Cerita Legenda Desa Tanjunganom
Pada zaman dahulu saat-saat bangkitnya perlawanan terhadap penjajah Belanda di Daerah ini merupakan daerah perbukitan yang jarang dikunjungi oleh orang dari luar Daerah,kama Daerah ini dikenal dengan daerah yang sangat angker pada saat itu didaerah ini ditumbuhi pahon mahoni pohon beringin pohon aren dan pohon lain yang dapat menutupi tanah dan ancaman erosi.
Di beberapa sudut perbukitan ini terdapat tempat yang dikeramatkan karena keangkeranya yang dahulu nya tidak pemah/jarang dikunjungi orang, konon menurut cerita dan sumber sesepuh Desa beberapa sudut perbukitan dijadikan persembunyian tokoh tokoh pejuang yang dikejar-kejar oleh Belanda.
Tokoh tersebut antara lain adalah Simbah Kyai Ngarang. Simbah Kyai Kayen. Simbah Kyai Mudal, yang konon menurut cerita berasal dari mataram Yogyakarta Simbah Kyi Bonang, Nyai Kidung Melati, Simbah Kyai Mertosoro, Simbah Kyai Mertoguno, Syeh Subakir, Simbah Kyal Tanjung dari tokoh tokoh tersebut ditempat persembunyianya membuka lahan pertanian sebagai sumber kehidupan, timbullah ditempat ini pedukuhan Penduduk.
Pedukuhan pedukuhan tersebut diberi nama sesuai dengan Tokoh yang membuka lahan tersebut yaitu: Dukuh Klarangan, Dukuh Mudai, Dukuh Kayenan dan Dukuh Tanjung Yang sampai sekarang terbukti masih adanya Pohon Tanjung yang usianya tidak diketahui
Dari nisalah itu maka terjadilah pembentukan wilayah Desa yang akhirnya diberi nama Tanjunganom yang artinya NOM (Bahasa Jawa) Muda perkasa sesuai dengan mengambil peran Tokoh termuda dan ditandai dengan adanya Pohon Tanjung yang sampai sekarang masih berdin kokoh yang ditandai dengan adanya petilasan /makam.
Kepala Desa I : RADEN NDORO SASTRO WILOPO Sebelum 1938
Kepala Desa II : R. MUHAMAD SIROJ 1938 s/d 1950
Kepala Desa III : YOTO WRDOYO 1950 s/d 1982
Kepala Desa IV : SUMARYOTO 1982 s/d 1999
Kepala Desa V : AKHMAD 1999 s/d 2006
Kepala Desa VI : SLAMET SURURI 2006 s/d 2013
Kepala Desa VII :ZAENAL MAHFUDIN 2013 s/d 2019
Kepala Desa VIII : ZAENAL MAHFUDIN 2020 s/d 2025
Pada masa Kepemimpinan Bapak Sumaryoto terjadi Perubahan nama Dusun - dusun sebagai berikut :
Saran menjadi Rejosari I
Tanjung menjadi Rejosari II
Gejagan menjadi Karangmulyo I
Mudal menjadi Karangmulyo II
Kayenan menjadi Madusari I
Klarangan menjadi Madusari II
Dukuh menjadi Madusari III