BERITA
BERITA
MAHASISWA POLBANGTAN MEDAN MELAKUKAN PEMBUATAN PATI MODIFIKASI SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PANGAN
Medan, 6 Juni 2024
Diversifikasi Pangan merupakan upaya untuk mendorong masyarakat agar memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsi sehingga tidak terfokus pada satu jenis saja. Konsep ini hanya berlaku untuk makanan pokok saja. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras, menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat secara mandiri serta menjamin kecukupan gizi, sehingga dapat hidup sehat, aktif, dan menanggulangi terjadinya krisis pangan.
Ubi jalar merupakan salah satu sumber karbohidrat utama di Indonesia yang menempati urutan ke- empat setelah padi, jagung dan ubi kayu. Masa konsumsinya pun lebih lama dibandingkan jenis umbi lain. Produktivitasnya relative tinggi, yaitu 20–40 ton/ha dan umur panen pendek 4–5 bulan. Umbi ubi jalar mengandung air 59-69 %, abu 0,68–1,69 %, protein 3,71-6,74 %, lemak 0,26-1,42 % dan karbohidrat 91,42-93,45 %. Berdasar mutu gizi dan sifat fungsional serta peluang pemanfaatannya, ubi jalar berpotensi besar untukdikembangkan dalam upaya diversifikasi pangan.
Jadi, untuk menerapkan program ini Gusti Setiavani dan Retmono Agung selaku dosen pengampu mata kuliah Ketahanan Pangan meminta mahasiswa semester dua jurusan pertanian untuk melakukan praktikum pembuatan pati di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Polbangtan Medan, di dampingi oleh Putri.
“Kita melakukan praktikum pembuatan pati dengan dua perlakuan, yang pertama tidak di-fermentasi dan yang kedua di-fermentasi menggunakan ragi,” ujar Agung.
Praktikum ini diharapkan bisa menjadi ilmu baru dan bekal untuk para mahasiswa Polbangtan Medan dan bisa dimanfaatkan untuk membantu ketahanan pangan yang ada di Indonesia. Sehingga seluruh masyarakat tidak lagi bergantung kepada beras.