PT Golden Hope Nusantara Membangun Bisnis dengan LSS
PT Golden Hope Nusantara Membangun Bisnis dengan LSS
Agustus 2023 Edisi #5
Ditulis oleh : Kalista Cahyani
SEPUTAR PT GOLDEN HOPE NUSANTARA
PT Golden Hope Nusantara merupakan salah satu anak perusahaan Minamas Group yang memproduksi minyak goreng terbesar di pulau laut dengan kapasitas 2500 MT/hari dan memproduksi Crude Palm Oil (CPO). Sejak tahun 2019 PT Golden Hope Nusantara berubah nama menjadi PT Sime Darby Oils (SDO) Pulau Laut Refinery. Perusahaan ini mulai beroperasi pada Juni 2013, mempunyai tingkat kelincahan yang sangat tinggi. Pemahaman akan kesempatan bisnis diimbangi dengan kemampuan untuk terus memperbaiki bisnis mereka.
Saat ini PT Golden Hope Nusantara sudah berhasil menembus pasar ekspor di angka 98% dari total produksinya dengan negara tujuan seperti India. Pesatnya perkembangan perusahaan mampu mengantarkan PT Golden Hope Nusantara mendapatkan banyak kepercayaan dari perusahaan asing, terbukti mereka telah berhasil mengekspor minyak ke Malaysia, Cina, Timur Tengah hingga ke Eropa.
BERPEGANG KUAT PADA LSS POLICY
Perkembangan PT Golden Hope Nusantara yang cepat salah satunya dikarenakan rencana perbaikan yang dilakukan yaitu perbaikan dalam bentuk blueprint. Di dalam blueprint tersebut memuat 5 tahun perencanaan. Di tahun pertama, ada White Belt Certificate. Setelah itu, mereka disharing untuk Green Belt Certificate dan kemudian akan dicari kandidat yang bagus untuk Black Belt.
Dalam blueprint yang dibuat tersebut, dipasang juga target dalam ajang kompetisi improvement sebagai bahan masukan mereka. Mereka akan mengikuti kompetisi-kompetisi proyek improvement berskala nasional. Dukungan pun didapatkan dari induk perusahaan melalui departemen PSQM (Plantation Sustainability Quality Manajemen) untuk semua agenda dalam blueprint. Di bawah PSQM ada divisi operational excellence yang akan melihat Six Sigma dan akan datang untuk memberikan training.
Pendekatan Six Sigma adalah proyek dimana setelah peluang perbaikan berhasil teridentifikasi, maka dibentuklah suatu tim dengan sumber daya dan rencana kerja untuk mengeksekusinya. Disini Blackbelt di perusahaan bertugas meyakinkan top manajemen untuk melakukan LSS dan menunjukkan seberapa besar benefit yang akan didapat. Golden Hope mempunyai LSS policy untuk menunjukkan adanya support top manajemen. LSS policy tersebut mereka tempel sehingga bisa dilihat oleh semua karyawan. Karena setiap orang di setiap departemen akan dilibatkan dalam program LSS.
CUSTOMER FIRST
Meskipun PT Golden Hope Nusantara terus melakukan improvement untuk meningkatkan efisiensi, tetapi customer tetap nomer satu dan customer requirement tidak boleh diganggu. Karena pada dasarnya improvement bisa membuat perusahaan lebih dekat dengan konsumen. Sebab, dengan melakukan cost reduction perusahaan akan mendapatkan harga terendah yang akan membuat customer memilihnya.
Langkah pertama yang dilakukan untuk melakukan customer reduction adalah mengidentifikasi masalah. Masalah diidentifikasi dengan menggunakan Pareto Chart. Dengan pareto perusahaan dapat mengetahui biaya yang membebani perusahaan tersebut ada dimana. Cost reduction yang dilakukan di setiap lini proses ini mampu memberikan efisiensi yang tinggi di perusahaan, sehingga membedakan persepsi perusahaan Golden Hope dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Di Golden Hope, efisiensi tidak berfokus pada program “No Over Time”. Banyak potensi penghematan yang bisa dilakukan untuk menghasilkan saving selain mentiadakan lembur. Angka yang yang dipangkas untuk lembur kurang lebih hanya 10% dari total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, tentu masih banyak potensi efisiensi di tempat lain. Potensi inilah terus digali dengan mewajibkan para Green Belt untuk membuat proyek perbaikan.