Juli 2025 Edisi #63
Ditulis oleh : Alifia Ghefira Putri Irawan
Dalam proses Continuous Improvement, brainstorming sering dianggap sebagai aktivitas penting untuk menghasilkan ide-ide kreatif. Namun, tidak jarang kegiatan ini berlangsung tanpa arah, mengandalkan kreativitas spontan yang kadang justru memakan waktu dan menghasilkan solusi yang sulit dieksekusi. Salah satu metode yang dapat mereformasi cara kita melakukan brainstorming adalah TRIZ.
Apa Itu TRIZ?
TRIZ adalah akronim dari “Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadach” atau Theory of Inventive Problem Solving, dikembangkan oleh ilmuwan asal Rusia, Genrikh Altshuller. Metode ini menghasilkan temuan penting bahwa inovasi dan kreativitas memiliki pola yang bisa dipelajari dan diterapkan secara sistematis. Salah satu kelemahan brainstorming biasa adalah ide yang muncul seringkali terlalu luas, terlalu banyak, atau justru kurang relevan. TRIZ hadir untuk mengatasi hal tersebut dengan pendekatan yang:
Berbasis pengetahuan (knowledge-based): Solusi didasarkan pada pengalaman nyata yang telah terbukti.
Cepat dan terarah (fast & focused): Menghemat waktu dengan memberikan panduan langkah demi langkah.
Terstruktur (structured thinking): Mendorong berpikir kreatif dalam kerangka yang jelas.
TRIZ juga mengenalkan 5 level inovasi untuk membantu kita memahami jenis inovasi apa yang sedang kita kejar, yakni:
Perbaikan sederhana (dari sistem yang sudah ada)
Inovasi kecil (penambahan atau modifikasi fungsional)
Penemuan signifikan (dalam sistem saat ini)
Solusi terobosan (menggantikan teknologi yang ada)
Penemuan fenomena baru (mengubah cara pandang atau peradaban)
TRIZ mendorong kita untuk berpikir melampaui definisi konvensional dari sebuah masalah. Dalam konteks improvement, fungsi yang sudah ada sering kali diterima begitu saja sebagai batas. Namun, dalam inovasi ala TRIZ, definisi itu justru perlu dipertanyakan.
“Your definition might be your limitation.”
TRIZ mengajarkan bahwa kadang definisi masalah itulah bagian dari masalah itu sendiri. TRIZ bukan hanya metode, tapi juga sebuah pola pikir. Ia memperkuat upaya Continuous Improvement dengan cara yang lebih terarah dan sistematis.