Februari 2025 Edisi #53
Ditulis oleh : Nabila Diana Putri Azzahra
Industri manufaktur sering menghadapi tantangan dalam mengelola keterlambatan produksi. Penyebab keterlambatan bisa berasal dari berbagai faktor, seperti tidak jelasnya tanggung jawab antar tim, keterlambatan pengadaan bahan baku, kegagalan mesin, hingga kurangnya komunikasi antar departemen. Salah satu metode yang efektif untuk mengatasi permasalahan ini adalah Matriks RACI. Dengan menerapkan RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed), perusahaan dapat memastikan bahwa setiap tugas dan tanggung jawab dalam proses produksi ditentukan dengan jelas, sehingga tidak ada kebingungan yang dapat menyebabkan keterlambatan.
Matriks RACI adalah alat manajemen yang membantu organisasi mengatur dan mendefinisikan peran serta tanggung jawab dalam suatu proses atau proyek.
Komponen dalam RACI:
R (Responsible) – Orang yang bertanggung jawab langsung dalam menyelesaikan tugas.
A (Accountable) – Orang yang memiliki kewenangan utama atas hasil akhir tugas.
C (Consulted) – Orang yang harus dikonsultasikan sebelum tugas selesai karena memiliki informasi atau keahlian yang relevan.
I (Informed) – Orang yang harus diberi informasi tentang perkembangan tugas tetapi tidak terlibat langsung dalam eksekusinya.
Dalam konteks produksi, RACI dapat digunakan untuk memastikan bahwa setiap proses memiliki pemegang tanggung jawab yang jelas, sehingga mencegah kebingungan dan memastikan produksi berjalan sesuai jadwal.
“Bagaimana RACI Mengurangi Keterlambatan Produksi?”
1. Menetapkan Tanggung Jawab yang Jelas
RACI membantu memastikan bahwa setiap tugas memiliki orang yang bertanggung jawab secara langsung (R) dan seseorang yang bertanggung jawab atas hasil akhirnya (A).
Contoh:
Jika ada keterlambatan bahan baku, Matriks RACI memastikan bahwa tim pengadaan bertanggung jawab (R) untuk memesan bahan baku, sementara manajer produksi bertanggung jawab secara keseluruhan (A) untuk memastikan bahan tiba tepat waktu.
2. Memastikan Komunikasi yang Lebih Efektif
Banyak keterlambatan produksi terjadi karena kurangnya komunikasi antar departemen. Contoh dengan RACI:
Tim produksi tahu siapa yang harus dikonsultasikan (C) sebelum mengambil keputusan.
Supervisor produksi tahu siapa yang perlu diberi informasi (I) terkait keterlambatan.
Source by asana.com