Cara Berpikir Komputasional
Cara berpikir komputasional terbagi menjadi empat, yaitu Decomposition, Pattern recognition, Abstraction dan Algorithms.
A. Decomposition
Yaitu memecah-mecah masalah menjadi lebih kecil dan sampai ke pokok sebuah masalah hingga kita menyelesaikan suatu masalah tersebut satu persatu dan mengidentifikasi pembagian dari mana masalah itu datang. Contoh penerapannya di bidang IT bisa dirasakan oleh programmer.
Ketika programmer mengembangkan perangkat lunak, mereka akan dihadapkan dengan persoalan utama. Masalah itu dapat dibagi menjadi klasifikasi lebih detail lagi. Misalnya ingin mengembangkan aplikasi e-commerce. Mereka dapat memecah masalah beberapa poin seperti:
Untuk apa aplikasi digunakan
Bagaimana tampilan aplikasi
Siapa saja target pengguna
Bagaimana tampilan grafisnya
Dan lain sebagainya
Melalui metode membagi beberapa masalah lebih kecil seperti ini programmer akan lebih mudah memulai dari mana pekerjaan yang akan dilakukan.
B. Pattern Recognition
Metode ini bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai masalah, merekayasa sesuatu, memprediksi, dan lain sebagainya. Pengenalan pola mentransfer proses penyelesaian masalah ke masalah lain yang sejenis. Terdapat beberapa teknik untuk mengenali pola-pola yang ada. Seperti menemukan kesamaan persoalan dari karakteristik, perilaku, penyebab, dan gejala lainnya. Selain itu juga dapat membandingkan satu masalah dengan masalah yang lain yang memiliki kemiripan pendekatan/metode. Melalui pengenalan pola metode memecahkan masalah akan dapat dianalisis untuk diambil simpulan dan pelajaran yang berguna.
C. Abstraction
Di dunia pemograman abstraksi berguna untuk menyembunyikan data atau informasi mengenai sebuah objek dari akses objek lain. Melalui metode ini data yang diakses orang lain akan relevan dengan orang tersebut. Metode abstraksi akan memuat beberapa data yang berkaitan, seperti karakteristik, kejadian, dan fenomena dihilangkan atau diabaikan untuk fokus pada apa yang tersisa, kemudian berdasarkan hasil abstraksi selanjutnya dapat dibangun pola. Apabila diterapkan di kehidupan nyata metode ini dapat berarti menganjurkan seseorang untuk fokus pada permasalahan relevan yang sedang dihadapi.
D. Algorithms
Algoritme merupakan rencana atau langkah-langkah instruksi yang dijalankan untuk memecahkan masalah. Saat bekerja dengan metode ini, Anda harus memikirkan proses langkah-langkah yang dijalankan, kondisi setiap proses, indikator sebuah proses sudah selesai, dan beberapa alternatif yang dapat dipilih di setiap proses. Melalui tahapan-tahapan yang dijalankan itu dapat diperkirakan hasil dari akhir proses dapat diperkirakan dengan tepat. Dalam teknologi metode Algoritme sendiri memiliki dua cara yaitu pseudocedo dan flowchart. Pseudocedo merupakan rangkaian instruksi yang menggambarkan langkah-langkah dalam penyelesaian masalah. Pseudocedo sendiri bukanlah sintaks program serta tidak terikat pada bahasa pemograman tertentu. Sedangkan flowchart diagram adalah yang mewakili kumpulan dari instruksi-instruksi tertentu. Flowchart biasanya menggunakan simbol standar untuk menggambarkan instruksi yang berbeda.
.