SEJARAH DESA
Desa Romangloe terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dan dibentuk melalui pemekaran Distrik Borongloe berdasarkan undang-undang Desa. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 1628 Ha dan secara administratif termasuk dalam Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Asal kata "Romangloe" dalam Bahasa Makassar mengandung arti "Hutang lebak," merujuk pada karakteristik geologis wilayahnya yang dikelilingi oleh pegunungan dan sungai Je'neberang. Desa ini berjarak sekitar 8 km atau 15 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor dari ibu kota kecamatan, 17 km atau sekitar 30 menit dari ibu kota kabupaten, dan 27 km atau 45 menit dari ibu kota provinsi. Kepala Desa pertama Desa Romangloe bernama Rahimi.
GEOGRAFIS & DEMOGRAFI
a. Geografis
Desa Romangloe secara geografis berada di ketinggian antara 5 – 50 m (diatas permukaan laut). Dengan keadaan curah hujan rata-rata dalam pertahun antara 135 hari s/d 160 hari, serta suhu rata-rata pertahun adalah 28 s/d 35 °C
Desa Romangloe juga di kelilingi oleh sungai antara lain di sebelah selatan dengan sungai Je’neberang, sehingga Desa Romangloe sangat cocok dengan pembudidayaan ikan air tawar. Di Dusun samaya terdapat Bendung Irigasi bissua, yang mensuplay air untuk persawahan Desa-desa lain bahkan sampai ke Kabupaten Takalar. Namun sangat disayangkan karena sampai pada saat ini justru persawahan di Desa Romangloe belum ada jaringan irigasi sehingga petani cuma bisa panen sekali setahun. Hal ini sangat ironis dengan keberadaan bendungan itu sendiri, dan masyarakat merasa bahwa air yang ditampung di Romangloe hanya lewat dibawah telapak kaki masyarakat Romangloe.
Secara administrasi Desa Romangloe terletak di Wilayah Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa dengan batas – batas wilayah sebagai berikut:
b. Demografi/Batas Desa
Disebelah utara : Berbatasan dengan Desa Nirannuang
Disebelah Selatan : Berbatasan dengan sungai je’neberang/Kab.Takalar
Disebelah barat : Berbatasan dengan Desa Sokkolia/Desa Mata Allo
Disebelah Timur : Berbatasan dengan Desa Bili-Bili.
Desa ini pada awalnya merupakan Kampung Bonto-bonto yang dibentuk oleh Distrik Bontomarannu yang pada waktu itu dipimpin oleh Kepala Kampung. Pada Waktu itu Desa Romangloe memiliki 3 Dusun antara lain : Dusun Samaya, Bonto-bonto dan Borong Rappo, kemudian pada tahun 1984 Dusun Borong Rappo masuk kewilayah Desa Sokkolia dengan dimekarkannya Desa Romangloe. Pada tahun 2007 Dusun Bili-bili yang termasuk dalam wilayah Desa Romangloe dimekarkan menjadi Desa Bili-bili.
Kepala Kampung Pertama bernama UMARA BIN JA’JU menjabat pada tahun 1958 – 1962.
Kepala Kampung Kedua bernama DG. MAKKU menjabat pada tahun 1962 – 1968.
Kepala Kampung berubah menjadi Desa Baru yang dijabat oleh Kepala Desa Pertama yang bernama DG. RAHIMI pada tahun 1968 – 1974.
Kepala Desa Kedua Bernama ABDUL SALAM MUNTU menjabat pada tahun 1974 – 1978
Kepala Desa Ketiga Bernama ABDUL AZIS DG. NAPPA menjabat pada tahun 1978 – 1984
Kepala Desa Keempat Bernama H. SUDDIN DG. NABA menjabat pada tahun 1984 – 1993
Kepala Desa Kelima Bernama MUH. NASIR LIRA menjabat pada tahun 1994 – 2002
Kepala Desa Keenam Bernama MAHMUD DG. NGAWAING menjabat pada tahun 2003 – 2008
Kepala Desa Ketujuh Bernama MUH. AZIS NAI menjabat pada tahun 2008 – 2014
Selanjutnya Plt. Kepala Desa Romangloe RACHMAN MAPPARESSA menjabat pada tahun 2014 – 2017.
Kepala Desa Kedelapan Bernama MUH. AZIS NAI menjabat pada tahun 2017 sampai sekarang.
MAPS