiu kehilangan tempat aman untuk tumbuh.
Lambat Berkembang Biak
Hiu membutuhkan waktu lama untuk dewasa dan melahirkan sedikit anak. Banyak spesies hanya melahirkan 2–10 anak per tahun—jauh lebih sedikit dibanding ikan lain. Ini membuat populasi hiu sangat rentan terhadap eksploitasi.
Pencemaran Laut
Mikroplastik, logam berat, dan bahan kimia berbahaya dapat menumpuk di tubuh hiu. Ini mengganggu kesehatan dan reproduksi mereka. Selain itu, sampah laut juga merusak habitat dan sumber makanan hiu.
Perubahan Iklim
Pemanasan laut menggeser habitat banyak spesies hiu. Perubahan suhu memengaruhi migrasi, pola makan, serta keberhasilan reproduksi.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) – Status perikanan hiu Indonesia
CITES – Laporan perdagangan sirip hiu
IUCN Red List – Threat assessments
Mongabay Indonesia – Artikel ancaman penangkapan berlebih dan hilangnya habitat
Greenpeace – Dampak pencemaran terhadap fauna laut