Buku "Borobudur : Berbuddha dan Berbudaya". merupakan kumpulan tulisan tentang Borobudur yang pernah dimuat di website www.setangkai dupa.com, di bulan April, Mei, Juni, dan Juli 2022.
"Tiga Puluh Tujuh Faktor Pencerahan" adalah ajaran Buddha yang paling mendasar.
Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, Master Cheng Yen menjelaskan makna dari ketiga puluh tujuh faktor tersebut melalui contoh kisah kehidupan sehari-hari.
Dhammapada (bahasa Pali) atau Dharmapada (bahasa Sanskerta) merupakan salah satu kitab suci Agama Buddha dari bagian Khuddaka Nikāya, yang merupakan salah satu bagian dari Sutta Pitaka. Dhammapada terdiri dari 26 vagga (bab) atau 423 bait.
Dari buku ini, kita dapat memahami bahwa pembangunan candi Borobudur memungkinkan umat Buddha melaksanakan ritual berjalan keliling (pradakṣiṇā),
mengelilingi Borobudur seperti berziarah ke delapan lokasi peristiwa mukjizat yang terjadi dulu dalam kawasan jelajah dan kehidupan Buddha Śākyamuni di Madhyadeśa, India. Pengertian ini disokong oleh keyakinan orang Jawa sejak zaman sebelumnya bahwa kawasan Jawa Tengah dipercaya merupakan replika dari Madhyadeśa.
Buku yang sangat bermanfaat sebagai referensi untuk membuktikan bahwa situs Candi Borobudur dapat menjadi biara Buddha terbesar di dunia, tidak hanya sekadar menjadi destinasi wisata melainkan rumah ibadah umat Buddha di dunia.
Judul: JAYAMAṄGALA GĀTHĀ
Penulis: Handaka Vijjananda
Pelukis: Kusbie
Penata: Andreas Dipaloka
Spesifikasi: Hardcover, warna, 25x20 cm, 80 hlm
Sinopsis:
Jayamaṅgala Gāthā adalah syair berkah kejayaan Buddha yang digubah dalam bahasa Pāḷi pada abad pertengahan di Sri Lanka.
Syair ini sering didaraskan untuk “parittā” (perlindungan) di Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia. Syair dilengkapi dengan cerita mengenai “upāyakosalla” (cara piawai) Buddha yang penuh kewelasan dan kebijaksanaan dalam menaklukkan delapan makhluk penentang, yaitu Dewa Māra, Yaksa Āḷavaka, Gajah Nālāgiri, Pembantai Aṅgulimāla, Brahmani Ciñcā, Petapa Saccaka, Naga Nandopananda, dan Brahma Baka.