Reaksi redoks adalah perubahan bilangan oksidasi atom-atom dalam suatu reaksi kimia, sering kali melibatkan transfer elektron.Reaksi redoks sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya peristiwa apel yang jika didiamkan dan disimpan di udara terbuka, akan berubah warnanya menjadi kecoklatan, paku besi yang berkarat, proses fotosintesis dan lainnya.
Apa itu singkatan redoks?Redoks adalah Reduksi dan Oksidasi
Reduksi adalah reaksi penangkapan elektron atau lebih tepatnya reaksi penurunan bilangan oksidasi. Sedangkan Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi.
Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron atau lebih tepatnya reaksi penambahan/kenaikan bilangan oksidasi.Sedangkan Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi.
Pertama-tama apa itu bilangan oksidasi?Bilangan Oksidasi adalah bilangan positif dan negatif yang diberikan pada suatu atom untuk menunjukkan tingkat oksidasi atau reduksinya.Bilangan oksidasi juga menunjukan muatan dari suatu atom.Di dalam reaksi redoks yang berubah adalah bilangan oksidasi.
Sebelum masuk ke dalam reaksi redoks,kita akan mempelajari apa itu bilangan oksidasi dan cara menghitungnya.
Bilangan Oksidasi Suatu unsur adalah 0
Contohnya adalah C, Ca, Cu, Na, Fe, Al, Ne dan molekul seperti H2, O2, Cl2, P4, S8.Jadi bilangan oksidasi mereka adalah 0
Bilangan Oksidasi Monoatom atau Poliatom
Monoatom seperti Na+, Mg2+, dan Al3+ bilangan oksidasi mereka berturut turut adalah 1,2,3.
Poliatom seperti NH4+, SO42-, dan PO43- berturut-turut adalah +1, -2, dan -3.
3.Bilangan oksidasi unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya
IA = H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr = +1.
Contoh: Bilangan oksidasi K dalam senyawa KCl adalah +1.
Biloks golongan logam IIA = +2 IIA = Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra = +2.
Contoh: Bilangan oksidasi Mg dalam senyawa MgS adalah +2.
Biloks golongan logam IIIA = +3 IIIA = B, Al, Ga, In, Tl = +3
Contoh: Bilangan oksidasi Al dalam senyawa Al2O3 adalah +3
Beberapa Kasta atau kedudukan untuk menentukan bilangan oksidasi:
1.Bilok Flourin=-1
2.Unsur Logam (kation) memiliki biloks yang sama dengan muatan nya (gol IA)
3.Biloks Hidrogen = +1 (bisa saja berubah tergantung suatu senyawa)
4.Biloks Oksigen = -2 (bisa saja berubah tergantung suatu senyawa)
5.Jumlah Biloks senyawa = 0 (jika tidak bermuatan)
6.Jumlah Biloks Ion = Muatannya
Oksidasi dan Reduksi
Catatan penting untuk bisa membedakan oksidasi reduksi dan oksidator dan reduktor.
Pertama kita bisa melihat perubahan biloks asli yang kita tulis kemudian dari reaktan atau panah bagian kiri.]
Kedua setelah kita mengecek kita lihat apakah dari kiri ke kanan terjadi kenaikan atau penurunan.
Ketiga jika naik maka oksidasi jika turun reduksi.
Keempat jika oksidasi maka panah bagian kiri merupakan lawannya yaitu reduktor,
sedangkan reduksi maka panah bagian kiri merupakan lawannya juga yaitu oksidator.