Oktober 2024 Edisi #46
Ditulis oleh : Kalista Cahyani
Sharing session merupakan suatu kegiatan di mana sekelompok orang saling berbagi pengalaman, pengetahuan, ide-ide, atau informasi tertentu dengan orang lain. Sharing session pada dasarnya bukanlah budaya yang baru, kegiatan ini bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di tempat kerja, komunitas, atau acara pelatihan, dan sering digunakan untuk meningkatkan kolaborasi dan mempercepat proses pembelajaran.
Dalam konteks pekerjaan, sharing session biasanya diadakan pada saat briefing atau meeting kecil yang meliputi pengalaman dalam menghadapi tantangan atau masalah dalam pekerjaan, ide-ide inovatif untuk meningkatkan proses kerja, update tentang tren terbaru atau teknologi baru yang relevan dengan pekerjaan, maupun membahas kembali pekerjaan yang telah selesai.
Dalam briefing biasanya suatu kelompok melakukan sharing session dalam bentuk tanya jawab singkat terkait dengan pekerjaan atau issue yang sedang terjadi. Tapi ternyata sharing session bisa dibuat dalam bentuk yang lebih beragam, seperti yang dilakukan oleh tim QC Physchem 4 mereka mengemas sharing session yang ada dalam briefing mereka dalam bentuk Quiz yang menarik.
Sejak Juni 2024, tim QC Physhem 4 telah mengadopsi sharing session dalam bentuk Quiz tanya jawab dalam briefing mereka. Materi yang diberikan pun beragam, mulai dari hal-hal yang relate dengan pekerjaan, wawasan atau pengetahuan terkait isu-isu yang biasa terjadi, ataupun pengetahuan umum seputar quality. Salah satu keunikan dari sharing session ini adalah penyampaian materi tidak hanya dilakukan oleh leader, tetapi oleh semua anggota tim. Hal ini memastikan bahwa setiap orang punya kesempatan untuk berbagi dan belajar dari satu sama lain.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan sharing session seperti ini telah mendorong anggota tim untuk lebih terbuka dan lebih percaya diri untuk berbicara di depan umum. Mereka kini juga lebih kreatif dalam menghadapi masalah karena telah dibekali pengetahuan maupun sharing pengalaman dalam kegiatan sharing session tersebut, selain itu hal ini juga menurunkan tingkat kepanikan anggota tim saat menghadapi masalah karena mereka sudah mampu memahami apa yang sedang terjadi, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada leader.
Sharing session seperti ini tentunya juga dapat mencipatakan suasana yang menyenangkan dan rileks, sehingga mengurangi ketegangan pada saat sesi briefing. Hal ini dapat membantu membangun lingkungan kerja yang positif, di mana pembelajaran dan pengembangan diri dilakukan dengan cara yang menarik.
Menurut Faza dan Agung (Leader QC Physchem 4), sharing session dianggap penting untuk dilakukan, karena mereka ingin tim mereka tidak hanya sekadar melakukan tugas atau pekerjaannya saja, tetapi juga paham dengan apa yang mereka kerjakan. Hal ini juga membantu mereka memahami esensi pekerjaan mereka, bukan hanya sekadar menjalankan rutinitas.
Meskipun sharing session sudah berjalan dengan baik, Agung menekankan perlunya peningkatan dalam beberapa aspek. Misalnya, materi yang disajikan harus lebih berbobot dan kredibel, bukan berdasarkan asumsi. Maka dari itu untuk mencapai hal ini, Agung merasa beberapa orang perlu mengikuti training formal untuk mendapatkan ilmu yang lebih akurat dan kredible. Selain itu, perlu adanya reward yang diberikan kepada anggota tim yang berprestasi. Reward yang diberikan tentunya lebih dari sekadar pujian agar motivasi mereka terus terjaga.