Mei 2024 Edisi #35
Ditulis oleh : Kalista Cahyani
Istilah Kaizen dan Inovasi sudah tidak asing lagi di telinga kita, keduanya nampak sama tetapi sebenarnya memiliki makna berbeda. Banyak dari kita yang masih keliru dalam memahami Kaizen dan Inovasi, memang keduanya berkaitan dengan perubahan. Tetapi penerapan dan hasil dari Kaizen serta Inovasi ternyata berbeda.
Seperti yang kita ketahui, Kaizen merupakan istilah Jepang yang memiliki arti yang sama dengan Continuous Improvement yakni perubahan berkelanjutan. Dimana fokus perubahan pada Kaizen adalah konsisten. Berbeda dengan Inovasi, dimana inovasi merupakan perubahan besar yang terjadi satu kali.
Dalam perubahan yang didasari Kaizen, biaya yang dibutuhkan cenderung lebih kecil dari pada perubahan yang didasari Inovasi. Oleh karena itu, apabila perusahaan akan melakukan inovasi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memikirkan strategi dan pertimbangan faktor-faktor lainnya.
Setiap perubahan pasti akan selalu diiringi dengan risiko. Risiko yang timbul karena Kaizen cenderung lebih kecil dari pada Inovasi. Hal ini sebanding dengan skala perubahan serta biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perubahan tersebut. Perubahan juga akan tercipta apabila adanya kontribusi dari berbagai pihak. Kontribusi pada perubahan yang didasari Kaizen biasanya banyak melibatkan/membutuhkan kontribusi manusia, sedangkan Inovasi biasanya sangat bergantung pada teknologi.
Contoh Kaizen yang dilakukan di perusahaan yaitu pada Toyota, dimana Toyota terus melakukan perbaikan-perbaikan kecil hingga bisa mengurangi waktu tunggu, pemborosan, dan meningkatkan efisiensi proses produksinya. Sedangkan contoh Inovasi yaitu otomasi pada warehouse dengan menggunakan Autonomous Mobile Robots (AMR), robot yang dapat bergerak secara mandiri tanpa memerlukan kendali manusia langsung, tentunya hal ini meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko human error. Tetapi untuk melakukan inovasi seperti ini tentunya membutuh biaya yang tidak sedikit.
Source by machinevision.global