Fitur ini menyediakan informasi mengenai karakteristik jemaah masjid, mencakup distribusi jemaah tetap dan pendatang, distribusi usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, dan kesadaran dalam membayar zakat.
Data ini dapat membantu pengguna (dai) merancang strategi dakwah yang lebih relevan dan efektif, menyesuaikan metode dan materi dakwah dengan kondisi masyarakat setempat, sehingga kegiatan dakwah menjadi lebih terarah dan berbasis data, sesuai kebutuhan jemaah.
Kisaran Distribusi Jemaah Tetap dan Pendatang
Mayoritas jemaah yang beribadah di masjid ini adalah penduduk tetap yakni ±80%, sementara sisanya adalah jemaah pendatang dari luar daerah, termasuk mahasiswa atau civitas academica STAIN Majene yang berada dekat dari masjid ini.
Kisaran Distribusi Usia Jemaah
Sebanyak ±60% jemaah berada dalam kelompok usia dewasa/orang tua (26-50 tahun), diikuti oleh anak-anak/pemuda (<25 tahun) sebanyak ±30%, dan lansia (>51 tahun) sebanyak ±10%.
Rerata Tingkat Pendidikan
Sebagian besar jemaah memiliki pendidikan menengah (SMA), sebagian kecil pendidikan tinggi.
Rerata Pekerjaan
Pekerjaan jemaah bervariasi, meliputi nelayan, pegawai, dan sebagainya (heterogen).
Rerata Status Ekonomi
Mayoritas jemaah berada pada kategori ekonomi menengah-bawah.
Rerata Kesadaran Berzakat
Tingkat kesadaran rata-rata jemaah dalam membayar zakat tergolong sangat tinggi.
Kisaran Distribusi Jemaah Tetap dan Pendatang
Mayoritas jemaah yang beribadah di masjid ini adalah penduduk tetap, yakni ±99%.
Kisaran Distribusi Usia Jemaah
Jemaah terdiri atas ±40% dewasa/orang tua (26-50 tahun), ±30% lansia (>51 tahun), dan ±20% anak-anak/pemuda (<25 tahun).
Rerata Tingkat Pendidikan
Sebagian besar jemaah memiliki pendidikan menengah (SMP dan SMA).
Rerata Pekerjaan
Mayoritas jemaah bekerja sebagai nelayan.
Rerata Status Ekonomi
Kebanyakan jemaah berada pada kategori ekonomi menengah-bawah.
Rerata Kesadaran Berzakat
Tingkat kesadaran rata-rata jemaah dalam membayar zakat tergolong rendah.
Kisaran Distribusi Jemaah Tetap dan Pendatang
Mayoritas jemaah yang beribadah di masjid ini adalah penduduk tetap yakni ±70%, sementara sisanya adalah jemaah pendatang dari luar daerah, termasuk mahasiswa atau civitas academica STAIN Majene yang berada dekat dari masjid ini.
Kisaran Distribusi Usia Jemaah
Sebanyak ±50% jemaah berada dalam kelompok usia dewasa/orang tua (26-50 tahun), diikuti oleh anak-anak/pemuda (<30 tahun) sebanyak ±30%, dan lansia (>51 tahun) sebanyak ±20%.
Rerata Tingkat Pendidikan
Sebagian besar jemaah memiliki pendidikan menengah (SMP/SMA), sebagian kecil pendidikan tinggi.
Rerata Pekerjaan
Mayoritas jemaah bekerja sebagai nelayan.
Rerata Status Ekonomi
Mayoritas jemaah berada pada kategori ekonomi menengah-bawah.
Rerata Kesadaran Berzakat
Tingkat kesadaran rata-rata jemaah dalam membayar zakat tergolong tinggi.
Kisaran Distribusi Jemaah Tetap dan Pendatang
Mayoritas jemaah yang beribadah di masjid ini adalah penduduk tetap yakni ±90%, sementara sisanya adalah jemaah pendatang dari luar daerah.
Kisaran Distribusi Usia Jemaah
Sebanyak ±60% jemaah berada dalam kelompok usia dewasa/orang tua (26-50 tahun), diikuti oleh anak-anak/pemuda (<25 tahun) sebanyak ±20%, dan lansia (>51 tahun) sebanyak ±20%.
Rerata Tingkat Pendidikan
Sebagian besar jemaah memiliki pendidikan menengah atas (SMA) dan pendidikan tinggi.
Rerata Pekerjaan
Pekerjaan jemaah bervariasi, meliputi nelayan, pegawai, pengusaha, dan sebagainya (heterogen).
Rerata Status Ekonomi
Mayoritas jemaah berada pada kategori ekonomi menengah-bawah.
Rerata Kesadaran Berzakat
Tingkat kesadaran rata-rata jemaah dalam membayar zakat tergolong sedang.
Kisaran Distribusi Jemaah Tetap dan Pendatang
Penduduk setempat yang menjadi jemaah masjid ini ±40%, sementara ±60% adalah pendatang dari luar lingkungan setempat. Pendatang ini sebagian besar merupakan warga Muhammadiyah yang secara rutin mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang dipusatkan di masjid ini.
Kisaran Distribusi Usia Jemaah
Sebanyak ±50% jemaah berada dalam kelompok usia lansia (>51 tahun), diikuti oleh dewasa/orang tua (26-50 tahun) sebanyak ±35%, dan anak-anak/pemuda (<25 tahun) sebanyak ±15%.
Rerata Tingkat Pendidikan
Sebagian besar jemaah memiliki pendidikan menengah atas (SMA) dan pendidikan tinggi.
Rerata Pekerjaan
Pekerjaan jemaah bervariasi, meliputi nelayan, pegawai, pengusaha, dan sebagainya (heterogen).
Rerata Status Ekonomi
Mayoritas jemaah berada pada kategori ekonomi menengah-bawah.
Rerata Kesadaran Berzakat
Tingkat kesadaran rata-rata jemaah dalam membayar zakat tergolong tinggi.
Kisaran Distribusi Jemaah Tetap dan Pendatang
Mayoritas jemaah yang beribadah di masjid ini adalah penduduk tetap yakni ±95%, sementara sisanya adalah jemaah pendatang dari luar daerah yang biasanya datang untuk beribadah sekaligus berwisata religi di masjid yang ikonik ini (menyerupai bentuk ka'bah).
Kisaran Distribusi Usia Jemaah
Sebanyak ±60% jemaah berada dalam kelompok usia dewasa/orang tua (26-50 tahun), diikuti oleh anak-anak/pemuda (<25 tahun) sebanyak ±20%, dan lansia (>51 tahun) sebanyak ±20%.
Rerata Tingkat Pendidikan
Sebagian besar jemaah memiliki pendidikan menengah (SMP dan SMA).
Rerata Pekerjaan
Pekerjaan jemaah bervariasi, meliputi nelayan, pegawai, pengusaha, dan sebagainya (heterogen).
Rerata Status Ekonomi
Mayoritas jemaah berada pada kategori ekonomi menengah-bawah.
Rerata Kesadaran Berzakat
Tingkat kesadaran rata-rata jemaah dalam membayar zakat tergolong sedang.
Kisaran Distribusi Jemaah Tetap dan Pendatang
Mayoritas jemaah yang beribadah di masjid ini adalah penduduk tetap, yakni ±95%.
Kisaran Distribusi Usia Jemaah
Sebanyak ±70% jemaah berada dalam kelompok usia anak-anak/pemuda (<25 tahun), diikuti oleh dewasa/orang tua (26-50 tahun) sebanyak sebanyak ±20%, dan lansia (>51 tahun) sebanyak ±10%.
Rerata Tingkat Pendidikan
Sebagian besar jemaah memiliki pendidikan menengah (SMP/SMA) dan pendidikan tinggi.
Rerata Pekerjaan
Pekerjaan jemaah bervariasi, meliputi pegawai, pengusaha, dan sebagainya (heterogen).
Rerata Status Ekonomi
Mayoritas jemaah berada pada kategori ekonomi menengah-atas.
Rerata Kesadaran Berzakat
Tingkat kesadaran rata-rata jemaah dalam membayar zakat tergolong tinggi.
Kisaran Distribusi Jemaah Tetap dan Pendatang
Mayoritas jemaah yang beribadah di masjid ini adalah penduduk tetap, yakni ±99%. Mereka adalah warga yang tinggal di dekat masjid dan rutin melaksanakan salat berjemaah serta mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan di masjid, termasuk warga Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Asy'Ariyyah Syekh KH. Muhammad Shaleh yang berada persis di depan masjid ini.
Kisaran Distribusi Usia Jemaah
Sebanyak ±60% jemaah berada dalam kelompok usia dewasa/orang tua (26-50 tahun), diikuti oleh anak-anak/pemuda (<30 tahun) sebanyak ±20%, dan lansia (>51 tahun) sebanyak ±20%.
Rerata Tingkat Pendidikan
Sebagian besar jemaah memiliki pendidikan menengah (SMP/SMA) dan pendidikan tinggi.
Rerata Pekerjaan
Pekerjaan jemaah bervariasi, meliputi pegawai, pengusaha, dan sebagainya (heterogen).
Rerata Status Ekonomi
Mayoritas jemaah berada pada kategori ekonomi menengah-bawah dan menengah-atas.
Rerata Kesadaran Berzakat
Tingkat kesadaran rata-rata jemaah dalam membayar zakat tergolong sangat tinggi.
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan yang paling aktif dan dominan di Masjid Syekh Abdul Mannan dengan pengaruh yang signifikan dalam membentuk praktik beragama jemaah. Peran NU tercermin dalam berbagai aspek ibadah dan kegiatan keagamaan di masjid, menunjukkan kekuatan dan dampak yang besar terhadap pola religiositas masyarakat setempat.
Masjid Syuhada 45 dikenal sebagai tempat ibadah yang inklusif dan terbuka, di mana tidak ada dominasi yang signifikan dari satu organisasi atau paham keagamaan tertentu. Komunitas jemaah di masjid ini terdiri dari anggota organisasi besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), yang secara keseluruhan menunjukkan proporsi yang seimbang. Ini menciptakan lingkungan ibadah yang netral dan harmonis, di mana pengaruh kedua organisasi tersebut tidak mendominasi praktik peribadahan sehari-hari, sehingga memungkinkan terwujudnya suasana yang kondusif bagi semua jemaah.
Masjid Syuhada 45 terletak cukup berdekatan dengan GPIB (Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat) Immanuel Majene, dengan jarak sekitar 250 meter. Meskipun berdekatan secara geografis, kedua kelompok jemaah dari masjid dan gereja tersebut mampu hidup berdampingan dengan harmonis, menunjukkan spirit toleransi yang tinggi, dan mencerminkan komitmen terhadap kerukunan antarumat beragama di wilayah tersebut.
Bila ada koreksi atau saran untuk fitur ini dari segi tampilan maupun konten, harap disampaikan melalui kolom testimoni pengguna.