RESUME
RESUME
SELAYANG PANDANG ERA SISTEM PENYULUHAN PERTANIAN MENGHADAPI INDUSTRI ERA 4.0
Penyuluhan pertanian Suatu proses pembelajaran bagi pelaku utama pelaku usaha dan mampu menolong serta mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pesan, teknologi, permodalan dan sumber daya lainya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas efisiensi usaha pendapatannya.
* Kegiatan penyuluhan dimulai Pada ta tahun Pertanian) = 1 Januari 1905 (Prof Dr Mueichior)
* Pada tahun 1908 dibentuk kelembagaan penyuluhan (dinas penyuluhan pertanian)
* Sistem kerja latihan dan kunjungan diperkenalkan sering keputusan kementan 664 tahun 1978
* Lahirnya uu no 16 tahun 2006 tentang SP3k untuk memulai menjalankan strategi penyuluhan yang lebih modern juga mengatur sistem kelembagaan mengamanatkan adanya kelembagaan tingkat provinsi, kabupaten, kota, dan kecamatan.
* UU no 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah dan peroturan pemerintah nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah. Adanya peraturan ini mengubah kelembagaan. penyuluhan pertanian ke Dinas Pertanian.
* Untuk memperkuat sistem kelembagaan dan penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian mengeluarkan peraturan 03 tahun 2018 tentang pedoman penyelenggaraan penyuluhan pertanian untuk mengelola kelembagaan penyuluhan pertanian pemerintah, swasta, dan swadaya, serta instansi terkait.
* Dari segi ketenagakerjaan PP dengan tahun 2019 terdapat 69.593 orang. 31.506 Orang Penyuluh PNS, 12.135 orang Penyuluh THL-TBPP, 25.852 orang Penyuluh Swadaya, 100 orang Penyuluh Swasta
* Tahun 2019 609.588, jumlah kelompok Tani, Tahun 2019 terdapat 63.772 jumlah gabungan kelompok Tani, Tahun 2019 terdapat 12.454 jumlah kelembagaan Ekonomi Petani (KEP)
PERTANIAN ERA INDUSTRI 4.
Hasil wawancara bersama profesor Dedi nur Syamsi SAM menjelaskan tentang sektor pertanian di Indonesia sudah mengimplementasikan industri 4.0 atau smart agriculture atau pertanian cerdas. Di dalamnya ada smart greenhouse atau rumah kaca yang cerdas jadi produksi tanaman ditentukan fotosintesis fotosintesis itu ditentukan dan memerlukan lingkungan yang variabel memerlukan suhu yang optimal memerlukan air yang optimal dan sebagainya di dalamnya diatur oleh sensor yang dihubungkan ke internet dengan menggunakan BLT data sensor bicara sehingga semua nanti berproduksi dengan optimal yang di internet dengan kecerdasan buatan.
Kementerian pertanian mengembangkan manfaat citra satelit untuk mendeteksi apakah yang terkandung di dalam tanah yang bekerja sama dengan lapan yang bisa menerjemahkan dan citra satelit memfoto permukaan tanah memfoto lahan sehingga dapat diterjemahkan pupuk apa yang harus digunakan dan dengan dosis atau takar yang sesuai dengan kondisi lahan atau tanaman. Implementasi dari penerapan luas lahan sama dengan perilaku pertanian atau petani.
Petani milenial harus melek pada teknologi muda menurut teknologi dengan membimbing petani milenial implementasi 4.0 di sektor pertanian akan berjalan dengan lancar bahkan bisa menciptakan teknologi baru.
Kendala yang dihadapi dalam penetapan teknologi pertanian yang pertama kekhawatiran terhadap atau dengan masuknya industri 4.0 angka pengangguran semakin tinggi karena banyaknya robot yang kedua banyak petani konvensional, tradisional yang tidak melelah dengan teknologi.
Syarat utama penerapan 4.0 adalah dukungan dari pemerintah dukungan dari dewan legislatif dan juga dari masyarakat itu sendiri
SMART FARMING ERA DIGITALISASI PERTANIAN
Smart farming atau pertanian pintar adalah metode pertanian cerdas berbasis teknologi contohnya platform yang disambungkan dengan perangkat teknologi seperti tablet atau handphone dalam pengumpulan informasi pertanian sehingga dapat data yang lebih terukur diluncurkan pada 24 September tahun 2018 dan sudah diterapkan di desa bantal Kecamatan Panji Situbondo Jawa Timur pada saat memperingati hari tani nasional.
Beberapa contoh penerapan smart farming yang pertama prediksi hasil panen dengan melakukan sensor LOT atau internet of things di lahan pertanian yang memudahkan Petani dalam mengumpulkan data dan meningkatkan akurasi data misalnya status unsur hara tanah kelembaban udara dan kondisi cuaca kedua agri drone sprayer atau drone penyemprot pestisida dan pupuk cair ketiga drone surveilance atau drone untuk pemetaan lahan keempat keamanan pangan dan pencegahan hama dengan menempatkan wireless CCTV dengan solar panel di beberapa titik di lahannya kelima beberapa aplikasi canggih yang dapat dipakai oleh pelanggan untuk memantau dan menjalankan operasional pertanian dari layar smartphone
A BETTER AGRICULTURE WITH DATA ANALYSTICS
Pertanian Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa akan sumber daya alamnya. Namun potensi tersebut belum tercapai karena petani masih kesulitan dalam mengelola lahan dan mendapati hasil yang optimal tugas lapangan kesulitan dalam mengawasi lahan yang luas juga perusahaan pertanian dan perkebunan memiliki target untuk meningkatkan produktivitas hasil panen dan kinerja para pekerjanya
C-I agrikultur memiliki visi agriculture with integrity Hara sebuah aplikasi milik dari PC tersebut membawa teknologi mendampingi proses pertanian dari masa pertanian sampai panen menyajikan data lahan dengan analisis segmentasi cuaca Tanah pola produktivitas untuk memaksimalkan potensi akurasi lahan memudahkan petugas lapangan menandat ih lahan tanam melengkapi petani dan data petani
Kinerja di lapangan dapat dilaporkan dan dipantau secara real Time dilengkapi dengan sistem manajemen petani yang merekam data lengkap dan sistem peminjaman modal usaha lahan kecil memudahkan proses pencatatan peminjaman penyaluran bahan tani yang tepat ke setiap lahan.
Proses pertanian di lahan dipandu berdasarkan tuntutan agronomis terbaik untuk hasil yang optimal risiko hama dan penyakit dominator dianalisis sebelum terjadi serangan panen dapat diprediksi mengatasi setiap lahan titik dapat dilihat dengan akurat perusahaan pertanian dan perkebunan meningkatkan daya produksi dengan harap setiap dalam pertanian dan perkebunan Indonesia nerik dapat mewujudkan efisiensi meningkatkan produktivitas dan membangun jaringan integrasi.
PETANI PINTAR BERBASIS DATA
C-I agrikultur menggunakan sistem manajemen berbasis cuaca sensor tanah satelit hingga data masuk di surat menjadi rekomendasi salah satunya antisipasi saat serangan hamadata selain menggunakan nano satelit untuk menangkap gambar dan relahan C-I juga membuat aplikasi bernama Hara bentuk berkomunikasi terus menarik data di lapangan.
Aplikasi ini menjadi bekal utama untuk seorang penyuluh kelapangan bertemu tadi melihat lahan titik aplikasi ini menjadi alat utama untuk masuk ke seluruh sistem monitoring penyuluhan. Lahan yang tidak diketahui luasnya posisinya di mana akan ketahuan dengan delegasinya.
C-I berdiri tahun 2014 telah melakukan uji coba pada area lahan di wilayah Lampung melibatkan 1100 petani selama 3 musim titik peningkatan dari 60 - 80 % meningkatkan produktivitas meski terdengar efektif sebagian aktivitas canggih ini masih terbatas uji coba perubahan cuaca ekstrem pada tahun 2030 diprediksi akan berubah penurunan drastis produksi petani di berbagai kawasan dunia. Dengan kehadiran smart farming berbasis data diharapkan mampu meminimalisir penurunan produktivitas petani
SMART FARMING IMPLEMENTASI KONSEP PERTANIAN
Sebagai negara agraris pertanian di Indonesia memiliki peran penting untuk meningkatkan kebutuhan pangan negara-negara seiring dengan peningkatan populasi di Indonesia kebutuhan pangan juga terus meningkat otomatis produksi juga perlu ditingkatkan di sisi lain peningkatan produksi terhambat karena lahan pertanian yang semakin berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan juga fasilitas umum juga musim di Indonesia yang sudah sulit untuk diprediksi .
Selain itu profesi petani semakin berkurang karena tidak ada yang menjadi penerusnya pekerjaan petani dianggap pekerjaan yang melelahkan tidak menghasilkan dan juga tidak keren alat yang membantu Pak Mino adalah FMS atau feld monitoring system yang mampu memantau keadaan real Time kondisi tanaman di lahan dengan menggunakan berbagai sensor FMS sebuah peralatan yang digunakan untuk pengamatan iklim mikro. FMS sendiri terdiri dari dua komponen yang pertama komponen lokal yaitu suhu kelembaban protesitivitas matahari kecepatan angin dan juga hujan yang kedua yaitu komponen global.
Data ini akan dikirimkan ke global menggunakan transisi atau jaringan internet sehingga akan memudahkan untuk pengecekan dan juga penghasisannya data yang disimpan di cloud akan digabungkan dengan pengalaman yang dirasakan user atau petani sehingga penggabungan antara teknologi yang diwakili oleh data dan juga pengalaman petani sebagai knowledge nanti akan bermanfaat untuk generasi mendatang dapat diwariskan sebagai bentuk transpor of knowledge.
Penggunaan teknologi sensor di bidang pertanian merupakan salah satu pekerjaan konsep pertanian presisi yang merupakan salah satu jawaban dari tantangan budidaya pertanian lahan terbuka yang erat kaitannya dengan pengelolaan iklim dan kondisi
DRONE KARYA ANAK BANGSA SECANGGIH DJI BANTU KINERJA PETANI PETANI LEBIH EFISIEN
Rosena kharisma Rasul CEO full drone solution. Drone yang diciptakan atau diproduksi mampu meningkatkan beban 15 liter air dengan asumsi studi terbang membawa beban tadi mempunyai produktivitas 1 sampai 2 hekter drone dilengkapi dengan sensor yang dapat mengikuti kontur tanah dan tanaman tahan terhadap hujan dan ringan mudah digunakan atau disetting. Soffendrom dapat digunakan pada berbagai macam zat pertanian baik itu cairan pestisida herbisida dan pupuk cair pembuatan drone menggunakan bahan karbo vyber ya sudah berstandar industri dan juga ada campuran akrilik. Drone tahan terhadap hujan ringan dan tahan debu jadi aman jika terkena air dan dilengkapi dengan airli warning yang di mana di dalam software-nya ada diberikan beberapa peringatan seperti warning habis baterai warning hilang sinyal dan juga drone menggunakan baterai yang pantas.
Perbandingan drone dengan tenaga manual atau manusia yang rata-rata tenaga kerja manusia memproduksi 0,3 sampai 0,8 orang per hari dalam satu hektar lahan diperlukan 3 orang sedangkan jika menggunakan drone bisa menghabiskan waktu 15 menit untuk 1 hektar atau 2 hektar.
Efek yang ditimbulkan adalah biaya penghematan air yang sangat besar jika menggunakan tenaga kerja maka membutuhkan waktu 30 liter air jika menggunakan drone hanya membutuhkan 15 liter air..
Fungsi drone yang pertama menyemprot pestisida atau herbisida sebesar 15 liter per 1 hektar dalam 2 hari yang kedua dilengkapi proteksi atau keamanan dengan indeks 10 sampai 65 sehingga aman terhadap hujan yang ketiga mudah dibawa atau dioperasikan dan desainnya cocok pada petani yang keempat dapat terbang mengikuti kontur tanah dan tanaman yang kelima dengan produktivitas yang sangat tinggi di mana kita dapat mengefisiensikan cost tenaga kerja dan membantu petani meningkatkan produksi petani yang terakhir dengan drone sebaran zat kimia langsung menyerap ke tanah dan batang dengan merata.