Mei 2024 Edisi #34
Ditulis oleh : Asmahan Almas Huwaida
Saat ini banyak orang yang memberikan “kebahagiaan bersyarat” untuk dirinya sendiri. Yaps, seperti..
“aku akan bahagia ketika diterima di universitas A”
“aku akan bahagia ketika mendapatkan jabatan B”
“aku akan bahagia ketika dapat membeli mobil impianku”
Kita sering lupa bahwa cara termudah untuk bahagia itu bukan justru mendapatkan apa yang kita mau.
Mendapatkan apa yang kita mau tentu saja memberikan rasa senang, tapi itu hanya bahagia sesaat. Sama seperti ketika kita membeli HP baru, rasanya akan senang luar biasa, dijaga sedemikian rupa, tapi setelah beberapa waktu rasanya akan biasa aja, bahkan malah mengidamkan yang lebih lagi.
Maka, bagaimana cara termudah untuk dapat bahagia?
Caranya dengan SADAR
Yaps, sadar dengan apa yang saat ini dimiliki. Sadar bahwa dengan apa yang ada saat ini cukup dengan apa yang kita butuhkan.
Bukan tentang ekspektasi, tapi lebih ke apresiasi
Bukan ekspektasi hal-hal yang masih menjadi angan-angan, tapi mengapreasi apa yang saat ini dimiliki.
Sekarang jawab jujur,
Kita lebih sering komplain/mengeluh atau bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini?
bukan berarti kita gak boleh punya mimpi atau cita-cita, apalagi berjuang untuk menjadi lebih baik dari saat ini. Tapi mau meluruskan, karena selama ini yang kita ketahui adalah untuk menjadi bahagia, maka kita harus punya lebih. Punya rumah mewah, mobil mahal, handphone terbaru, dan hal-hal lebih lainnya. Tapi lupa dengan apa yang sudah kita punya.
Bayangkan kalau kita meletakkan fokus hidup kita pada sesuatu yang sementara itu, yang valuenya mudah turun dan tergantikan dengan yang lebih baru lagi
Maka hidup kita akan mudah hampa dan terombang-ambing