"Kebenaran yang tidak termanajemeni dapat dikalahkan oleh kebatilan yang termanajemeni."
Proposisi tersebut menggarisbawahi pentingnya manajemen dalam dakwah. Betapapun hebatnya seorang pendakwah, tanpa manajemen yang efektif, dampaknya akan terbatas. Keterbatasan manusia dalam pengetahuan dan keterampilan membuat kerja kolaboratif menjadi kunci. Ibarat lidi, tidak efektif untuk membersihkan halaman bila hanya sebatang. Namun, bila diikat dengan sejumlah lidi lainnya menjadi sebuah sapu, barulah dapat berfungsi dengan baik.
Manajemen yang terstruktur menjadi keniscayaan dalam kegiatan dakwah, terutama ketika dihadapkan pada beragam permasalahan umat yang membutuhkan penanganan secara sistematik. Tanpa manajemen yang baik, dakwah dapat kehilangan arah dan efektivitasnya. Salah satu manifestasi dari manajemen dakwah yang baik adalah pengembangan peta dakwah berbasis teknologi digital seperti aplikasi Dakwah Maps yang bertujuan untuk mendukung kegiatan dakwah agar lebih sistematis, terarah, dan berbasis data, sehingga diharapkan dapat berdampak signifikan dalam upaya pembinaan dan pengembangan umat.
Dakwah Maps yang sementara dikembangkan ini merupakan prototipe (model awal atau versi eksperimental) dari aplikasi yang bertujuan memetakan medan dakwah di Majene, Sulawesi Barat. Data prototipe aplikasi ini dihimpun dari 10 masjid yang cukup representatif. Pemilihan masjid didasarkan pada tipologi yang mencerminkan keragaman demografis, paham keagamaan, dan aksesibilitas pengurus masjid.
Prototipe aplikasi Dakwah Maps diproyeksikan sebagai dasar untuk pengembangan lebih lanjut hingga mencapai versi final yang siap digunakan secara masif pada cakupan wilayah yang lebih luas.
Pengembang,
Nirwan Wahyudi AR