Juni 2024 Edisi #38
Ditulis oleh : Kalista Cahyani
Masalah adalah suatu hal yang tidak akan pernah terpisahkan dari hidup kita. Bisa dipastikan bahwa tidak ada manusia yang hidup di muka bumi ini tanpa memiliki masalah. Mereka selalu dihadapkan dengan permasalahan yang tiada henti setiap harinya. Kenyataan pahit ini harus dapat kita terima, bahwa masalah akan selalu ada, oleh karena itu kita harus menghadapinya bukan menghindarinya.
Masalah sudah sangat akrab terdengar ditelinga kita, bahkan menjadi kata yang setiap hari kita utarakan. Tetapi tau kah kamu, apa itu definisi “masalah”?
Masalah merupakan perbedaan antara situasi ideal dengan situasi sebenarnya. Situasi yang ideal bisa berupa harapan, target, rencana, keinginan, atau cita-cita. Saat kondisi aktual di bawah standar yang ditetapkan, maka hal tersebut dapat disebut juga sebagai masalah. Standar di sini berfungsi sebagai patokan atau tolok ukur untuk mengukur kinerja atau hasil. Jika hasil aktual tidak memenuhi atau berada di bawah standar ini, maka ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan atau target, yang kemudian diidentifikasi sebagai masalah. Begitupun apabila kondisi aktual melebihi standar, hal ini umumnya dianggap sebagai hasil yang baik. Namun, dalam konteks peningkatan berkelanjutan dan pengembangan, ini juga bisa dilihat sebagai kesempatan untuk menetapkan tantangan yang lebih tinggi karena ternyata kita sudah mampu mencapai standar yang ditetapkan.
Masalah dipandang sebagai suatu hal yang harus dihindari karena dapat mengganggu ketenangan dan kenyamanan dalam hidup. “Hidup akan tenang kalau tidak ada masalah”, apakah benar begitu?
Faktanya tidak ada masalah adalah suatu masalah. Mungkin kalimat tersebut terdengar sangat aneh, karena kita sudah terbiasa menganggap masalah sebagai gangguan dalam aktivitas kita. Persepsi ini harus diluruskan, mari mulai melihat masalah sebagai suatu hal yang positif, suatu hal yang dapat memberikan manfaat bila kita menghadapi dan menyelesaikannya.
Kira-kira manfaat yang dapat kita peroleh dari menyelesaikan suatu masalah, antara lain:
Bertambahnya pengetahuan dan kemampuan dalam menyelesaikan suatu masalah karena terlibat langsung dalam penyelesaian masalah tersebut
Pekerjaan menjadi lebih mudah apabila masalah yang dihadapi berkaitan dengan masalah kesulitan kerja
Seiring bertambahnya pengetahuan dan kemampuan seseorang yang dari menyelesaikan suatu masalah, maka performanya juga akan meningkat sehingga secara jangka panjang akan mempengaruhi karir seseorang
Taiichi Ohno, seorang seorang insinyur teknik industri di Jepang yang juga dikenal sebagai bapak Toyota Production System, pun pernah mengatakan bahwa having no problems is the biggest problem. Seseorang yang tidak memiliki masalah berarti dia tidak mengetahui masalah yang dihadapi.
Contoh sederhana dalam kasus ini ialah saat seseorang berbelanja ke pasar tradisional dan pasar swalayan seperti mall. Dilihat dari kebersihannya, mall jauh lebih bersih dibandingkan pasar swalayan, dan mereka pun sadar akan kondisi tersebut. Tetapi apabila kita bertanya kepada pengelola atau orang yang berada di lingkungan pasar tradisional tersebut “Kok pasarnya kotor?” mungkin jawaban yang keluar dari mulut mereka adalah “Namanya juga pasar, pasti kotor. Kalau mau belanja yang tempatnya bersih ya ke Mall”. Contoh kasus tersebut menggambarkan bahwa masih banyak yang tidak sadar akan masalah yang terjadi, mereka menganggap bahwa “pasar itu kotor” adalah kondisi yang wajar. Pandangan tersebut mempengaruhi cara seseorang melihat suatu masalah dan tindakan yang diambil, mereka yang menerima dengan sempurna "masalah yang dihadapi” menjadi “standar hidupnya”, akan menjadi pasif terhadap perubahan (tidak mau melakukan perbaikan) dan merasa puas dengan kondisi yang seperti itu.