Mei 2025 Edisi #61
Ditulis oleh : Alifia Ghefira Putri Irawan
Mantan pemimpin Toyota, Tn. Isao Yoshino telah membantu mengembangkan beberapa praktik penting di Toyota dan sekitarnya. Sepuluh prinsip kepemimpinan yang sederhana namun kuat yang dikembangkan oleh Isao Yoshino ini memberikan panduan bijaksana bagi setiap praktisi Lean yang mencari jalur pembelajaran dan peningkatan. 10 prinsip kepemimpinan berikut yang dibagikan Tn. Yoshino pada tanggal 18 April 1991.
Berikut ini diterjemahkan dari bahasa Jepang:
Take a long-term perspective and have foresight.
Look at your own job from a company-wide view.
Always carry a questioning mind and sense of curiosity.
Try to see through the true nature of things.
Practice genchi-genbutsu-shugi (go to gemba).
Be conscientious (keep your promises, be punctual) and humble (take someone else's view).
Communicate (talk to subordinates at least once a day). Listen to them carefully.
Give constructive criticism (a clue to kaizen).
Try to find out your subordinate's strong points, give praise, and develop them.
10. Stay cheerful (particularly when you are in trouble).
Prinsip diatas menguraikan filosofi kepemimpinan yang menekankan pada pemikiran jangka panjang, perspektif menyeluruh terhadap perusahaan, rasa ingin tahu, dan keterlibatan langsung yang praktis (genchi-genbutsu-shugi). Ini juga menyoroti pentingnya sifat hati-hati, kerendahan hati, komunikasi yang efektif, dan pembimbingan (mentorship), termasuk memberikan kritik yang membangun, mengenali kekuatan, dan mendorong pengembangan bawahan. Berikut adalah rincian poin-poin utamanya:
Perspektif jangka panjang dan pandangan ke depan
Pemimpin harus mempertimbangkan gambaran besar dan berpikir melampaui tugas-tugas langsung, serta mengantisipasi hasil di masa depan.
Pandangan menyeluruh terhadap perusahaan
Memahami bagaimana peran individu berkontribusi pada tujuan keseluruhan perusahaan sangatlah penting.
Pikiran yang suka bertanya dan rasa ingin tahu
Pemimpin harus memiliki rasa ingin tahu dan keinginan untuk memahami akar permasalahan, mencari wawasan yang lebih dalam dari sekadar pengamatan permukaan.
Genchi-genbutsu-shugi (pergi ke gemba)
Terlibat langsung di lingkungan kerja dan mengamati proses secara langsung sangat penting untuk memahami situasi dan menemukan solusi.
Ketelitian dan kerendahan hati
Menjadi dapat diandalkan, tepat waktu, dan terbuka untuk belajar dari orang lain adalah sifat-sifat yang berharga bagi seorang pemimpin.
Komunikasi
Komunikasi yang rutin, terutama dengan bawahan, penting untuk membangun hubungan baik, memahami perspektif mereka, dan memberikan arahan.
Kritik yang membangun
Memberikan umpan balik yang berfokus pada perbaikan dan mendorong pembelajaran adalah kunci untuk perbaikan berkelanjutan (kaizen).
Pengembangan bawahan
Mengenali dan memuji kekuatan mereka, memberikan kesempatan untuk berkembang, dan mendukung pertumbuhan mereka penting untuk membentuk tim yang berkinerja tinggi.
Sikap ceria
Menjaga sikap positif, bahkan saat menghadapi tantangan, dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung dan produktif.
Source by kbjanderson.com