Penerapan total productive maintenance (TPM) di PT kalbe morinaga indonesia
Penerapan total productive maintenance (TPM) di PT kalbe morinaga indonesia
Agustus 2023 Edisi #3
Ditulis oleh : Kalista Cahyani
Profil Perusahaan PT Kalbe Morinaga Indonesia
PT Kalbe Morinaga Indonesia (KMI) merupakan anak dari perusahaan PT Sanghiang Perkasa atau yang sekarang dikenal dengan nama Kalbe Nutritionals. Perusahaan ini bergerak di bidang industry pangan yang memproduksi susu bubuk dan susu cair untuk anak-anak dan juga susu untuk ibu hamil yang berlokasi di Cikampek, Kabupaten Karawang. PT Kalbe Morinaga Indonesia memiliki visi yaitu pada tahun 2027 menjadi World Class Manufacturing. Untuk mencapai visinya, PT Kalbe Morinaga Indonesia menggunakan Total Productive Maintenance (TPM) sebagai peta jalan perusahaan. Tujuan dari penerapan TPM adalah untuk mengurangi biaya produksi dan menciptakan lini produksi yang tangguh dan menghasilkan profit yang tinggi.
Mengapa PT KMI memilih TPM?
PT Kalbe Morinaga Indonesia memilih TPM sebagai peta jalan perusahaan karena yang pertama, harapan mereka untuk menghasilkan produk yang berkualitas, dibutuhkan orang yang berkualitas juga. Yang kedua yaitu mereka dapat mengoptimalkan performance dari output berdasarkan rencana yang disepakati melalui mesin yang memiliki performa prima. Dari kedua alasan itulah mereka melihat bahwa TPM memiliki basic yang sama dan memiliki way of working yang sama dengan harapan mereka. Sehingga pada tahun 2009 top managemen dan managemen lainnya sepakat memilih TPM sebagai way of working perusahaannya.
KMI TPM Policy
Adapun kebijakan TPM yang diterapkan di PT KMI yang pertama yaitu menghilangkan 16 big losses baik dari sisi mesin, manusia, energi, maupun material. Yang kedua yaitu 3 zero chredo (zero accident, zero defect, dan zero breakdown operation system). Selanjutnya Total envolvement artinya semua level terlibat untuk berTPM mulai dari Top Management hingga operator. Integrated, bagaimana TPM menjadi payung sebagai seluruh management system yang ada di PT KMI. Dan yang terakhir PT KMI dalam mewujudkan sbjektifnya menggunakan 4.0 as a tools.
Langkah penerapan tpm di PT KMI
Pada tahun 2009, PT KMI mulai berkomitmen untuk melakukan TPM. Setelah berkomitmen tersebut mereka membuat road map dari 2009 hingga 2027 yang berisikan program-program yang akan dijalankan.
Setelah road map dibuat, selanjutnya menentukan obejektifnya apa, strateginya bagaimana, dan alat apa saja yang akan dipakai. Lalu dibuat master plannnya dari tahun ke tahun apa saja yang akan dilakukan. Lalu sebelum masuk ke target, mereka menyusun balanced scorecard dengan memetakan pada masing-masing stepnya apa saja yang perlu di dukung dan yang menjadi objektif pada saat membuat target. Setelah semuanya tersusun maka mulai menentukan target seperti menaikkan OEE ataupun menurunkan customer complaints.
Langkah awal TPM di PT Kalbe Morinaga Indonesia
Cara yang dilakukan untuk mengajak seluruh level berkomitmen terhadap TPM yaitu pada awal kick off (mulai berkomitmen), para management turun ke lapang untuk memberikan contoh nyata AM. Langkah awal ini tentunya cukup berat untuk dilakukan tetapi hasilnya nanti pasti akan menjadi acuan bagi para level di bawahnya. Pada saat itu, para managemen dibagi menjadi 2 lalu dipilihkan line yang performancenya paling jelek, OEEnya paling rendah, dan yang mesinnya sering trouble. Kemudian para management diberi waktu selama 3bulan untuk melakukan cleaning sekaligus tagging sehingga didapatkan hasil performance mesin yang lebih baik dari pada sebelumnya. Setelah 3 bulan para managemen mempresentasikan hasilnya di depan operator yang berisi contoh-contoh juga standar-standar dari step 1 hingga step 3.
Strategic & Goals program
Smart Factor, Mengubah dari manual menjadi digital sehingga proses Analisa dan pengambilan keputusan menjadi lebih tepat karena berdasarkan data
Sustainability program
Agile manufacturing, menghilangkan value edit dan meminimalisir yang terkait dengan support untuk mempersingkat leadtime dan saving cost.
Zero loss program
Semua program di atas dicapai dengan cara berkolaborasi dengan semua pilar-pilar yang ada di PT KMI yakni AM, FI, QM, PM, ET, EM, SHE, dan OSA sehingga masalah dapat diketahui lebih awal dan dapat menentukan risk dan mitigasinya.