SUDUT INSPIRASI: DARI BEBAN, MENJADI KEBIASAAN
SUDUT INSPIRASI: DARI BEBAN, MENJADI KEBIASAAN
September 2023 Edisi #9
Ditulis oleh : Kalista Cahyani
Dalam melakukan suatu perubahan pasti tidaklah mudah, terkadang perlu pengorbanan besar untuk memulainya. Tentunya usaha untuk melakukan pengorbanan tersebut tidak akan sia-sia, ada hasil manis yang akan diperoleh jika melakukannya dengan ikhlas, sabar dan sungguh-sungguh. Hal tersebut sangat relate dengan inspirasi yang dibagikan oleh Pak Rio dan Pak Sulaeman dari departemen WWTP.
Berdasarkan data sumbang saran 2023, sementara ini departemen WWTP menduduki peringkat paling tinggi sebagai departemen yang telah memberikan improvement dalam bentuk sumbang saran di perusahaan ini. Tentunya ini bukan hanya soal angka, tetapi juga soal kesadaran mereka untuk mau beranjak dari zona nyamannya.
Pak Rio memandang tingginya data sumbang saran departemennya sebagai sebuah plus minus. Nilai plusnya yaitu para tim WWTP sudah mau melakukan improvement terhadap area kerja mereka, sedangkan nilai minusnya berarti area kerja mereka kurang ideal dan masih banyak kekurangan.
Lalu, kok bisa ya departemen WWTP menjadi departemen yang paling banyak memberikan sumbang saran? Hal tersebut tentunya tidak luput dari motivasi yang selalu diberikan oleh atasan mereka salah satunya Pak Rio. Pak Rio selalu mendorong timnya untuk melakukan improvement dengan cara mengajak timnya berdiskusi rutin tiap minggu atau tiap bulan untuk menemukan ide dari masalah atau ketidak idealan pada area kerja. Pak Rio juga menekankan kepada timnya agar tidak takut untuk mencoba melakukan improvement, karena terkadang mereka takut untuk melakukan perubahan terhadap pekerjaan mereka karena perubahan yang dibuat dianggap sebagai sesuatu yang receh bahkan akan dianggap gagal dan malah menghancurkan pekerjaan mereka.
“Intinya dicoba dulu aja, kalau gak dicoba kita gak akan tau hasilnya seperti apa. Kalau bagus kita syukuri, kalau kurang sesuai kita cari solusinya bersama” itulah motivasi yang selalu diberikan oleh Pak Rio kepada timnya.
Kaki 3 sebagai tempat menyimpan gelas ukur corong yang dibuat oleh tim WWTP menggunakan besi-besi bekas
Wilayah kerja WWTP yang berada dibelakang sering kali membuat mereka merasa terbelakang, oleh karena itu Pak Rio mengajak timnya untuk mencoba hal lain agar orang lain bisa melihat mereka dan mengetahui keberadaan mereka, salah satunya dengan improvement ini. Gambar diatas merupakan salah satu contoh improvement yang telah mereka buat. Mereka mengubah besi-besi yang sudah tidak terpakai menjadi rak pipet dan segitiga penyangga corong. Improvement yang dilakukan tidak harus mengenai sesuatu yang besar, tetapi mulai peka lah terhadap sesuatu yang sederhana.
Saat ini, improvement di department WWTP bukan lagi dianggap sebagai tugas tambahan atau beban melainkan sudah menjadi suatu kebiasaan (habit). Untuk bisa mengubah hal ini tentunya tidak mudah, awalnya mereka merasa terbebani karena harus terus mengasah ide mereka, tetapi ketika sudah terbiasa maka menjadi sebuah kesenangan tersendiri bagi mereka.
Hal seperti ini terjadi karena mereka sudah merasakan hasil dari improvement yang dibuat oleh mereka maupun rekannya yang lain. Mereka merasa senang karena ide mereka dihargai dan dapat memberikan dampak yang baik untuk pekerjaan bersama. “Yang penting kerjaan jadi lebih nyaman, praktis, dan aman. Reward itu cuma bonus” ujar Pak Sulaeman. Hasil manis ini tidak akan tercapai apabila tidak ada kerjasama yang baik di antara mereka. Saling menghargai dan memotivasi juga merupakan salah satu kunci improvement di WWTP terlaksana.