Sebagian besar penduduk Desa Tanjunganom adalah Petani desa yang Pengrajin anyaman bambu (Keranjang Tongkol) dengan omzet rata-rata per bulan Rp 200 000, dan sepertiga Kepala Keluarga sebagai pengrajin gula kelapa yang rata-rata pertahun menghasilkan sebesar Rp. 602.250.000 yang sampai saat ini sudah bisa mengolah Gula Merah menjadi Gula Semut dengan berbagai macam cita rasa empon-empon namun masih terkendala dengan pangsa pasar yang belum banyak diketahui.
Dari kegiatan tersebut dapat diidentifikasikan bahwa Desa Tanjunganom memiliki potensi yang sangatbesar,baik dari Sumber daya manusia maupun Sumber daya alam.Sampai saat ini ini potensi tersebut belum benar benar optimal diberdayakan.Hal ini terjadi dikarenakan belum teratasinya hambatan hambatan yang ada.
Berikut potensi dan hambatan yang ada :
A. Potensi sumber daya
1. Sumber Daya Alam
a) Lahan pertanian yang masih bisa ditingkatkan produktifitasnya karena saat ini belum dikerjakan secara
optimal
b) Lahan pekarangan yang subur belum dikelola secara optimal
c) Wilayah Desa Tanjunganom sangat cocok untuk mengembangkan peternakan untuk beternak kambing,
ayam, kelinci serta bebek petelur sangat bagus karena kemudahan dalam hal makanan pokok ternak
d) Peternakan masih merupakan usaha sampingan belum dikelola secara benar dan profesional.
e) Perikanan air tawar terutama lele.
2. Sumber Daya Manusia
a) Besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai tenaga produktif dapat mendorong potensi
industri rumah tangga.
b) Kemampuan bertani yang diturunkan orang tua kepada anak sejak dulu.
c) Hubungan yang kondusif antara Kepala Desa, Perangkat Desa dan Masyarakat.
d) Adanya kader kesehatan yang cukup, terutama Posyandu yang ada di tiap Dusun
e) Kemampuan membuat kerajinan dan makanan olahan.
f) Adanya kelembagaan baik tingkat desa ataupun dusun misal BPD, LPMD, PKK, Posyandu, Kelompok tani,P3A
dll.
b. Hambatan yang dihadapi
1. Kurangnya kesadaran dan penguasaan teknologi pertanian sehingga menyebabkan kurang maksimalnya hasil
pertanian.
2 Kurang maksimalnya pengolahan pasca panen
3. Rusaknya beberapa saluran irigasi sehingga memepengaruhi hasil panen khususnya pada musin kemarau.
4. Mayoritas warga masih berpendidikan rendah sehingga kurang mampu bersaing dalam kompetisi pencari kerja
maupun membuka/menciptakan lapangan kerja.
5. Usaha kerajinan dan makanan olahan belum mendapat perhatian yang cukup terutama menyangkut
permodalan, disairy/kemasan dan pemasaran.
6. Desa Tanjunganom adalah wilayah terbuka dan mudah diakses dari manapun sehingga memudahkan nilai nilai
budaya negatif masuk dan mempengaruhi masyarakat.
7. Belum maksimalnya peran dan fungsi kelembagaan yang ada, baik ditingkat desa maupun dusun.