CORNELIA
QR-Integrated Snack Bar Berbasis Rambut Jagung, Hanjeli, dan Biji Labu Kuning
Camilan sehat, praktis, dan fungsional berbasis bahan pangan lokal yang diformulasikan untuk pencegahan early-onset hypertension
QR-Integrated Snack Bar Berbasis Rambut Jagung, Hanjeli, dan Biji Labu Kuning
Camilan sehat, praktis, dan fungsional berbasis bahan pangan lokal yang diformulasikan untuk pencegahan early-onset hypertension
Cornelia merupakan snack bar sehat yang dikembangkan dari tiga komoditas lokal unggulan, yaitu rambut jagung (Zea mays L.), hanjeli (Coix lacryma-jobi L.), dan biji labu kuning (Cucurbita pepo L.). Cornelia hadir sebagai inovasi pangan yang kaya flavonoid, serat, protein bioaktif, serta mineral penting seperti kalium, magnesium, dan seng. Formulasi ini memberikan manfaat nyata dalam pencegahan early-onset hypertension sekaligus mendukung diversifikasi pangan nasional.
Cornelia memiliki tekstur padat namun lembut, rasa gurih alami dari biji labu kuning, serta manis ringan dari madu sebagai bahan pengikat. Produk ini dikemas modern dengan integrasi teknologi QR Code yang memuat informasi gizi, edukasi kesehatan, dan kisah lokalitas bahan baku. Pendekatan ini memperkuat nilai edukatif serta membangun kesadaran konsumen mengenai pentingnya konsumsi pangan fungsional berbasis kearifan lokal.
Hipertensi dini merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat pada kelompok usia muda. Intervensi pencegahan melalui konsumsi pangan menjadi strategi penting. Indonesia memiliki potensi besar melalui pemanfaatan komoditas lokal yang selama ini kurang dihargai. Rambut jagung masih dianggap limbah pertanian, hanjeli sering dianggap gulma, dan biji labu kuning kerap terbuang sebagai sampingan.
Cornelia lahir dari kebutuhan untuk memanfaatkan sumber daya lokal menjadi pangan bernilai tambah tinggi. Rambut jagung kaya flavonoid dengan aktivitas diuretik dan ACE-inhibitor. Hanjeli mengandung protein bioaktif yang melepas peptida antihipertensi. Biji labu kuning berfungsi sebagai sumber kalium yang mendukung keseimbangan tekanan darah. Kombinasi ketiganya membentuk produk pangan sehat yang sekaligus ramah lingkungan.