A. LATAR BELAKANG
Peradaban manusia yang semakin berkembang dewasa ini membuat kehidupan sosial masyarakat semakin kompleks, dalam kompleksitas itu telah terjadi dinamika yang mengakibatkan disetiap tempat terjadi kesenjangan dan membantu lahirnya kelas-kelas sosial di masyarakat. Kelas sosial yang tergolong mampu, tentu tidak memerlukan bantuan untuk menjalankan hidupnya menjadi lebih baik, lain halnya dengan kelas sosial yang tidak mampu sudah tentu perlu mendapatkan bantuan. Belakangan ini jumlah dari mereka yang tidak mampu semakin besar, hal ini terjadi karena berbagai faktor baik budaya, ekonomi, pendidikan, kesehatan bahkan seluruh aspek kehidupan. Di kota Manado terdapat banyak anak-anak yang tidak memiliki masa depan yang jelas, mereka termarginalkan, keluar dari dunia pendidikan untuk sekedar bertahan hidup di tengah kerasnya kota dan tempat tersebut ada di kawasan pusat kota Manado yang dikenal dengan Kawasan Pasar 45, Pasar Calaca dan sepanjang jalur Perbelanjaan.
Anak-anak yang ada disana sebagian besar berjualan, bekerja membantu orang tua mereka mencari uang. Ditengah kemajuan peradaban saat ini anak-anak tersebut masih ada yang belum sekolah, putus sekolah, kurang akan pendidikan, moral bahkan sebagian dari mereka belum melek huruf. Kenyataan inilah yang mendasari terbentuknya Komunitas DINDING MANADO.
Komunitas Dinding Manado merupakan salah satu komunitas yang terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat, tekad, pemikiran dan gagasan yang sama yaitu untuk membantu mensejahterakan anak-anak yang ada di Pasar 45, Calaca Manado lewat berbagai bantuan serta pemberian diri untuk mengajar anak-anak yang ada disana. Komunitas Dinding Manado juga merasa perlu diadakan tindakan yang membantu anak-anak memperbaiki kedaaan yang memprihatinkan saat ini untuk menjadikan mereka disiplindan mandiri, sehat dan produktif serta berdaya guna bagi masyarakat, terutama masyarakat sekitar mereka.
B. SEJARAH SINGKAT
Pada akhir bulan januari tahun 2010 beberapa orang dari mahasiswa dan alumni sebuah perguruan tinggi terkemuka di manado kemudian bersepakat untuk melakukan sesuatu untuk sedikit mengurangi beban masalah ini, dengan sumber daya yang terbatas maka diputuskan untuk fokus menangani anak jalanan dan pengemis, niat itu mulai menyebar ke beberapa orang yang lain yang juga memiliki pandangan yang sama. Tepat hari selasa minggu pertama bulan februari tahun 2010 diadakan pertemuan lanjutan di sebuah pusat perbelanjaan sekitar zero point Kota Manado yang dihadiri 9 orang dan beberapa orang lain via teleconfrence menggunakan jejaring sosial. Dalam pertemuan itu disepakati nama komunitas yaitu komunitas dinding, dengan filosofi bahwa komunitas ini akan menjadi dinding yang kokoh untuk melindungi mereka yang lemah, juga karena salah satu jejaring sosial menggunakan istilah "dinding" sebagai tempat berekspresi maupun berbagi tautan. Dalam pertemuan itu juga disepakati bahwa fokus komunitas ini adalah pada pendidikan terutama pendidikan karakter dan enterpreneurship. Kesepakatan yang lain ialah akan dilakukan publikasi lewat selebaran dan mendatangi tempat berkumpul anak jalanan, juga mempublikasikan bantuan yang dibutuhkan berupa buku, alat tulis, terpal, makanan ringan bahkan pinjaman kendaraan dan kemudian membuat group komunitas di jejaring sosial untuk kepentingan publikasi dan komunikasi.
Dalam minggu yang sama dihari sabtu diadakan acara untuk mengumpulkan anak-anak, untuk mensosialisasikan niat dari komunitas, hanya beberapa yang bisa hadir baik kakak-kakak maupun anak-anak jalanan, namun sosialisasi tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat sekitar, dalam minggu selanjutnya publikasi dijalankan, dan atas inisiatif beberapa orang maka mulai dibangun tenda darurat dengan alat dan bahan pinjaman di lahan kosong ex-kampung texas. Kelas perdana pun dimulai dengan respons yang luar biasa dari donatur dan anak-anak, acara belajar dihadiri lebih dari 100 orang anak, dan sekitar 50 kakak yang ingin membantu mengajar, tidak hanya itu bantuan dalam bentuk alat tulis menulis, meja, terpal berdatangan sehingga kebutuhan hari itu bisa tercukupi.