LINTASAN SEJARAH PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN PENYAKIT DALAM
Prof. Asikin mula-mula mendapat tugas sebagai konsultan di bagian Penyakit Dalam RSTP sejak pengambilan alih tahun 1950. Sebagai dokter muda Co-Ass yang bertugas dibagian Interne adalah Drs. Med Sarnanto. Bulan April 1954 Kepala bagian Interne dijabat oleh Dr. Suhardo Kertohoesodo, yang baru pindah dari RST Malang bulan Oktober 1954. Pada waktu itu bagian Interne mempunyai satu ruang X untuk pasien pria dengan 80 tempat tidur, satu ruang XIV untuk pasien wanita dengan 40 tempat tidur. Rata-rata terdapat 4–10 orang yang dirawat karena penyakit menular, tifus dan muntaber, sedankan di Paviliun Perwira rata-rata dirawat 6 pasien. Kadang-kadang pasien tahanan dengan penyakit dalam di rawat di ruang XIII yang biasa dipakai untuk pasien sakit jiwa. Tenaga perawat asing sudah tidak ada lagi, tetapi pelayanan pasien rawat jalan dan rawat mondok dapat dilayani dengan baik. Tahun 1955 Kepala ruang Interne diserah terimakan dari dr. Soehardo kepada dr. Abdullah Hasan, dan dr. Soehardo memperdalam Penyakit Dalam di RSUP dibawah pimpinan Prof. Aulia dan wakilnya Prof. dr. D. Biran. Atas permintaan dr. Gan Tjong Bing kepala bagian Kardiologi RSUP, Dr. Soehardo diminta untuk dididik sebagai Kardiolog.Tahun 1958 beliau mendapat Brevet Kardiolog, tetapi PPDI tidak mengakuinyasehingga Dr.Soehardo harus meneruskan ke Penyakit Dalam lagi. Tahun 1959 beliau mendapat Brevet dari Interne, dan kembali bertugas di RSPAD memimpin bagian Penyakit Dalam. Ada beberapa dokter yang ditugaskan dibagian Interne seperti :• Dr. Soenarto • Dr. Ny. G. Djoko Sutodiwirya• Dr. Ny. Zaglul Komariah• Dr. Ny. Kartadinata• Dr. Prawira Dan mendapat tambahan seorang Internis Dr. Nie Swan Tie. Sementara Dr. Ny. Djoko dan Dr. Harun Surono bertugas belajar di FKUI memperdalam Interne klinik dibawah pengawasan Dr. Nie Swan Tie sedangkan Klinik Kardiologi dibawah pengawasan Kepala Bagian IneterneDr. Soehardo. Setelah Dr. Harun Surono selesai pendidikan sebagai dokter Internis, maka kembali ke RSPAD dan tahun 1966 menjadi kepala bagian Interne. Tahun 1972 bagian Penyakit Dalam mulai dibentuk sub bagian antara lain Sub Bagian Ginjal dan Hipertensi, Metabolik Endokrin, Hematologi, Gastroenterologi. Kemudian diikuti pembentukan divisi Reumatologi tahun 2019, Tropik Infeksi tahun 2020, dan Geriatri tahun 2021.
Tahun 1982 kegiatan sub bagian ini terus dikembangkan oleh Dr. Herriyati Soedarto sekembalinya dari pendidikan Spesialis Penyakit Dalam. Mengingat tingginya mordibitas dan mortalitas pasien-pasien diabetes dan disadari bahwa kadaan tersebut dapat ditekan dengan meningkatkan edukasi pasien mengenai pemahaman tentang penyakitnya, mulai tahun 1992 telah dikirim 3 orang dokter umum (dr. Maggie, Dr. Ana Titik Rahayu, Dr. Nurhayati ), 5 orang perawat (Sr. Maria Sudarsilah, Sr. Sumartini, Sr. Mahardani, Sr. Selfia Zaharti, Sr. Yunizar ) dan 1 orang ahli gizi (Sri Noerwati DCN) untuk mengikuti kursus yang diselenggarakan oleh SIDL (Sentral Informasi dan Lipid) RSCM-FKUI sebagai edukator diabetes. Team Edukator Diabetes ini bertugas memberikan edukasi kepada penderita diabetes dan menyelenggarakan senam diabetes. Pasienpasien yang telah mendapat edukasi disarankan untuk bergabung dalam wadah PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) Unit RSPAD Gatot Soebroto. Tahun 1998 sub bagian Endokrin Metabolik diperkuat dengan bertambahnya 1 orang personil lagi Yaitu Letkol Ckm dr. Aris Wibudi, Sp.PD. Sehingga diharapkan penelitian dan pengembangan sub bagian ini dapat ditingkatkan. Tahun 2002 dikirim kembali 2 orang dokter umum (dr. Asmi Abdullah, dr. MM. Deni Esti), 2 orang Perawat (Sr. Delailah M, Sr. Yuyu Yuliarsih), dan 1 orang ahli gizi (Lettu Ckm (K) Noviati) untuk dididik menjadi edukator diabetes di Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto. Kegiatan edukasi diadakan setiap bulan minimal 1x/bulan. Edukasi meliputi: pengetahuan dasar diabetes melitus, cara mengatur pola makan, melakukan senam , melakukan perawatan kaki diabetes, dan cara memakai/menggunakan obat-obat diabetes (baik obat suntik maupun obat yang dimakan). Jumlah peserta edukasi antara 10-15 orang, diharapkan bersama seorang keluarganya. Setiap penyandang DM dianjurkan untuk mengikuti kegiatan ini baik yang baru maupun yang lama, dan disarankan menjadi anggota PERSADIA cabang RSPAD Gatot Soebroto, Anggota PERSADIA cabang RSPAD Saat ini sudah mencapai 117 orang peserta. Kegiatan yang rutin dilakukan adalah senam Diabetes setiap hari Selasa dan Kamis.Kemampuan Medis/ Penunjang Medis 1. Bekerjasama dengan Departemen Kedokteran Nuklir telah dapat dilakukan pemeriksaan I131 Uptake, sidik tiroid (Thyroid Scanning) dan Whole Body Propelling untuk diagnostik serta pengobatan dengan yodium radioaktif. 2. USG-guided FNAB untuk pasien-pasien struma khususnya struma nodusa dan aspirasi terapeutik. 3. Telah dibakukan protokol penanganan Ketoasidosis Diabetik RSPAD Gatot Soebroto melalui Lokakarya tahun 1999.