KEMENTERIAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA / BKKBN
Direktorat Analisa Dampak Kependudukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN telah menjalankan berbagai program kerja strategis yang mendukung upaya pengendalian dan analisis kependudukan di Indonesia. Berikut adalah beberapa program kerja utama yang telah dilaksanakan:
Siperindu adalah sistem yang dirancang untuk mengidentifikasi, memantau, dan memberikan peringatan secara dini terhadap potensi permasalahan kependudukan di Indonesia, seperti pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali, ketimpangan distribusi penduduk, serta dampaknya terhadap pembangunan dan lingkungan. Siperindu dapat diakses melalui siperindu.online.
Kampung Keluarga Berkualitas (dulunya dikenal sebagai Kampung KB) adalah wilayah setingkat desa atau kelurahan yang wadah pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) secara komprehensif, integratif, dan berkelanjutan. Data dan sebaran Kampung KB dapat diakses melalui https://kampungkb.kemendukbangga.go.id/.
Laporan Kependudukan Indonesia adalah laporan yang menyajikan data, analisis, dan informasi tentang kondisi, dinamika, serta isu-isu strategis kependudukan di Indonesia.
Direktorat Analisa Dampak Kependudukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN telah menghasilkan beberapa output penting yang berkontribusi pada pengendalian dan analisis kependudukan di Indonesia. Berikut adalah beberapa capaian utama:
Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nomor 229/KEP/D4/2026 menetapkan Standar Pelayanan di lingkungan Direktorat Analisa Dampak Kependudukan (Ditdamduk) sebagai pedoman resmi untuk menjamin pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Laporan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai situasi kependudukan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup lima pilar penting: kuantitas, kualitas, pembangunan keluarga, mobilitas, dan administrasi kependudukan. Selain itu, LKI 2025 membahas secara mendalam tentang tema "Aging Population".
Dokumen ini merupakan interpretasi populer dari Laporan Kependudukan Indonesia versi bahasa populer. Dokumen ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika kependudukan Indonesia, dengan fokus pada perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
Dokumen ini merupakan versi Bahasa Inggris dari Dokumen Potret Kependudukan Indonesia.
E-Book Metadata Indikator Siperindu merupakan dokumen komprehensif yang merinci konsep, definisi, interpretasi, rumus, satuan, klasifikasi penyajian, tingkat estimasi, aksesibilitas publik, serta sumber data untuk berbagai indikator kependudukan yang digunakan dalam SiPerindu.
Dokumen Rencana Strategis 2025–2029 menjadi arah kebijakan dan pedoman pelaksanaan program Direktorat Analisa Dampak Kependudukan dalam memperkuat perumusan kebijakan berbasis data dan bukti.
Laporan ini merupakan laporan tahun ketiga yang menjadi alat refleksi bersama pasca terbitnya Inpres No. 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. Refleksi dimaksud terkait pelaksanaan berbagai upaya dalam peningkatan sumber daya manusia berbasis keluarga, baik dari aspek kebijakan, strategi, program dan kegiatan pembangunan.
Panduan Teknis ini merupakan dokumen acuan operasional dalam penyelenggaraan program DASHAT sebagai intervensi berbasis komunitas untuk percepatan penurunan stunting. Memuat konsep dasar stunting, strategi pencegahan melalui intervensi spesifik dan sensitif, serta mekanisme penyelenggaraan program mulai dari identifikasi sasaran, penguatan kapasitas kader, edukasi gizi, pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi.
Laporan Kinerja Direktorat Analisis Dampak Kependudukan Tahun 2025 disusun sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi, serta perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian sasaran strategis dan keuangan.
Laporan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai situasi kependudukan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup lima pilar penting: kuantitas, kualitas, pembangunan keluarga, mobilitas, dan administrasi kependudukan.
Terjemahan bahasa Inggris dari Laporan Kependudukan Indonesia didukung oleh UNFPA Indonesia.
Buku panduan SIPERINDU menyediakan instruksi lengkap bagi pengguna, termasuk proses registrasi admin, login, pengisian profil, penambahan agenda, dan fitur lainnya yang mendukung pengelolaan data kependudukan.
Laporan Kependudukan Provinsi adalah dokumen berisi data dan analisis mengenai kondisi demografi seperti jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, distribusi usia, angka kelahiran, kematian, dan migrasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kependudukan di suatu provinsi.
Laporan ini merupakan laporan tahun kedua yang menjadi alat refleksi bersama pasca terbitnya Inpres No. 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. Refleksi dimaksud terkait pelaksanaan berbagai upaya dalam peningkatan sumber daya manusia berbasis keluarga, baik dari aspek kebijakan, strategi, program dan kegiatan pembangunan.
Evaluasi ini bertujuan sebagai bentuk evaluasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Evaluasi ini juga sebagai tindak lanjut yang akan dilakukan guna meningkatkan capaian pelaksanaan program pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan Bangga Kencana di Kampung KB dan percepatan penurunan stunting di Kampung KB.
Laporan Kinerja Direktorat Analisis Dampak Kependudukan Tahun 2024 disusun sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi, serta perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian sasaran strategis dan keuangan.
Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk (SIPERINDU) adalah platform yang dikembangkan untuk mengidentifikasi tren kependudukan, seperti pertumbuhan penduduk, angka kelahiran, kematian, dan migrasi, serta dampaknya terhadap pembangunan daerah.
Population Clock pada SIPERINDU adalah fitur yang menampilkan data kependudukan Indonesia secara real-time, termasuk jumlah penduduk saat ini, jumlah kelahiran, dan jumlah kematian sepanjang tahun berjalan.
Laporan yang menyajikan analisis mengenai dinamika kependudukan di Indonesia, berdasarkan 5 pilar kependudukan. LKI berfungsi sebagai referensi bagi pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan berbasis data kependudukan untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Glossary Siperindu adalah kumpulan istilah atau pengertian dari setiap indikator yang digunakan dalam Sistem Peringatan Dini Pengendalian Penduduk (Siperindu).
Buku ini menyajikan ringkasan kebijakan berdasarkan studi kasus yang dilakukan di Kampung Keluarga Berkualitas. Tujuan utama buku ini adalah memberikan rekomendasi strategis yang disajikan dalam bentuk policy brief dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting.
Buku ini disusun untuk mendukung implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022. Buku ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah, tenaga lini lapangan, dan masyarakat dalam mengembangkan Kampung KB secara efektif.
Buku ini membahas strategi dan langkah-langkah praktis dalam menerapkan model terbaik di Kampung Keluarga Berkualitas, sekaligus menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat setempat guna mempercepat penurunan angka stunting.
Laporan Kinerja Direktorat Analisis Dampak Kependudukan Tahun 2023 disusun sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi, serta perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian sasaran strategis dan keuangan.
Peraturan BKKBN Nomor 20 Tahun 2023 ini menjadi panduan bagi penyelenggaraan Kampung KB di setiap desa atau kelurahan, dengan fokus pada integrasi dan konvergensi program pemberdayaan keluarga.
Instruksi ini mengarahkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penyelanggaraan Kampung KB, mengintegrasikan berbagai program dan kegiatan pembangunan, serta memperkuat sinergi antar lembaga.
Buku ini membahas implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tenggara melalui studi kasus, analisis tantangan, serta rekomendasi untuk perbaikan program.
Buku ini membahas faktor-faktor penyebab stunting di Provinsi Jawa Barat, serta menawarkan strategi pencegahan yang melibatkan edukasi gizi, perbaikan sanitasi, dan peningkatan layanan kesehatan untuk menurunkan angka stunting.
Buku ini menganalisis faktor-faktor penyebab stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat, seperti pendapatan keluarga, pendidikan ibu, pengetahuan gizi, pola asuh, riwayat infeksi, asupan protein, dan status imunisasi.
Buku ini membahas implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Sumatera Utara melalui studi kasus, analisis tantangan serta rekomendasi untuk perbaikan program.
Laporan Kinerja Direktorat Analisis Dampak Kependudukan Tahun 2022 disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan akuntabilitas atas capaian kinerja dan keuangan.